Klasifikasi Makhluk Hidup Kelas 10 (Ringkasan)

Advertisement


Di dunia ini tidak ada dua individu yang benar - benar sama. Setiap individu memiliki ciri - ciri khusus yang menyebabkan individu satu berbeda dengan individu lainnya. Perbedaan ini menunjukkan adanya biodiversitas atau keanekaragaman makhluk hidup di bumi ini.

Klasifikasi Makhluk Hidup

A. Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup merupakan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan  yang dimilikinya.

B. Tujuan Dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup

Tujuannya adalah untuk menyederhanakan objek studi yang beraneka ragam, yaitu dengan cara mencari persamaan dan perbedaan ciri dan sifat yang ada. Dengan adanya klasifikasi maka manfaatnya adalah untuk memudahkan bagi kita untuk mempelajari makhluk hidup yang beraneka ragam, misalnya untuk mengetahui :

  1. Hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
  2. Manfaat makhluk hidup bagi manusia
  3. Cara menjaga kelestarian makhluk hidup tersebut


C. Macam-Macam Klasifikasi Makhluk Hidup

1. Sistem Artifisial (sistem buatan)

Sistem ini berdasarkan pada persamaan ciri morfologi yang mudah dilihat. Contoh : 
  1. Tumbuhan berspora dikelompokan menjadi lumut, paku-pakuan dan jamur
  2. Tumbuhan berbiji dikelompokan menjadi monokotil (padi, jagung) dan dikotil (mangga, rambutan)
  3. Tumbuhan yang dikelompokan sebagai pohon (kedongdong, durian), perdu (kembang merak) dan semak (melati)


2. Sistem Alamiah

Sistem ini berdasarkan pada banyak sedikitnya persamaan sifat-sifat morfologi, anatomi dan fisiologi. Contoh :
  • Hewan berkaki empat : gajah, kerbau, sapi
  • Tumbuhan berbunga : mawar, melati, ros
  • Hewan bersayap : serangga, burung


3. Sistem Filogenetik

Sistem ini berdasarkan pada jauh dekatnya kekerabatan (evolusi), yang mencerminkan urutan perkembangan antara satu tingkatan (takson) dengan tingkatan lain. Makin banyak persamaan maka makin dekat kekerabatannya dan makin sedikit persamaan, maka makin jauh kekerabatannya. Contoh :
  • Tanaman singkong, karet, serat tanaman jarak dimasukan ke dalam satu family Euphorbiaceae karena dapat menghasilkan getah
  • Ikan hiu dan ikan pari dimasukan ke dalam kelompok Chondrihtyes karena tubuhnya disusun atas tulang rawan
Advertisement

D. Urutan Tingkat Takson

MANUSIA
BUAH MANGGA
Urutan Takson
Nama Takson
Urutan Takson
Nama Takson
Kingdom
:  Animalia
Kingdom
:  Plantae
Filum
:  Chordata
Divisi
:  Spermatophyta
Classis
:  Mamalia
Sub Divisi
:  Angiospermae
Ordo (bangsa)
:  Primata
Classis
:  Dicotyledoneae
Famili (keluarga)
:  Hominidae
Ordo (bangsa)
:  Sapindales
Genus (marga)
:  Homo
Famili (keluarga)
:  Anacardiaceae
Spesies (jenis)
:  sapiens
Genus (marga)
:  Mangifera
Spesies (jenis)
:  indica

  • kelompok makhluk hidup yang memiliki sedikit persamaan  berada pada jenjang takson yang lebih tinggi, semakin sedikit persamaan ciri antara makhluk hidup, semakin jauh kekerabantannya 


E. Tata Nama Makhluk Hidup

Pada tahun 1.735 Carolus Linnaeus menciptakan sistem tata nama dengan tujuan untuk mempermudah komunikasi antar ilmuan biologi mengenai suatu jenis makhluk hidup. Tata nama tersebut dekenal dengan sebutan binomial nomenklatur atau tata nama ganda. Berikut kaidah dalam penulisan nama ilmiah :
  1. Menggunakan bahasa Latin (Yunani) atau yang sudah dilatinkan.
  2. Terdiri dari dua kata, dimana kata pertama diawali dengan huruf kapital (menunjukan genus) dan kata kedua diawali dengan huruf kecil (menunjukan spesies).
  3. Penulisan dilakukan dengan cara membuat dua garis bawah terpisah jika ditulis dengan tangan atau dengan huruf miring jika diketik dengan computer. (Solanum lycopersicum atau Solanum lycopersicum).
  4. Nama penemu ditulis dengan singkatan atau ditulis lengkap di belakang nama petunjuk sepsies. Nama penemu ditulis dengan awal huruf besar dan tidak digaris bawahi atau tidak disectak miring.


F. Alternatif Sistem Klasifikasi

1. Sistem Dua Kingdom

Pengelompokannya berdasarkan bisa tidaknya makhluk hidup membuat makanan. Makhluk hidup yang bisa membuat makanannya sendiri (autotrof) dikelompokan ke dalam Kingdom Plantae (tumbuhan), sedangkan makhluk hidup yang tidak bisa membuat makanannya sendiri (heterotrof) dikelompokan ke dalam Kingdom Animalia (hewan).
  1. Kingdom Plantae
  2. Kingdom Animalia

2. Sistem Tiga Kingdom


Muncul setelah ditemukannya mikroskop. Akibatnya ditemukan mikroorganisme yang menyerupai hewan  dan tumbuhan. Makhluk hidup tersebut dikelompokan sendiri kedalam Kingdom Protista.
  1. Kingdom Protista
  2. Kingdom Plantae 
  3. Kingdom Animalia

3. Sistem Empat Kingdom


Muncul setelah berkembangnya teknik dan alat penelitian yang lebih canggih misalnya mikroskop elektron. Akibatnya dapat menjelaskan mengenai struktur dalam sel, misalnya ada tidaknya membran inti. Makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti disebut prokariotik dan dikelompokna ke dalam Kingdom Monera, sedangan makhluk hidup yang memiliki membran inti disebut eukariotik. 
  1. Kingdom Monera   
  2. Kingdom Protista   
  3. Kingdom Plantae
  4. Kingdom Animalia

4. Sistem Lima Kingdom

Pada tahun 1969 R.H.Whittaker memisahkan jamur dari kingdom plantae berdasarkan adanya perbedaan ciri struktur sel dan cara memperoleh makanannya. Jamur dikelompokan sendiri ke dalam Kingdom Fungi.
  1. Kingdom Monera   
  2. Kingdom Protista
  3. Kingdom Fungi
  4. Kingdom Plantae
  5. Kingdom Animalia

5. Sistem Enam Kingdom

Carl Woese tahun 1970an menemukan Archaebacteria berbeda dengan Eubacteria (bakteri) dalam kingdom monera. Archaebacteria lebih mendekati makhluk eukariot.
  1. Kingdom Eubacteria (bakteri)  
  2. Kingdom Archaebacteria
  3. Kingdom Protista
  4. Kingdom Fungi
  5. Kingdom Plantae
  6. Kingdom Animalia


G. Determinasi (Indentifikasi)

Pengenalan suatu makhluk hidup dilakukan dengan cara mengamati persamaan dan perbedaan ciri yang dimilikinya. Biasanya yang paling mudah diamati adalah persamaan/perbedaan dari morfologinya. Determinasi (indentifikasi) dapat dilakukan dengan cara ingatan, bantuan orang lain, spesimen acuan, pustaka atau computer.

Determinasi (indentifikasi) biasanya dilakukan dengan menggunakan kunci dikotom. Kunci dikotom terdiri sederetan bait yang diberi nomor dan setiap bait terdiri dari dua baris yang disebut penuntun. Penuntun berisi ciri yang bertentangan satu dengan yang lainnya dan ditandai dengan huruf.

Keanekaragaman Hayati

v     Pengertian            : adalah adanya makhlk hidup yang beraneka ragam
v     Tingkat keanekaragaman hayati     :
–        Keanekaragaman tingkat gen
Genetika adalah salah satu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat-sifat makhluk hidup dari induk kepada keturunannya. Keanekaragaman tingkat gen artinya seluruh makhluk hidup didunia ini memiliki gen yang berbeda-beda meskipun dalam satu jenis sekalipun. hal tersebut menyebabkan adanya keberagam gen makhluk hidup.
–        Keanekaragaman tingkat jenis
Yaitu adanya keanekaragaman jenis makhluk hidup yang masing-masing dari mereka ada yang memiliki persamaan namun juga perbedaan.
–        Keanekaragaman tingkat ekosistem
Lingkungan tempat hidup sangatlah beragam. Hal tersebut menyebabkan perbedaan jenis makhluk hidup di tempat satu dengan tempat yang lain. Keadaan tersebut terjadi karena adanya penyesuaian sifat-sifat keturunan dengan lingkungan. Jadi, keanekaragaman tingkat ekosistem adalah  keberagaman kondisi lingkungan dan makhluk hidup yang menempatinya
v     Keunikan keanekaragaman hayati Indonesia
–        Memiliki hewan bertipe oriental, Australia dan peralihan
Pada awalnya Wallace menemukan terdapat perbedaan ciri-ciri hewan di Indonesia bagian barat dengan timur. Lalu Max weber berpendapat bahwa hewan yang ada di sulawesi dan sekitarnya memiliki perbedaan dari kedua jenis hewan yang kemukakan oleh Wallace. Jadi di Indonesia terdapat 3 tipe fauna yaitu :
  • Hewan daerah oriental
Ciri-ciri :
–         Mamalia berukuran besar
–         Memiliki banyak jenis hewan primata
–         Warna bulu burung kurang menarik dan tidak beragam
Contoh :
–         Elephas maximus (gajah)
–         Rhinoceros sondaicus (badak bercula satu)
–         Pongo pygmaeus pygmaeus (orang utan kalimantan)
–         Monyet (presbytis thomasi)
–         Murai (myophoneus sp.)
  • Hewan daerah Australia
Ciri-ciri :
–         Mamalia berukuran lebih kecil
–         Memiliki mamalia berkantong
–         Tidak ada primata
–         Warna bulu burung lebih menarik dan beragam
Contoh :
–         Thylogale bruijini (walabi besar)
–         Paradisaea minor (vurung cendrawasih)
–         Casuarius casuarius (burung casuari)
–         Varanus salvator (biawak)
–         Spilocuscus maculatus (kuskus berbintik)
  • Hewan daerah peralihan
Memiliki ciri khas yang tidak ditemukan di kawasan barat maupun timur. Contoh :
–         Varanus komodoensis (komodo)
–         Babyrousa babyrussa (babi rusa)
–         Macrochevalon maleo (burung maleo)
–        Memiliki tumbuhan bertipe malesiana
Malesiana adlah suatu kawasan botani dunia yang meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua new Guini, dan kepulauan Solomon. Ciri ciri :
  • Memiliki tingakat keanekaragaman yang tinggi
  • Di dominasi pohon-pohon yang aktif melakukan fotosintesis
  • Kuantitas sinar matahari dan curah hujan tinggi
Contoh :
–         Mangifera indica (mangga)
–         Shorea curtisii (meranti)
–         Durio zibetinus (durian)
–         Cycas rumphii (pakis)
–         Psidium guajava (jambu biji)
–        Memiliki hewan dan tumbuhan Endemik
Endemik adalah suatu tumbuhan atau hewan yang hanya di temukan di sutau wilayah tertentu dan tidak ditemukan di tempat lain.
Contoh :
–         Varanus komodoensis (komodo)
–         Rhinoceros sondaicus (badak bercula satu)
–         Raflesia Arnoldi (bunga raflesia)
–         Babyrousa babyrussa (babi rusa)
–         Pometia pinnata (matoa)
–        Memiliki hewan dan tumbuhan berstatus langka
Contoh hewan :
–         Crocodylus porosus (buaya muara)
–         Elephas maximus sumatrensis (gajah Sumatra)
–         Rhinoceros sondaicus (badak bercula satu)
–         Varanus komodoensis (komodo)
–         Macrochevalon maleo (burung maleo)
Contoh tumbuhan :
–         Pometia pinnata (matoa)
–         Manilkara kauki (sawo kecik)
–         Pangium edule (kiuwak)
v     Manfaat keanekaragaman hayati
–        Tumbuhan
  • Sumber makanan
  • Sumber ekonomi
  • Sumber obat-obatan dan komestika
  • Sumber bahan bangunan
  • Sumber plasma nutfah
–        Hewan
  • Sumber makanan
  • Sumber sandang
  • Sumber obat-obatan
  • Sumber plasma nutfah
  • Kesenangan
–        Mikroorganisme
  • Sebagai decomposer
  • Sebagai bahan makanan dan Membantu mengolah bahan makanan
  • Membantu penyelesaian masalh pencemaran
  • Membantu teknik rekayasa genetika
  • Membantu membasmi hama tanaman
v     Hilangnya keanekaragaman hayati
–        Hilangnya habitat dan fragmentasi
Hilangnya habitat adalah menyusutnya materi pada tempat yang cocok untuk hidup. Fragmentasi habitat adalah pemisahan suatu habitat menjadi habitat yang lebih kecil lagi.
–        Adanya spesies pendatang (eksotik)
Suatu spesies pendatang dapat memusnahkan sebagian bahkan menghilang suatu spesies asli. Ada beberapa cara seperti menjadi makanannya, mengurangi ruang gerak spesies asli atau kalah bersaing dengan keunggulan spesies pendatang.
–        Degradasi habitat
Degradasi habitat adalah perubahan-perubahan lingkungan yang menimbulkan pengaruh negatif terhadap kehidupan dan kesehatan makhluk hidup yang disebabkan oleh polusi.
–        Eksploitasi secara berlebihan
Eksploitasi yang dilakukan berlebihan tanpa memperhatikan kecepatan daya reproduksinya, dapat berakibat musnahnya sumber daya alam hayati itu sendiri.
v     Pelestarian keanekaragaman hayati
–        Usaha perlindungan melalui konservasi
  • Cagar alam : suatu kawasan yang terdapat tumbuhan, hewan dan ekosistem yang khas dan terlindungi.
  • Suaka margasatwa : suatu kawasan yang memiliki ciri khas keanekaragaman dan keunikan jenis hewan
  • Taman nasional : kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem alsi dan dikelola dengan system zonasi
  • Taman wisata alam : kawasan pelestarian alam untuk kepentingan pariwisata
  • Taman hutan raya : kawaan pelestarian alam untuk koleksi tumbuhan dan hewan alami maupun tidak alami dan asli maupun tidak asli.
  • Taman buru : suatu kawasan yang memiliki potensi buru untuk rekreasi berburu
–        Usaha perlindungan melalui peraturan perundangan
–        Usaha perlindungan melalui keppres
Keppres No. 4 tahun 1993

Rangkuman Materi Biologi Kelas X : Ruang Lingkup Biologi

Ruang Lingkup Biologi





  • Sains berasal dari kata Latin yaitu scintia artinya pengetahuan.
  • Karakteristik sains : Rasional, Objektif, Empiris, Akumulatif.
  • Biologi berasal dari kata bios : hidup, dan logos : ilmu.
  • Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mahkluk hidup baik yang bersifat makrokopis maupun mikrokopis.
  • Cabang-cabang biologi :
  1. Anatomi mempelajari stuktur bagian tubuh manusia.
  2. Anestesi mempelajari pembiusan atau penghilang rasa sakit yang berhubungan dengan operasi atau pembedahan.
  3. Bakteriologi mempelajari bakteri.
  4. Bioteknologi mempelajari teknik pemamfaatan organisme untuk menghasilkan suatu produk yang bermamfaat bagi manusia.
  5. Botani mempelajari beraneka ragam tumbuh tumbuhan.
  6. Ekologi mempelajari hubungan makhluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungannya.
  7. Embriologi mempelajari pertumbuhan dan perkembangan embrio.
  8. Entomologi mempelajari serangga.
  9. Etologi mempelajari tingkah laku makhluk hidup.
  10. Evolusi mempelajari asal usul makhluk hidup dan berbagai perubahan yang terjadi secara perlahan lahan di bumi.
  11. Fisiologi mempelajari fungsi alat alat tubuh makhluk hidup.
  12. Genetika mempelajari cara penurunan sifat makhluk hidup kepada keturunannya
  13. Higiene mempelajari berbagai usaha manusia untuk hidup sehat.
  14. Histologi mempelajari jaringan tubuh.
  15. Imunologi mempelajari sistem kekebalan tubuh.
  16. Mikologi mempelajarfungi
  17. Mikrobiologi mempelajari organisme kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung.
  18. Morfologi mempelajari bentuk dan stuktur makhluk hidup.
  19. Ornitologi mempelajari hewan golongan aves.
  20. Paleomontologi mempelajari kehidupan hewan dan tumbuhan zaman lampau yang telah menjadi fosil.
  21. Patologi mempelajari organisme parasit penyebab penyakit (patogen).
  22. Filogeni meempelajari hubungan anatara kelompok organisme berdasarkan proses evolusinya.
  23. Taksonomi mempelajari penamaan dan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-cirinya.
  24. Teratologi mempelajari kelainan atau cacat embrioo dalam kandungan.
  25. Virologi mempelajari virus.
  26. Zoologi mempelajari beraneka ragam hewan.
  • Peranan biologi :
  1. Bidang kedokteran
  2. Bidang farmasi
  3. Bidang telnologi pangan
  4. Bidang pertanian
  5. Bidang peternakan
  6. Bidang perikanan
  7. Bidang industri
  8. Bidang pengelolaan lingkungan hidup.
  • Kerja ilmiah merupakan suatu rangkaian kegiatan yang di laukan oleh orang yang memiliki sikap ilmiah menggunakan pendekatan keterampilan proses dan melalui langkah - langkah metode ilmiah.
  • Ilmuan-ilmuan biologi yang mengasilkan produk sains :
  1. Gregor Mendel yang menemukan prinsip prinsip genetika.
  2. Antonie Van Leeuwenhoek berhasil menemukan mikroorganisme
  3. Alexander Fleeming yang berhasil menemukan antibiotik.
  4. Ian Wilmut berhasil melakukan kloning sehingga menghasilkan domba dolly.
  • Sikap sikap ilmiah :
  1. Peka dan kritis terhadap fenomena atau kejadian di alam.
  2. Tidak percaya pada tahayul yang kebenarannya tidak dibuktikan.
  3. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
  4. Memiliki minat yang besar untuk menghasilkan suatu produk sains.
  5. Berpikir logis, terbuka, serta mau menerima kritik dan pendapat orang lain.
  6. Jujur dan Objektif terhadap hasil penelitian yang dilakukan.
  7. Teliti, tekun dan tidak mudah putus asa ketika melakuka penelitian.
  8. Optimis terhadap kebenaran penelitian.
  9. Bersikap hormat terhadap peneliti lain atau pun orang lain.
  10. Menghargai hasil penelitian dan penemuan orang lain.
  • Keterampilan proses :
  1. Klasifikasi objek
  2. Mengajukan pertanyaan
  3. Melakukan pengamatan
  4. Menyajikan data
  5. Menafsirkan data
  6. Memprediksi dan memprakirakan data identifikasi variabel dalam percobaan.
  • Variabel bebas adalah perlakuan yang berbeda beda dalam percobaan.
  • Variabel terikat adalah hasil dari perlakuan yang berbeda beda dalam percobaan.
  • Variabel kontrol adalah perlakuan yang sama terhadap percobaan.
  • Variabel perunggu adalah variabel yang tidak dikehendaki, tetapi dapat mempengaruhi hasil percobaan.
  • Metode ilmiah  merupakan suatu cara yang sistematis untuk memecahkan masalah.
  • Langkah langkah metode ilmiah :
  1. Menemukan dan merumuskan masalah.
  2. Mengumpulkan informasi (data data)
  3. Menyusun hipotesis atau dugaan sementara
  4. Melakukan percobaan untuk menguji hipotesis.
  5. Mengolah hasil percobaan ( analisis data ).
  6. Membuat kesimpulan.
  7. Mengomunikasikan hasil penelitian kepada khalayak.
  • Tata tertib penggunaan labolatorium :
  1. Gunakan jas praktikum
  2. Diatas meja hanya boleh meletakan alat tulis, buku, alat praktikum dan bahan.
  3. Jangan memengang bahan yang yang tidak diperlukan.
  4. Tidak makan dan minum di labolatorium.
  5. Pengambilam zat sejumlah yang diperlukan.
  6. Setelah selesai bekerja , bersihkan alat alat , meja dan ruangan.
  7. Pisahkan sampah padat dan sampah cair.
  8. Sisa pengambilan zat sebaiknya dibuang jangan dimasukan ke botol asal.
  9. Sebelum meninggalkan ruangam, teliti kembali keadaan didalam labolatorium.
  • Langkah langkah keselamatan kerja :
  1. Sebelum praktikum, sebaiknya minum segela susu.
  2. Kenakan penutup hidung dan mulut, kaca mata dan sarung tangan saat mengmbil zar zat kimia.
  3. Gunakan alat bantu seperti pipet tetes,pipa kaca, sendok plastik, atau pinset ketika mengambil zat atau bahan.
  4. Hati hati saat membawa atau menggunakan alat alat praktikum yang terbuat dari kaca.
  5. Jika ada bagian tubuh tang terkena zat kimia, segera basuh dengan air mengalir.
  6. Gunakan obat obatan P3K jika terluka.
  7. Segera muntahkan jika ada zat kimia yang masuk ke dalam mulut.
  8. Jangan mencium zar kimia secara langsung.
  9. Jika terjadi kebakaran segera padamkan api dengan alat pemadam yang ada di labolatorium atau dengan lap tebal yang sudah dibasahi air.
  10. Cucilah tangan dengan sabun setelah selesai bekerja.
  • Laporan pratikum di bedakan menjadi dua :
  1. Laporan sementara dibuat langsung saat pratikum bertujuan untuk melaporkan data data hasil pengamatan yang diperoleh.
  2. Laporan resmi dibuat secara lengkap setelah selesai praktikum.
  • Ciri ciri makhluk hidup :
  1. Bernafas
  2. Memerlukan makanan dan minuman.
  3. Melakukan metabolisme.
  4. Melakukan transportasi zat.
  5. Mengeluarkan zat sisa metabolisme.
  6. Peka terhadap rangsang.
  7. Bergerak.
  8. Tumbuh dan berkembang.
  9. Beradaptasj dengan lingkungan.
  10. Berkembang biak.
  • Tingkatan organisasi kehidupan :
  1. Molekul
  2. Sel
  3. Jaringan
  4. Organ
  5. Sistem organ
  6. Individu
  7. Populasi
  8. Komunitas
  9. Ekosistem
  10. Bioma
  11. Biosfer

RESENSI: Pengertian, Unsur, Jenis, Tujuan, Manfaat



Pernahkah kamu tertarik pada sebuah buku karena membaca sebuah tulisan yang mengulas secara singkat detail dari isi buku tersebut? itulah resensi, materi yang akan kita pelajari kali ini. Pertama-tama kita mulai dari pengertiannya.
Pengertian Resensi
Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dimaksud disini bisa berupa berupa buku dan karya seni film dan drama.
Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.

Unsur-unsur Resensi

Terdapat unsur-unsur yang harus dipenuhi sehingga dapat dikatakan utuh, berikut ini unsur-unsurnya:
1. Judul
Judul semestinya harus mempunyai kesinambungan dengan isi resensi. Selain itu, judul yang menarik memberikan nilai lebih tersendiri.
2. Menyusun Data Buku
Penyusunan data buku dapat dilakukan sebagai berikut:
  • Judul buku;
  • Pengarang;
  • Penerbit;
  • Tahun terbit beserta cetakannya;
  • Dimensi buku;
  • Harga buku;
3. Isi Resensi Buku
Bagian ini berisi mengenai sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan singkat dan keunggulan serta kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan bahasa yang digunakan.
4. Penutup Resensi BukuPada bagian penutup biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan. 
Menurut saya, resensi ini hampir serupa dengan teks ulasan. Saya sarankan kamu membacanya juga.

Jenis-jenis Resensi

Secara garis besar resensi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
  1. Informatif, disini resensi disampaikan secara singkat dan umum dari keseluruhan isi buku.
  2. Deskriptif, yaitu resensi yang membahas secara detail pada setiap bagian atau bab nya.
  3. Kritis, yaitu resensi yang mengulas detail buku menggunakan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi resensi biasanya objektif dan kritis dalam menilai isi buku.
Tetapi bisa saja ketiga jenis resensi diatas diterapkan secara bersama-sama karena ketiganya tidak baku.

Tujuan Resensi

Perlu kita ketahui bahwa tujuan resensi diantaranya sebagai berikut:
  • Mengetahui kelebihan dan kekurangan buku yang di resensi.
  • Memberikan gambaran kepada pembaca dan penilaian umum dari sebuah karya secara ringkas.
  • Memberikan masukan kepada penulis berupa kritis dan saran terhadap isi, substansi, cara penulisan buku.
  • Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.
  • Menguji kualitas buku dan membandingkan terhadap karya lainnya.

Manfaat Resensi

1. Bahan Pertimbangan
Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya dan mempengaruhi mereka atas karya tersebut.
2. Sarana Promosi Buku
Buku yang di-resensi biasanya adalah buku baru yang belum pernah di-resensi. Sehingga dengan melakukan hal ini bisa menjadi salah satu bentuk promosi buku sehingga terkenal dan banyak terjual.
3. Pengembangan Kreativitas
Seperti yang kita ketahui bahwa semakin sering menulis semakin baik tingkat keahlian kita, sehingga dengan rajin meresensi secara tidak langsung bisa mengembangkan kreativitas menulis.
4. Nilai Ekonomis
Dan hal yang mungkin tidak kamu bayangkan adalah dengan meresensi buku kita bisa mendapatkan imbalan berupa uang atau lainnya.

PENGERTIAN, JENIS-JENIS, CIRI-CIRI, STRUKTUR PUISI


Pengertian Puisi

Puisi merupakan suatu bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran serta perasaan dari penyair dan secara imajinatif serta disusun dengan mengonsentrasikan kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik serta struktur batinnya. Penekanan pada segi estetik pada suatu bahasa serta penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima merupakan hal yang membedakan pada puisi dari prosa. Namun dari perbedaan tersebut masih saja diperdebatkan.

Dari pandangan kaum awam biasanya cara dalam membedakan puisi dan prosa yaitu dari jumlah huruf serta kalimat dalam karya tersebut. Puisi umumnya lebih singkat dan padat, sedangkan pada prosa lebih mengalir seperti pada mengutarakan cerita.
Beberapa dari para ahli modern memiliki pendekatan untuk mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tetapi sebagai sebuah perwujudan dari imajinasi manusia, yang hal ini menjadi sumber dari segala kreativitas. Selain itu pada puisi juga terdapat curahan dari isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hati yang sedang dialaminya. 




Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

  1. Herman Waluyo
    Menurut Herman Waluyo puisi adalah karya sastra yang bersifat tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.
  2. Sumardi
    Menurut Sumardi puisi adalah salah satu karya sastra dengan bahasa yang dipersingkat, dipadatkan, serta diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata yang imajinatif.
  3. James Reevas
    Menurut James Reevas puisi adalah suatu ekspresi bahasa yang kaya dan penuh dengan daya pikat.
  4. Thomas Carlye
    Puisi merupakan ungkapan pikiran yang memiliki sifat musikal.
  5. Pradopo
    Puisi merupakan rekaman serta interpretasi pengalaman manusia yang sangat penting dan digubah dalam wujud yang berkesan.
  6. Herbert Spencer
    Puisi merupakan bentuk pengucapan gagasan yang memiliki sifat emosional dengan mempertimbangkan efek keindahan.
Itulah pengertian puisi menurut para ahli. 



Jenis-Jenis Puisi

Puisi dibedakan menjadi 2, yaitu : 
  1. Puisi lama
  2. Puisi baru

Pengertian Puisi Lama

Puisi lama merupakan puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan. Aturan puisi lama seperti jumlah kata yang terdapat dalam 1 baris, jumlah baris yang terdapat dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak suku kata pada tiap baris, dan irama. 

Jenis Puisi Lama

  1. Mantra merupakan sebuah ucapan-ucapan yang masih dianggap memiliki sebuah kekuatan gaib
  2. Pantun merupakan salah satu puisi lama yang mempunyai ciri bersajak a-b-a-b, tiap baris terdiri atas 8 hingga 12 suku kata, 2 baris pada awal pantun disebut sampiran, 2 baris berikutnya disebut sebagai isi, tiap bait 4 baris.
  3. Karmina merupakan salah satu jenis pantun yang kilat seperti sebuah pantun tetapi sangat pendek.
  4. Seloka adalah pantun yang berkait.
  5. Gurindam adalah puisi yang terdiri dari tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, dan biasanya berisi nasihat.
  6. Syair merupakan puisi yang bersumber dari negara Arab dan dengan ciri pada tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, biasanya berisi nasihat atau sebuah cerita.
  7. Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari bilangan genap seperti 6, 8, ataupun 10 baris.

Ciri-Ciri Puisi lama

Berikut ciri-ciri puisi lama : 
  1. Puisi lama bisanya berupa puisi rakyat dan tidak diketahui nama pengarangnya.
  2. Puisi lama masih terikat oleh berbagai aturan-aturan seperti dari jumlah baris pada setiap baitnya, sajak serta jumlah suku kata pada setiap barisnya.
  3. Disampaikan dari mulut ke mulut dan dapat disebut juga dengan sastra lisan.
  4. Menggunakan majas atau gaya bahasa tetap dan klise.
  5. Biasanya berisikan tentang kerajaan, fantastis, serta istanasentris.


Pengertian Puisi Baru

Puisi baru merupakan puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan, berbeda dengan puisi lama. Puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, ataupun rima.

Jenis Puisi Baru

  1. Balada merupakan salah satu jenis puisi baru. Balada merupakan puisi tentang cerita. Balada terdiri dari 3 bait dan masing-masing dengan 8 larik serta dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Lalu skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Pada larik terakhir dalam bait pertama digunakan refren dalam bait-bait selajutnya.
  2. Himne merupakan puisi yang digunakan sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau seorang pahlawan.
  3. Ode adalah puisi sanjungan bagi orang yang telah berjasa. Nada serta gayanya sangat resmi, bernada sangat anggun, dan membahas sesuatu yang mulia, memiliki sifat yang menyanjung baik itu terhadap pribadi tertentu atau suatu peristiwa umum.
  4. Epigram adalah puisi yang memiliki isi berupa tuntunan atau ajaran hidup.
  5. Romansa adalah puisi yang berisi tentang luapan perasaan penyair tentang cinta kasih.
  6. Elegi adalah puisi yang memiliki isi tentang kesedihan.
  7. Satire adalah puisi yang berisi tentang sindiran atau suatu kritikan.
  8. Distikon adalah suatu puisi yang tiap baitnya terdiri dari 2 baris (puisi 2 seuntai).
  9. Terzinaa adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 3 baris (puisi 3 seuntai).
  10. Kuatrain adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 4 baris (puisi 4 seuntai).
  11. Kuint adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 5 baris (puisi 5 seuntai).
  12. Sektet adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 6 baris (puisi 6 seuntai).
  13. Septime, adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 7 baris (puisi 7 seuntai).
  14. Oktaf atau Stanza merupakan puisi yang pada tiap baitnya terdiri 8 baris (double kutrain atau dapat disebut juga dengan puisi 8 seuntai).
  15. Soneta merupakan salah satu jenis puisi yang terdiri dari 14 baris yang terbagi menjadi 2, 2 bait pertama masing-masing terdiri dari 4 baris dan 2 bait kedua masing-masing 3 baris.


Ciri-Ciri Puisi Baru

Ciri-ciri puisi baru antara lain: 
  1. Diketahui nama pengarangnya, berbeda dengan puisi lama yang tidak diketahui nama pengarangnya
  2. Perkembangannya secara lisan serta tertulis.
  3. Tidak terikat oleh berbagai aturan-aturan seperti rima, jumlah baris dan suku kata.
  4. Menggunakan majas yang dinamis atau berubah-ubah.
  5. Biasanya berisikan tentang kehidupan.
  6. Biasanya lebih banyak memakai sajak pantun dan syair.
  7. Memiliki bentuk yang lebih rapi dan simetris.
  8. Memiliki rima akhir yang teratur.
  9. Pada tiap-tiap barisnya berupa kesatuan sintaksis.


Struktur Puisi

Struktur Fisik Puisi

  1. Rima atau Irama adalah persamaan bunyi yang terdapat pada puisi, baik itu di awal, tengah, atau di akhir baris puisi.
  2. Imaji merupakan suatu kata atau susunan kata-kata yang mampu untuk dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti perasaan, penglihatan, dan pendengaran.
  3. Diksi yaitu pemilihan beberapa kata-kata yang dilakukan penyair dalam karya puisinya.
  4. Kata konkret adalah kata yang dapat ditangkap dengan menggunakan indera yang dapat memungkinkan munculnya imaji.
  5. Gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan efek serta menimbulkan konotasi tertentu.
  6. Tipografi adalah bentuk puisi seperti pada halaman yang tidak dipenuhi dengan kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris pada tiap puisi yang tidak selalu dimulai dengan menggunakan huruf kapital serta diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut menentukan dalam pemaknaan terhadap puisi.


Struktur Batin Puisi

  1. Tema atau makna; media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah suatu hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus memiliki suatu makna baik itu tiap kata ataupun keseluruhan.
  2. Rasa merupakan sikap penyair terhadap suatu pokok permasalahan yang ada dalam puisinya.
  3. Nada atau tone adalah sikap penyair terhadap pembacanya serta nada berhubungan dengan tema dan rasa.
  4. Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan dari penyair kepada pembaca puisi tersebut.

Teks Biografi: Pengertian Ciri-ciri, Struktur, Jenis dan Unsur Kebahasaan!

Teks Biografi – Acap kali kita membaca biografi seorang tokoh, tapi kita hanya membacanya saja, tanpa mengetahui bagaimana cara membuat teks biografi. Untuk itu, yuk kita memperdalam bagaimana proses teks biografi disusun atau dibuat hingga sampai kepada orang banyak.
Kenapa harus begitu? Ya, tujuannya agar kita tidak menjadi pembaca yang konsumtif saja dan bisa lebih menghargai karya cipta dari penulis
Berbicara mengenai teks biografi, tentunya ada beberapa bagian yang melatarbelakanginya. Demi mempermudah dalam mempelajarinya, pembahasan teks biografi dibagi menjadi 5 pokok bahasan, yang kesemuanya itu akan di ulas sebagai berikut:

1. Pengertian Teks Biografi

Teks biografi adalah suatu bentuk teks yang berisi mengenai kisah atau cerita suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya, entah itu berupa kelebihan, masalah atau kekurangan yang ditulis oleh seseorang agar tokoh tersebut bisa menjadi teladan untuk orang banyak.
Selain biografi, ada juga yang namanya Autobiografi. Autobiografi merupakan suatu riwayat hidup yang ditulis sendiri oleh tokoh tesebut. Untuk itu, antara biografi dan autobiografi sangatlah berbeda. Perbedaan tersebut dapat ditinjau dari penulisnya, apakah riwayat tersebut ditulis sendiri atau orang lain yang menulisnya.

2. Ciri-ciri Teks Biografi

  • Teks biografi harus memuat informasi berdasarkan fakta pada toko yang diceritakan dalam bentuk narasi
  • Memuat sebuah fakta pengalaman hidup suatu tokoh dalam memecahkan masalah-masalah sampai pada akhirnya sukses, sehingga patut menjadi teladan
  • Teks biografi memiliki struktur yang jelas

3. Jenis-jenis Biografi


pixabay.com

Berdasarkan Sisi Penulis

  • Autobiografi, Suatu riwayat hidup yang ditulis sendiri oleh tokoh tesebut.
  • Biografi, Suatu bentuk teks yang berisi mengenai kisah atau cerita suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya, entah itu berupa kelebihan, masalah atau kekurangan yang ditulis oleh orang lain.
Biografi berdasarkan izin penulisan dibagi menjadi dua:
  • Authorized biography, sebuah biografi yang penulisannya mendapatkan izin atau sepengetahuan tokoh yang akan di tulis cerita hidupnya.
  • Unauthorized biography, biografi yang penulisannya tanpa seizing dan sepengetahuan tokoh yang akan di tulis kisah hidupnya. Biasanya penulisan unauthorized biography terjadi karena tokoh tersebut telah wafat.

Berdasarkan Isinya

  • Biografi perjalanan hidup, berisi sebuah perjalanan hidup lengkap seorang tokoh atau diambil dari bagian-bagian yang dianggap mempunyai kesan.
  • Biografi perjalanan karir, berisi sebuah perjalanan karir seorang tokoh mulai dari awal hingga karir yang dilakukan saat ini atau bisa juga perjalanan karir dalam mencapai sebuah kesuksesan tertentu.

Berdasarkan Persoalan yang Dibahas

  • Biografi politik, penulisan cerita hidup tokoh suatu Negara dilihat dari sudut pandang politik. Biografi semacam ini mendapatkan bahan dari kumpulan berbagai riset. Akan tetapi, biografi politik biasanya tidak lepas atau sarat akan kepentingan penulis atau tokoh yang minta untuk ditulis.
  • Biografi intelektual, biografi ini hampir sama dengan biografi politik, persamaannya yaitu kumpulan bahannya yang didapatkan dari berbagai riset. Namun, penulisannya dituangkan dalam gaya bahasa ilmiah.
  • Berdasarkan jurnalistik, sebuah biografi yang penulisannya didapatkan dari hasil wawancara dengan tokoh yang akan ditulis atau tokoh yang menjadi rujukan sebagai bahan pendukung cerita.

Berdasarkan Penerbit

  • Buku sendiri, sebuah biografi tokoh yang dijadikan buku oleh penerbit dengan biaya produksi mulai dari penulisan, percetakan dan pemasaran ditanggung sendiri. Penulisan biografi ini bertujuan untuk laku dijual dipasaran atau mendapatkan perhatian publik.
  • Buku subsidi, penulisan biografi tokoh yang biaya produksinya ditanggung oleh sponsor. Biasanya biografi seperti jika dilihat dari segi komersil tidak akan laku ataupun jika laku harga jualnya terlalu tinggi sehingga tidak terjangkau.

4. Struktur Teks Biografi

a. Orientasi

Tahap ini adalah bagian pengenalan suatu tokoh, berisi gambaran awal tentang tokoh tersebut di dalam teks biografi.

b. Peristiwa dan Masalah

Tahap ini adalah bagian kejadian atau peristiwa yang dialami oleh tokoh. Berisi penjelasan suatu cerita baik itu berupa pemecahan masalah, proses berkarir, peristiwa menyenangkan, menegangkan, menyedihkan hingga mengesankan yang pernah dialami oleh tokoh hingga mengantarkannya meraih mimpi, cita-cita dan kesuksesan.
Semua kejadian tersebut diurai disini.

c. Reorientasi

Tahap ini adalah bagian penutup. Berisi mengenai pandangan penulis kepada tokoh yang dikisahkan. Reorentasi ini bersifat opsional semata, jadi boleh ada maupun tidak ada.

Unsur Kebahasaan Teks Biografi

a. Kata Hubung

Kata hubung adalah kata yang berfungsi sebagai penyambung antara satu kata dengan kata yang lain dalam sebuah kalimat dan juga kata hubung antara satu kalimat dengan kalimat yang lain.
Apabila kata hubung tersebut berfungsi sebagai penyambung kata dalam sebuah kalimat, kata hubung itu dinamakan konjungsi intrakalimat. Contoh: dan , tetapi, lalu, kemudian.
Apabila kata hubung tersebut berfungsi menyambungkan antara satu kalimat dengan kalimat lain, kata hubung itu dinamakan konjungsi antarkalimat. Contoh: oleh karena itu, akan tetapi, meskipun demikian, tidak hanya itu.

b. Rujukan Kata

Rujukan kata yaitu kata yang merujuk pada kata lain yang sudah diungkapkan sebelumnya. Kata rujukan dikatagorikan menjadi beberapa bagian, antara lain:
  • Kata rujuk benda atau hal. Contoh : ini, itu, tersebut.
  • Kata rujuk tempat. Contoh : disini, disana, disitu.
  • Kata rujuk orang. Contoh : dia, ia, beliau, mereka, -nya.

c. Peristiwa, Waktu dan Tempat

Dalam teks biografi, terdapat kata yang berfungsi menunjukkan peristiwa, waktu dan tempat yang dialami oleh tokoh.

d. Kata Kerja

Kata kerja atau verba adalah suatu kelompok kata yang menjelaskan sesuatu hal yang dilakukan oleh tokoh. Kata kerja dibagi menjadi dua, yakni berdasarkan bentuk dan berdasarkan jenis.

Kata Kerja Berdasarkan Bentuk

1. Kata kerja dasar
Kata kerja dasar adalah kata kerja yang masih dalam bentuk aslinya, yang berarti kata kerja ini belum mengalami pengimbuhan baik awalan, akhiran ataupun sisipan.
Contoh : Adil, ambil, ajak
2. Kata kerja berimbuhan
Kata kerja berimbuhan merupakan kata kerja yang sudah mengalami penambahan, baik berupa awalan, akhiran, maupun sisipan.
Contoh :
Mengambil. Awalan = me + ambil (kata kerja dasar)
Mengadili. Awalan = meng + adil (kata kerja dasar) + i (akhiran)