Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Pencemaran Lingkungan

A. Macam – macam Pencemaran Lingkungan

Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara.

1. Pencemaran Air

Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.
Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambahjumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming.

Beberapa jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan eceng gondok akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari tidak menembus sampai dasar perairan. Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang.

Bahan-bahan kimia lain, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya. Apabila di dalam ekosistem perairan terjadi pencemaran DDT atau pestisida, akan terjadi aliran DDT.

b. Pencemaran Tanah

Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah.
Menurut sumbernya, limbah padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik), industri dan alam (tumbuhan). Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah anorganik biasanya berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam dan kaleng.

Sampah organik pada umumnya mudah dihancurkan dan dibusukkan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat menurunkan kualitas tanah.

c. Pencemaran Udara
Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.

Pencemaran Udara Berbentuk Gas

Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC).

Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan. Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung dengan partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.

Pencemaran Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat

Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru.

Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia.

Partikel yangmencemari udara dapat berasal dari pembakaran bensin. Bensin yang digunakan dalam kendaraan bermotor biasanya dicampur dengan senyawa timbal agar pembakarannya cepat mesin berjalan lebih sempurna. Timbal akan bereaki dengan klor dan brom membentuk partikel PbClBr. Partikel tersebut akan dihamburkan oleh kendaraan melalui knalpot ke udara sehingga akan mencemari udara.

B. Dampak Pencemaran Bagi Manusia Secara Global

Pembakaran bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. gas CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat banyak, gas CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan dipantulkan kembali ke Bumi.

Akibatnya, suhu di Bumimenjadi lebih panas. Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan efek rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari pembusukan kotoran hewan.

Efek rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi naik secara global, atau lebih dikenal dengan pemanasan global. Akibat pemanasan global ini, pola iklim dunia menjadi berubah. Permukaan laut menjadi naik,sebagai akibat mencairnya es di kutub sehingga pulau-pulau kecil menjadi tenggelam. Keadaan tersebut akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia.

Akibat lain yang ditimbulkan pencemaran udara adalah terjadinya hujan asam. Jika hujan asam

Terjadi secara terus menerus akan menyebabkan tanah, danau, atau air sungai menjadi asam. Keadaan itu akan mengakibatkan tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya terganggu dan mati. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.

C. Upaya Penanggulangan Pencemaran Lingkungan

Berbagai upaya telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, antara lain melalui penyuluhan dan penataan lingkungan. Namun, usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Untuk membuktikan kepedulian kita terhadap lingkungan, kita perlu bertindak. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, diantaranya sebagai berikut:

Membuang sampah pada tempatnya

Membuang sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan aliran airnya terhambat. Akibatnya, samapah akan menumpuk dan membusuk. Sampah yang membusuk selain menimbulkan bau tidak sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis penyakit. Selain itu, bisa meyebabkan banjir pada musim hujan.

Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.

Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam tanah sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang lainnya.

Penanggulangan limbah industri

Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di perairan. Denan demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat racun dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem.
Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian penduduk. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap kehidupan masyarakat.

Penanggulangan pencemaran udara

Pencemaran udara akibat sisa dari pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik, dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak. Perlu dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti kendaraan berenergi listrik.

Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama pengontrolan dan pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan bermotor.

Diadakan penghijauan di kota-kota besar
Tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis. Adanya jalur hijau akan mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dengan demikian, tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara. Selain itu, tumbuhan hijau melepaskan O2 ke atmosfer.

Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai

Pemberian pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil pertanian. Namun, di sisi lain dapat menimbulkan pencemaran jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikai merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan yang masuk ke perairan.

Begitu juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman. Jika penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan menimbulkan pencemaran. Selain dapat mencemari lingkungan juga dapat meyebabkan musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan, seperti bakteri pengurai atau serangga yang membantu penyerbukan tanaman.

Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistem pertanian.

Pengurangan pemakaian CFC

Untuk menghilangkan kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu sekitar seratus tahun salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang tidak perlu oleh manusia. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.

Dewasa ini, tingkah laku manusia dengan sikap semena-mena terhadap lingkungan sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Selain mengeksploitasi alam secara serakah, manusia juga telah meracuni alam ini dengan berbagai jenis sampahnya.

Macam Macam Ekosistem Beserta Pengertian, Komponen, Contoh

Pengertian Ekosistem – Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk dari hubungan timbal balik antara tamu dengan lingkungan. Ekosistem ini bisa juga dianggap sebagai tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh, di antara seluruh elemen lingkungan yang masing-masing memiliki pengaruhnya satu sama lain.
Di dalam sebuah ekosistem ada organisme yang berkembang di masyarakat bersama dengan lingkungan fisik di suatu sistem. Organisme tersebut akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, namun sebaliknya organisme juga dapat mempengaruhi lingkungan fisik tersebut untuk hidup. Organisme yang ada di mikroorganisme tertentu akan menghasilkan suatu sistem kontrol.
Berikut ini ulasan lengkap seputar ekosistem. Mulai dari Pengertian ekosistem, contoh ekosistem, komponen ekosistem, macam macam ekosistem, keanekaragaman ekosistem laut, darat, sawah, sungai, hutan, dll.

Pengertian Ekosistem

Pengertian Ekosistem
Ekosistem adalah penggabungan dari setiap unik di dalam biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik, antara organisme dengan lingkungan fisik sehingga aliran energi akan menuju ke struktur biotik tertentu. Selain itu ada juga siklus material yang terjadi antara organisme dan anorganisme, dan matahari sebagai sumber dari seluruh energi yang ada.

Komponen Ekosistem

Komponen Ekosistem
Komponen Ekosistem
Ada beberapa pembentukan komponen di dalam ekosistem, yang meliputi :

1. Abiotik

Abiotik atau yang lebih dikenal sebagai komponen tak hidup adalah komponen fisik dan juga kimia, yang bersifat substrat. Atau kelangsungan hidup dan lingkungan di tempat untuk hidup. Sebagian besar komponen abiotik tersebut bervariasi di dalam ruang dan waktu, komponen abiotik ini dapat berupa bahan organik, senyawa organik, dan faktor lainnya.
Faktor-faktor lain tersebut akan mempengaruhi distribusi organisme, faktor tersebut diantaranya yaitu :
a. Suhu
Suhu adalah proses biologis yang telah dipengaruhi oleh suhu, selain itu mamalia dan burung merupakan makhluk hidup yang mengatur suhu di dalam tubuh.
b. Air
Ketersediaan air dapat mempengaruhi distribusi organisme, contohnya organisme di gurun akan beradaptasi dengan ketersediaan air di padang pasir.
c. Garam
Konsentrasi garam juga akan mempengaruhi keseimbangan air di dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial juga dapat beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam yang cukup tinggi.
d. Sinar matahari
Intensitas dan kualitas cahaya akan mempengaruhi proses fotosintesis, air mampu menyerap cahaya sehingga lingkungan air dan fotosintesis terjadi di sekitar permukaan matahari yang dapat terjangkau. di padang pasir intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan yang hidup di sana bisa depresi.
e. Tanah dan batu
Ada beberapa karakteristik tanah dan batu yang meliputi struktur fisik pada tanah, pH, dan komposisi mineral yang membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada isi sumber makanan mereka di dalam tanah.
f. Iklim
Iklim merupakan suatu kondisi cahaya dalam waktu yang lama di suatu daerah, iklim makro meliputi iklim global, regional dan juga lokal. Iklim mikro termasuk ke dalam iklim di suatu daerah yang dihuni oleh suatu komunitas tertentu.

2. Biotik

Biotik adalah suatu istilah yang biasanya digunakan untuk merujuk pada sesuatu yang hidup atau organisme. Komponen biotik merupakan komponen yang membentuk suatu ekosistem selain komponen abiotik, atau komponen yang tidak bernyawa. Berdasarkan peran serta fungsinya makhluk hidup dapat dibagi menjadi 2 macam. Diantaranya yaitu :
a. Heterotof atau konsumen
Komponen heterotrofik terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan organik yang telah disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya. Komponen heterotrofik tersebut disebut dengan komponen makro atau fagotrof, karena makanan yang dimakannya lebih kecil.
b. Pengurai atau dekomposer
Pengurai adalah suatu organisme yang mengurai bahan organik, yang asalnya dari organisme yang sudah mati. Pengurai konsumen tersebut disebut dengan makro atau sapotrof, karena makanan tersebut dimakan dalam jumlah yang besar. Organisme penyerap akan menyerap sebagian dekomposisi dan melepaskan bahan sederhana.
Bahan sederhana tersebut dapat digunakan kembali menjadi produsen, lalu diklasifikasikan sebagai pengurai yaitu bakteri dan jamur. Selain itu ada juga jenis pengurai yang disebut dengan detritivor, yaitu sejenis hewan yang akan memakan sisa-sia bahan organis yang membusuk contohnya yaitu kutu kayu.
Ada 3 jenis dekomposisi, diantaranya yaitu :
1. Aerobik
Aerobik adalah oksigen yang berfungsi sebagai akspetor elektron atau oksidan.
2. Anaerobik
Anaerobik merupakan oksigen yang tidak terlibat, yang di mana bahan organiknya berfungsi sebagai akseptor elekton atau oksidan.
3. Fermentasi
Fermentasi adalah oksidasi aneorobik bahan organik yang juga berfungsi sebagai akseptor elekton. Di suatu tempat komponen ini akan berinteraksi dan membentuk suatu sistem ekosistem yang teratur. Misalnya saja ekosistem di dalam sebuah akuarium, ekosistem tersebut terdiri dari ikan yang menjadi komponen heterotrofik. 
Lalu tanaman air sebagai komponen autrotrof, dan plankton yang mengambang di air yang berfungsi sebagai komponen pengurai. Sedangkan yang termasuk pada komponen abiotik adalah batu, air, pasir, mineral dan juga oksigen yang telah larut di dalam air.
Pengertian ekosistem, contoh ekosistem, komponen ekosistem, macam macam ekosistem, keanekaragaman ekosistem laut, darat, sawah, sungai, hutan, dll.

Keanekaragaman Ekosistem

Keanekaragaman Ekosistem
Keanekaragaman Ekosistem
Kondisi lingkungan pada setiap makhluk hidup sangatlah beragam, dan kondisi yang beragam tersebut menyebabkan setiap jenis makhluk hidup yang menempatinya juga sangat beragam. Keanekaragaman yang seperti itu disebut dengan keanekaragaman di tingkat ekosistem. Biasanya ekosistem akan terbentuk oleh adanya berbagai macam kelompok atau spesies.
Yang telah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya, lalu mereka akan saling mempengaruhi antara spesies yang satu dengan spesies lainnya. Juga di antara spesies dengan lingkungan abiotik tempat mereka hidup, misalnya udara, suhu air, sinar matahari, tanah, kelembapan dan mineral. Ekosistem berbeda dengan yang lainnya, yang sesuai dengan spesies pembentuknya.
Di dunia tempat kita tinggal ada beberapa ekosistem yang biasa kita jumpai diantaranya ekosistem rawa, ekosistem terumbu karang, ekosistem laut dalam, ekosistem padang lamu, ekosistem mangrove, ekosistem dana, ekosistem pantai pasir, dan masih banyak lagi. Seiring dengan semakin berkembang dan canggihnya teknologi manusia, kini manusia pun bisa menciptakan ekosistem.
Ekosistem yang telah dibuat oleh manusia diantaranya yaitu ekosistem sawah, kebun dan juga ladang. Namun agro ekosistem memiliki tingkat pada keanekaragaman spesies yang jauh lebih rendah, dan dibandingkan dengan eksosistem yang alamiah. Tetapi jenis ekosistem tersebut memiliki tingkat keanekaragaman genetik yang jauh lebih tinggi.
Maka dari itu keanekaragaman ekosistem juga dapat dilihat dari habitatnya sebagai makhluk hidup. Seperti misalnya ekosistem sawah, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem gurun, sungai, dan ekosistem padang rumput.

Ciri-Ciri Ekosistem

Ciri-Ciri Ekosistem
Ciri-Ciri Ekosistem
Seperti yang kita ketahui bahwa di bumi ini ada banyak macam dan jenis dari ekosistem, pada dasarnya ekosistem ini dibagi menjadi 2 macam yaitu ekosistem air dan ekosistem daratan. Berikut ini ciri-ciri dari ekosistem darat, yaitu :
1. Ekosistem yang memiliki lingkungan fisik yang berupa daratan
Lingkungan fisik yang berasal dari ekosistem daratan dan memang ada di wilayah daratan. Tetapi di wilayah tersebut bukan berarti tidak ada perairan sama sekali. karena di ekosistem daratan kita tetap bisa menemui perairan, tapi yang lebih dominan adalah wilayah daratannya. Sedangkan wilayah perairannya hanya sebagai tambahan saja.
2. Memiliki 3 struktur vegetasi yang domanan dalam skala luas
Ekosistem daratan adalah gambaran interaksi dari makhluk hidup dengan lingkungannya secara umum. Sehingga ekosistem daratan tidak hanya meliputi daerah yang sempit saja. Tetapi meliputi wilayah yang juga luas, oleh karena itu ekosistem daratan lebih sering dikenal sebagai bioma.
3. Jenis tumbuhan dan hewan yang beradaptasi pada lingkungan atau wilayah di daratan
Di ekosistem daratah beberapa jenis tumbuhan dan hewan akan beradaptasi di wilayah daratan. Hal itu dikarenakan oleh daratan yang telah menjadi habitat dari flora dan fauna tersebut. karena ekosistem daratan ini terdiri dari beberapa jenis, dan setiap jenisnya memiliki karakteristiknya masing-masing.
Pengertian ekosistem, contoh ekosistem, komponen ekosistem, macam macam ekosistem, keanekaragaman ekosistem laut, darat, sawah, sungai, hutan, dll.

Ekosistem Laut

Ekosistem Laut
Ekosistem Laut
Ekosistem laut adalah jenis ekosistem akuatik yang telah didominasi oleh nilai konsentrasi garam yang cukup tinggi, di permukaannya yang sangat luas. Sebagai buktinya yaitu jika kita memasuki wilayah laut lalu mencicipi airnya maka rasanya akan terasa asin. Keunikan dari ekosistem laut adalah hanya dihuni oleh biota laut saja.
Seperti misalnya hewan yang bersel satu, invertebrata, mamalia dan beragam tanaman laut misalnya terumbu karang dan rumput laut. Selain itu masih ada ciri-ciri khusus dari ekosistem laut tersebut, diantaranya yaitu : 
1. Ekosistem laut memiliki variasi suhu, yaitu perbedaan suhu di antara bagian permukaannya dengan bagian dalam laut atau kedalaman air laut.
2. Memiliki tingkat salinitas atau tingkat keasinan dan kadar garam yang larut di dalam air laut yang cukup tinggi, bahkan hingga semakin mendekati garis khatulistiwa maka tingkat salinitasnya akan semakin tinggi.
3. Tidak akan terlalu dipengaruhi oleh keadaan iklim dan juga cuaca.
4. Didominasi oleh NaCl atau garam sampai mencapai 75%.

Ekosistem Darat

Ekosistem Darat
Ekosistem darat merupakan yang sebagian besar faktor lingkungannya didominasi oleh daratan. Ekosistem darat ini berada di dalam area yang lebih luas, atau biasa disebut dengan bioma. Tipe bioma itu sendiri dipengaruhi oleh iklim yang ada. Sedangkan iklim itu sendiri dipengaruhi oleh letak geografis, yang berada di dalam garis lintang dan ketinggian tempat di permukaan laut.
Ada 7 macam bioma yang terdapat di daratan atau di muka bumi ini, diantaranya yaitu hujan tropis, padang savana, padang rumput, tundra, gurun, hutan gugur, dan taiga. Berikut penjelasan dari beberapa jenis ekosistem darat tersebut :
1. Hutan tropis
Hutan hujan tropis ini berada di garis khatulistiwa, seperti yang terdapat di dalam lembah amazon, Amerika Selatan, Asia Tenggara (yaitua Indonesia, Malaysia, dan Thailand), dan lembah sungai Kongo.
2. Padang rumput
Biasanya padang rumput berada di daerah tropis yang memiliki iklim yang sedang. Misalnya di Hongaria, Amerika Selatan, Australia, dan Rusia Selatan. Sedangkan di negara kita Indonesia padang rumput ini adanya di Nusa Tenggara. Hewan yang biasanya hidup di padang rumput diantaranya yaitu reptil, kanguru, burung, kijang, singa, cheetah, dll.
3. Savana
Savana atau yang kita kenal juga dengan sabana adalah padang rumput yang diselingi oleh pepohonan. Sabana juga biasanya berada di daerah tropis seperti misalnya Australia Utara, Nusa Tenggara Timur, Kenya Afrika, dan Nusa Tenggara Barat.

Ekosistem Sawah

Ekosistem Sawah
Ekosistem sawah adalah salah satu ekosistem buatan yang ada di daratan di muka bumi ini. walaupun tidak semua daratan mampu dibuat sedemikian rupa menjadi ekosistem persawahan. Karena ekosistem persawahan memiliki ciri khas yang dibangun oleh komponen tertentu yaitu abiotik dan komponen biotik.
1. Komponen abiotik
Unsur-unsur alam yang menjadi penyusun ekosistem sawah dapat dikendalikan oleh manusia, sedangkan yang lainnya dipengaruhi oleh alam. Faktor abiotik sebagai penyusun ekosistem sawah diantaranya yaitu :
a. Cahaya
b. Tanah
c. Air
2. Komponen biotik
Unsur biotik yang dapat kita temukan di ekosistem sawah diantaranya yaitu :
a. Tumbuhan primer
b. Tumbuhan sekunder
c. Hewan

Ekosistem Air Tawar

Ekosistem Air Tawar
Ekosistem air tawar merupakan ekosistem akuatik yang memiliki konsentrasi garam yang rendah, asal usul dari ekosistem air tawar ini adalah sumber mata air yang ada di bawah tanah. Dengan kondisi tersebut maka komponen biotik yang hidup di dalamnya mampu hidup dengan baik. Karakteristik abiotik akan berpengaruh pada komponen biotik yang mampu bertahan hidup.
Bedasarkan produksi materi organiknya maka ekosistem air tawar ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Danau oligotropik
Oligortopik ini merupakan sebutan atas danau yang dalam tetapi kekurangan makanan, karena fitoplankton yang ada di daerah limnetik tidak produktif.
2. Danau eutropik
Sedangkan eutropik adalah sebutan dari danau yang dangkal dan memiliki kandungan makanan yang cukup kaya. Hal itu dikarenakan oleh fitoplanktonnya sangat produktif, kebalikan dari danau oligotropik.

Ekosistem Sungai

Ekosistem Sungai
Pengertian ekosistem sungai secara umum yaitu segala macam interaksi atau hubungan timbal balik dari suatu makhluk hidup, dan lingkungannya yang meliputi kawasan atau daerah sungai. Ekosistem sungai ini meliputi sepanjang wilayah dan daerah sungai. Yang urutannya terdiri dari hulu sungai, badan sungai, hilir sungai dan bahkan muara sungai.
Sepanjang aliran sungai itulah yang disebut dengan ekosistem sungai, dan ekosistem sungai ini termasuk pada jenis ekosistem air tawar. Di hampir daerah dan wilayah Indonesia memiliki ekosistem sungai, karena setiap pulau di Indonesia memiliki sungai. Beberapa sungai yang terkenal dan menjadi ekosistem sungai terbesar adalah sungai mahakam, kapuas, musi, dan lain-lain.

Ekosistem Hutan

Ekosistem Hutan
Ekosistem yang satu ini merupakan jenis ekosistem yang paling penting keberadaannya di muka bumi. Ekosistem hutan adalah hubungan antara beberapa kumpulan di beberapa populasi. Yang di mana populasi tersebut hidup di permukaan tanah, dan berada di kawasan hutan. Ekosistem hutan telah membentuk suatu kesatuan ekosistem yang berada di dalam keseimbangan yang dinamis.
Ekosistem hutan termasuk ke dalan jenis ekosistem yang alamiah, yang sering dijuluki sebagai paru-paru bumi. Karena hutan memang memegang peranan yang sangat penting dalam mengatur dan menjaga kesehatan manusia, di muka bumi. Hutan juga sering dijadikan parameter untuk melihat apakah bumi sedang dalam keadaan sakit atau tidak.

Ekosistem Danau

Ekosistem Danau
Ekosistem yang satu ini merupakan jenis ekosistem buatan, ekosistem danau adalah jenis ekosistem yang mencakup pada keseluruhan atau lingkup danau dan sekitarnya. Sedangkan pengertian danau itu sendiri adalah sekungan yang terdapat pada permukaan bumi. Secara garis besarnya dapat disebutkan bahwa ekosistem danau adalah hubungan dari beberapa populasi.
Yang di mana populasi tersebut hidup di suatu sekungan yang berisi air yang ada di permukaan bumi, dan populasi tersebut saling berinteraksi satu sama lain. Baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Kingdom Animalia ; Pengertian, Ciri-Ciri, Klasifikasi, Contoh

Pengertian Kingdom Animalia

Kingdom Animalia adalah klasifikasi taksonomi organisme yang tidak memiliki dinding sel serta kloroplas dan karena itu tergantung pada organisme lain untuk makanan mereka. Organisme yang tergolong dalam kingdom animalia adalah eukariota.
Kingdom animalia adalah hewan yang bentuk organisme aukariotik yaitu organisme dengan sel komplek yang multiseluler. Sangat berbeda dengan tumbuhan yang melakukan fontosintetis untuk membuat makanan sendiri. Hewan akan mencari makanannya sendiri dan dicerna ke dalam tubuh membutuhkan oksigen dan karbondioksida sebagai zat sisa.
Hewan memiliki banyak sel otot untuk pergerakan dan sel saraf untuk merespon sekitar sehingga hewan tidak memiliki dinding sel.
Organisme multiseluler dalam bentuk dewasa dan memiliki rancangan tubuh komplek sebagai organisme. Kingdom animalia terdiri dari organisme multiseluler, eukariota heterotrofik yang mengasimilasi makanan di luar sel dan nutrisi yang dicerna dan diserap ke dalam tubuh.

Ciri-Ciri Kingdom Animalia

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri kingdom animalia antara lain:
  1. Organisme Multiseluler (banyak sel) atau uniseluler
  2. Memerlukan Oksigen
  3. Tidak bisa memproduksi makanan sendiri (Heterotrof)
  4. Memiliki sel otot untuk penggerak dan sel saraf untuk rangsangan (respon)
  5. Bentuk Dewasanya selalu diploid (2n)
  6. Reproduksi Umumnya Seksual, namun beberapa filum juga menggunakan reproduksi aseksual
  7. Ukuran bervariasi (mikro – makro besar)
  8. Tidak mempunyai dinding sel
  9. Tidak berplastida dan klorofil (heterotrof)
  10. Mahluk eukariotik (inti ditutupi membran)
  11. Sangat bergerak aktif
  12. Merespon rangsangan dengan cepat

Klasifikasi Kingdom Animalia

Adapun klasifikasi kingdom animalia yang vetebrata tidak memiliki tulang belakang dan mempunyai tulang belakang:

1.      Vetebrata

Berikut ini adlah beberapa vetebrata filum yaitu Porifera, Coelenterata, Plathyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda dan Echinodermata.

a. invertebrate

invertebrate adalah hewan h ewan multiseluler dengan tubuh berpori, jaringan yang belum terbentuk, memiliki rangka serta saluran air. Cenderung hewan air laut memperoleh makanannya dari air yang masuk ke pori-pori. Reproduksi secara aseksual dengan pembentukan tunas, gemmule (tunas internal) dan regenerasi. Reproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet.

b. Coelenterata

Coelenterate adalah hewan multiseluler diploblastik yang tubuhnya telah terbentuk jaringan, berbentuk polip atau medusa dengan tentakel berpenyengat, memiliki rongga pencernaan, system saraf sederhana dan tidak memiliki system ekskresi. Adanya tentakel yang digunakan untuk menagkap mangsa. Coenlenterata adalah hewan laut dan bereproduksi dengan pembentukan tunas oleh polip (gamet oleh medusa atau polip)

c. Platyhelminthes

Platyhelminthes adalah hewan triploblastik aselomata dengan tubuh simetri bilateral berbentuk pipih, memiliki system saraf, system pencernaan dengan satu lubang, tidak memiliki system sirkulasi, respirasi dan ekskresi. Hidupnya bisa di air tawar dan air laut. Bereproduksi dengan seksual secara sendiri atau silang, reproduksi aseksual dengan fragmentasi yang diikuti regenerasi. Hewan ini adalah hewan parasit.

d. Nemathelminthes

Nemathelminthes adalah hewan triploblastik pseudoselomata, tubuh simetri bilateral berbentuk bulat panjang dilapisi kutikula dengan system pencernaan lengkap, system sirkulasi oleh cairan pseudoselom, tidak memiliki system respirasi dan ekskresi. Hidupnya bebas ata parasit di tanah yang basah, sawah, rawa bahkan bebas di air laut. Hewan ini parasite bagi hewan, manusia atau tumbuhan.

e. Annelida

Annelida adalah hewan triploblastik selomata, tubuh simetri bilateral bersegmen, memiliki otot, system pencernaan lengkap, system sirkulasi, system saraf tangga tali yaitu sistem saraf. Hewan ini yang terdiri dari ganglia otak di depan tubuh dekat dengan faring dan tali saraf yang menembus segmen tubuh serta memiliki system ekskresi. Annelida tidak memiliki system respirasi, bersifat hemafrodit atau gonokoris alat kelamin jantan betina. Hidup pada perairan bebas tawar, laut, lembab, rawa, lembab atau parasit.

f. Mollusca

Mollusca adalah hewantriploblastik selomata dengan simetri bilateral, bertubuh lunak, hidup bebas di laut, air tawar maupun darat. Bercangkang, tubuh terdiri dari kaki, sistem percernaan yang lengkap, respirasi dengan insang atau rongga mantel. Hidup tempat lembab. Memiliki alat kelamin masing-masing jantan dan betina.

2.      Invertebrata

Invertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki vertebrae atau tulang belakang memanjang pada bagian dorsal (punggung) kepala hingga ekor. Berikut ini adalah hewan vetebrata:

a. Pisces

Pieces atau ikan memliki tulang punggung belakang. Pisces dapat bernapas di dalam air berkat insang yang ada pada tubuhnya. Pisces adalah hewan poikiloterm (hewan berdarah dingin) yang dapat menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu air tempat hidupnya. Bagian luar tubuhnya dilindungi oleh eksoskeleton berupa sisik. Ikan bernafas menggunakan insang.

b. Amfibi

Amfibi adalah hewan yang hidup di air maupun di darat. Hewan amfibi adalah katak, yang bernafas menggunakan paru-paru dan kulit. Pada saat menjadi kecebong maka pernafasan menggunakan insang.  Jika hendak bertelur maka katak akan mencari air.

c. Reptilia

Reptil adalah hewan vertebrata pertama yang dapat beradaptasi di daerah kering. Reptile ini misalnya ular, buaya, kadal, kura-kura, cicak. Hewan ini sangat mudah dalam beradaptasi dengan sekitar.

d. Aves

Aver atau burung adalah hewan yang memiliki bulu pada tubuhnya. Adanya sayap untuk berpindah tempat atau terbang.burung adalah contoh hewan berdarah panas. Hewan ini memiliki kantung hawa berfungsi untuk terbang, mengatur keseimbangan.

e. Mammalia

Msmmalia adalah hewan berbulu atau berambut. Mammalia adalah hewan yang berkembang biak dengan melahirkan. Kecuali platypus bertelur.

Contoh Kingdom Animalia

Berikut ini contoh hewan kingdom animalia interbrata dan vetebrata antara lain:

Contoh hewan invertebrata

  • Siput
  • Kecoa
  • Udang
  • Lobster
  • Capung
  • Bintang laut
  • Serangga
  • Ubur-ubur
  • Hydra
  • Cumi-cumi
  • Cacing

Contoh hewan vertebrata

Semua jenis ikan kecuali remang, belut
  • Amfibia, katak, salamander
  • Keluarga burung merpati, kutilang, kelelawar, ayam, itik
  • Hewan repril ular, kadal, cicak, tokek
  • Mamalia atau hewan menyusui kambing, sapi, anjing, kuda, kerbau

Kingdom Plantae : Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap

Pengertian Kingdom Plantae

Kingdom Plantae atau yang lebih dikenal dengan tumbuhan ialah salah satu organisme eukariotik multiseluler yang mempunyai dinding sel dan klorofil. Klorofil yaitu zat hijau daun yang fungsinya untuk fotosintesis yang sehingga tumbuhan mampu membuat makanannya sendiri atau yang sifatnya autotrof. Inilah yang membedakan antara Kingdom Plantae dan Kingdom Animalia. Perbedaan lainnya dari Kingdom Plantae tidak bisa bergerak bebas seperti Kingdom Animalia.

Ciri-Ciri Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Kingdom Plantae mempunyai ciri-ciri khusus yang menjadikan Kingdom yang satu ini berbeda dengan Kingdom Animalia. Ciri-ciri tersebut yaitu sebagai berikut :
  • Pada dinding sel yang tersusun oleh selulosa.
  • Mempunyai klorofil yang fungsinya untuk fotosintesis.
  • Karena mempunyai klorofil, oleh karena itu kingdom plantae yang bersifat autotrof (bisa membuat makanan sendiri) dengan bantuan cahaya sinar matahari.
  • Eukariot
  • Bersifat Multiseluler
  • Dapat menyimpan cadangan makanan dalam bentuk amilum (pati)
  • Dapat mengalami pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya.

Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Kingdom Plantae mempunyai klasifikasinya sendiri. Klasifikasi ini membantu kita untuk bisa membedakan antara spesies yang satu dengan spesies yang lain dalam Kingdom Plantae.
1. Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Tumbuhan lumut yaitu suatu kumpulan tumbuhan kecil, yang hidup di darat dan biasanya tumbuh ditempat lembab, tidak mmepunyai akar, batang dan daun sejati, serta tidak mempunyai pembuluh pengangkut (xilem dan floem), merupakan sebuah tumbuhan peralihan antara tumbuhan ber-talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-kormus (kormofita) dan mengalami suatu pergiliran keturunan
Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
  • Talofita yaitu tumbuhan yang tidak bisa dibedakan antara akar, batang dan daun.
  • Kormofita yaitu suatu tumbuhan yang sudah bisa dibedakan antara akar, batang dan daun
  • Tumbuhan lumut disebut juga dengan tumbuhan peralihan karena ada berupa tumbuhan yang masih berupa talus (lembaran, yakni lumut hati), tetapi ada juga yang sudah mempunyai struktur tubuh mirip dengan akar, batang dan daun sejati (lumut daun).
  • tumbuhan lumut juga merupakan suatu tumbuhan pelopor (vegetasi perintis), yang tumbuh disuatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh
  • Tumbuhan ini berukuran : makroskopis 1-2 cm, dan ada juga yang mencapai 40 cm.
  • Tumbuhan ini tubuh nya berbentuk : mempunyai dua bentuk generasi, yakni generasi Gametofit dan generasi Sporofit.
Jenis-Jenis Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Tumbuhan lumut ialah tumbuhan talus, yang hidupnya ditempat lembab dan autotrof.
Tumbuhan lumut terbagi menjadi 3 : Lumut hati, lumut tanduk dan lumut daun.
1. Hepaticopsida (lumut hati)
  • Jenis lumut ini berbentuk talus, berlobus seperti berbentuk hati manusia
  • jenis lumut ini merupakan lumut berumah dua (deoceus)
  • Pada reproduksi aseksual dengan cara fragmentasi, dalam pembentukan gemmacup (kuncup) dan spora
  • Gemmacup yaitu struktur khas yang terdapat pada suatu gametofit yang berupa mangkok yang mengandung suatu kumpulan lumut kecil.
  • Gemma bisa lepas dan tersebar oleh air yang kemudian tumbuh menjadi lumut baru.
  • Dalam Reproduksi seksual terjadi dengan fertilisasi antara spema dan ovum
  • Jenis lumut ini membentuk zigot.
Contohnya : Marchantia polimorpha
2. Anthocerotopsida (lumut tanduk)
  • Lumut tanduk disebut juga dengan Anthoceropsida .
  • Pada Gametofitnya mirip dengan lumut hati, sedengakan perbedaannya terletak pada sporofitnya.
  • Sporofit lumut tanduk memiliki kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit.
Contohnya : Anthoceros laevis (lumut tanduk).
3. Bryopsida (lumut daun)
  • Bryopsida ialah lumut sejati karena yang bentuk tubuhnya mirip dengan tumbuhan kecil yang mempunyai bagian akar (rizoid), batang dan daun.
  • Hidupnya yang berkelompok untuk membentuk hamparan tebal seperti beludru.
Contohnya : Polytrihcum dan Spagnum
Manfaat Tumbuhan lumut (Bryophyta)
  • Beberapa spesies Sphagnum bisa digunakan untuk obat kulit dan mata.
  • Pada beberapa tumbuhan lumut yang tumbuh di hutan hujan bisa digunakan sebagai penahan erosi dan untuk menyerap air
  • Bisa digunakani untuk ornamen tata ruang
  • Marchantia nya sebagai obat penyakit hati

2. Tumbuhan Paku (Pterydophyta)
Tumbuhan Paku ialah suatu tumbuhan yang sudah mempunyai akar, batang dan daun sejati, yang berkembang biak dengan spora (kormofita berspora), dan mempunyai pembuluh angkut xilem dan floem, mempunyai klorofil juga, berakar serabut dan mengalami suatu pergiliran keturunan
Ciri-Ciri Tumbuhan Paku (Pterydophyta)
  • Pada akar, batang, dan daun bisa di bedakan
  • Spora yang dihasilkan pada sporofil, terutama pada bawah daunnya
  • Daun muda nya tumbuh menggulung
Jenis-Jenis Tumbuhan Paku (Pterydophyta)
Klasifikasi : Tumbuhan paku terbagi menjadi 4 kelas, yaitu :
1. Paku purba (Psilopsida)
  • Jenis tumbuhan paku ini Spesiesnya hampir punah, yang tersisa 10 – 13 spesies
  • Jenis tumbuhan paku ini menghasilkan satu jenis spora (homospora)
  • Pada gametofitnya tidak mempunyai klorofil, nutrisi yang diperoleh dari simbiosis dengan jamur
Contohnya : Rynia dan psilotum
2. Paku kawat (Lycopsida)
  • jumlah spesiesnya lebih kurang 1000
  • Bisa menghasilkan dua jenis spora (heterospora)
  • Pada Sporangium terdapat pada strobilus yang berbentuk kerucut
  • Pada Gametofit tidak berklorofil
  • Gametofit ada yang uniseksual dan biseksual
Contohnya : Selaginela dan Lycopodium
3. Paku ekor kuda (Spenopsida)
  • jumlah spesies nya lebih kurang 15 spesies
  • Habitat nya pada tempat yang lembab daerah subtropis
  • Jenis ini juga dsebut dengan ekor kuda karena bentuknya batang yang seperti ekor kuda
  • Sporangium berupa strobilus
  • Jenis merupakan paku homospora
  • Pada gametofit mempunyai klorofi
  • Gametofit biseksual
Contohnya : Equisetum
4. Paku sejati ( Pteriopsida)
  • Jenis yang satu ini jumlah nya paling banyak, kurang lebih 12.000 spesies
  • Mempunyai akar, batang dan daun sejati
  • Pada daun mudanya tumbuh menggulung (circinnatus)
Contohnya : semanggi (Marsilea crenata) , suplir (Adiantum cuneatum)
Manfaat Tumbuhan Paku
  • Bisa dijadikan tanaman hias
  • Bisa menjadi sayur-sayuran
  • Sebagai pupuk hijau pada tanaman padi
  • Selaginella plana juga bisa sebagai obat luka

3. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
Kata spermatophyta berasal dari bahasa Yunani yaitu sperma=biji , phyton=tumbuhan kelompok tumbuhan yang hidup di darat, mempunyai akar, batang dan daun sejati, tracheophyta, autotrof, serta dapat menghasilkan biji.
Ciri-Ciri Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
  • Mempunyai bunga/organ biji yang dihasilkan oleh strobilus atau bunga
  • Jika biji tertutup disebut dengan Angiospermae dan yang terbuka disebut dengan Gymnospermae.
Jenis-Jenis Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
1. Tumbuhan berbiji terbuka (gymnospernae)
Gymnospernae ialah suatu tumbuhan yang bijinya tidak ditutupi oleh bakal buah.
Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka adalah:
  • Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba Batang dan akar berkambium yang sehingga bisa tumbuh membesar
  • Mempunyai bentuk perakaran tunggang
  • Daunnya sempit, tebal dan kaku
  • Pada tulang daun tidak beraneka ragam
  • Tidak mempunyai bunga sejati
  • Pada Alat perkembangbiakannya yang berbentuk kerucut yang disebut dengan strobilus atau runjung.
  • Pada bakal biji tersusun dalam strobilus
  • Pada Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.
  • bakal biji nya tidak dilindungi oleh daun buah/berbiji terbuka
Tumbuhan Berbiji Terbuka Dibagi Menjadi 4 Kelas Yaitu :
  • Cycadinae Ciri khasnya yaitu batangnya tidak bercabang, daunnya majemuk, tersusun sebagai tajuk di puncak pohon. Merupakan tumbuhan berumah dua, yang artinya mempunyai strobilus jantan saja atau strobilus betina saja. Contohnya: Zamia furfuracea, Cycas revoluta dan Cycas rumphii (pakis haji)
  • Ginkgoinae Jenis tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari daratan Cina. Tinggi pohon ini bisa mencapai 30 meter, daun nya berbentuk kipas dan mudah gugur. Serbuk sari dan bakal biji nya dihasilkan oleh individu yang berlainan. Anggota kelompok ini hanya ada satu species yakni Ginkgo biloba.
  • Coniferinae Coniferales yang berarti tumbuhan pembawa kerucut, karena pada alat perkembangbiakan jantan dan betina berupa strobilus yang berbentuk kerucut. Tumbuhan yang termasuk kelompok ini mempunyai ciri selalu hijau sepanjang tahun (evergreen). Contohnya : Agathis alba (damar), Pinus merkusii (pinus), Cupressus sp.,Araucaria sp., Sequoia sp., Juniperus sp. dan Taxus sp.
  • Gnetinae Jenis tumbuhan ini anggota kelompok nya berupa perdu, liana (tumbuhan pemanjat) dan pohon. Daunnya yang berbentuk oval/lonjong dan duduk daun nya berhadapan dengan bentuk urat daun menyirip. Pada xilem ini terdapat trakea dan floem tidak mempunyai sel pengiring. Strobilus tidak berbentuk kerucut, tetapi sudah bisa disebut dengan “bunga”. Contohnya : yang terkenal dari kelompok ini yaitu Gnetum gnemon (melinjo).
2. Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)
Tumbuhan biji tertutup ialah tumbuhan yang bijinya terdapat pada dalam bakal buah.
Ciri-Ciri Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)
  • Hidupnya sebagai pohon, perdu, semak, yang merambat atau herba/terna
  • Daunnya berbentuk pipih dan lebar dengan susunan tulang daun menyirip, menjari, melengkung atau sejajar
  • Mempunyai bunga sejati dengan sebuah perhiasan bunga yang berupa kelopak dan mahkota bunga dan pada alat perkembangbiakannya berupa putik dan benang sari
Tumbuhan biji tertutup terbagi menjadi dua kelas yang berdasarkan jumlah keping bijinya, yaitu:
1. Dikotil
  • Mmepunyai dua daun lembaga ( dikotiledon)
  • Pada batang umumnya bercabang
  • Pada tulang daunnya menjari atau menyirip
  • Mmepunyai kambium sehingga pada akar dan batang bertambah besar, jaringan ikat pembuluh xilem dan floem pada akar dan batang tersususn dalam suatu lingkaran
  • Mempunyai suatu sistem akar tunggang
  • Bunganya mempunyai bagian – bagian dengan kelipatan 4 atau 5, yang bentuknya beraturan dengan bunga yang mencolok
Contoh tumbuhan Dikotil adalah sebagai berikut :
  • Yang pertama Suku getah-getahan (Euhorbiaceae), misalnya: tumbuhan singkong, jarak, karet, dan puring
  • Yang kedua Suku polong-polongan (Leguminosae), misalnya: pada tumbuhan putri malu, petai, flamboyan, kembang merak, kacang kedelai,kacang tanah dan lain sebagainya.
  • Yang ketiga Suku terung-terungan (Solanaceae), misalnya: pada tumbuhan kentang, terong, tomat, cabai, kecubung, dan lain sebagainya.
  • Yang keempat Suku jeruk-jerukan (Rutaceae), misalnya: pada tumbuhan jeruk manis, jeruk bali
  • Yang kelima Suku kapas-kapasan (Malvaceae), misalnya: pada tumbuhan kembang sepatu, kapas
  • Yang keenam Suku jambu-jambuan (Mirtaceae), misalnya: pada tumbuhan cengkih, jambu biji, jambu air, jambu monyet, jamblang, dan lain sebagainya.
  • Dan yang terakhir Suku komposit (Compositae), misalnya: pada tumbuahan bunga matahari, bunga dahlia, bunga krisan
2. Monokotil
  • Mempunyai satu daun lembaga (kotiledon)
  • Pada batangnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, ruas-ruas batang jelas
  • Pada Daunnya biasanya berpelepah dan berupa daun tunggal
  • Mempunyai tulang daun sejajar ataumelengkung
  • Tidak berkambium, pada jaringan xilem dan floem pada akar dan batang tersusun tersebar
  • Mempunyai suatu sistem akar serabut
  • Bunga nya mempunyai bagian-bagian dengan jumlah yang berkelipatan 3, bentuknya tidak beraturan, warna tidak mencolok
Contoh tumbuhan monokotil adalah sebagai berikut :
  • Yang pertama Suku rumput-rumputan (Graminae), misalnya: pada tumbuhan padi, jagung, bambu, rumput, tebu, gandum dan lain sebagainya.
  • Yang kedua Suku pinang-pinangan (Palmae), misalnya: pada tumbuhan kelapa, rotan, kelapa sawit, aren, salak dan lain sebaginya.
  • Yang ketiga Suku jahe-jahean (Zingiberaceae), misalnya: pad atumbuhan kunyit, jahe, lengkuas
  • Yang keempat Suku nanas-nanasan (Bromeliaceae), misalnya: pada tumbuhan nanass
  • Dan yang terakhir Suku anggrek-anggrekan (Orcidaceae), misalnya: pada tumbuhan anggrek bulan, anggrek macan, anggrek yang tumbuh di hutan irian jaya dan lain sebagainya.

Jamur (Fungi)

  • Ciri-ciri jamur :
1.        Eukariotik yang memiliki dinding sel
2.        Tidak memiliki klorofil
3.        Makanannya berupa bahan organik yang diperoleh dari lingkungannya, baik dari mahkluk hidup lain atau dari sisa mahkluk hidup
4.        Dinding sel tersusun dari kitin
5.        Beberapa memiliki zat warna, seperti Amanita muscaria
6.        Jamur multiseluler memiliki sel-sel memanjang berupa benang-benang (hifa)
7.        Hifa pada jenis jamur tertentu memiliki sekat antar-sel yang disebut septum
8.        Hifa tanpa sekat : Hifa senositik
9.        Hifa jamur bercabang-cabang dan berjalin membentuk miselium
10.     Miselium vegetatif : Menyerap makanan
11.     Miselium generatif : Alat reproduksi, menghasilkan spora
12.     Melakukan pencernaan secara ekstraseluler atau di luar tubuh jamur
13.     Bersifat heterotrof
  • Berdasarkan cara memperoleh makanannya :
1.        Saprofit : Memperoleh zat organik dari sisa-sisa organisme mati dan bahan tak hidup. Sebagai pengurai (dekomposer) utama
2.        Parasit : Memperoleh zat organik dari organisme hidup lain. Merugikan organisme inangnya karena dapat menyebabkan penyakit
3.        Simbiosis mutualisme : Hidup saling menguntungkan dengan organisme lain. Contohnya : Jamur bersimbiosis dengan ganggang hijau biru membentuk lumut kerak dan jamur yang bersimbiosis dengan akar tanaman tingkat tinggi membentuk mikoriza
  • Habitatnya :
1.        Tempat basah/lembab di daratan
2.        Organisme/sisa-sisa organisme di laut/air tawar
3.        Lingkungan asam
4.        Konsentrasi gula tinggi
  • Reproduksi aseksual :
1.        Pembentukan kuncup/tunas pada jamur uniseluler
2.        Pemutusan benang hifa (fragmentasi miselium) pada jamur uniseluler
3.        Pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) pada jamur multiseluler. Spora aseksual berupa :
§  Sporangiospora : Dihasilkan dari pembelahan mitosis sel dalam kotak spora (sporangium) yang terdapat pada ujung sporangiofor (struktur yang mendudukung sporangiofor)
§  Konidiospora : Dihasilkan dari pembelahan mitosis sel pada ujung konidiofor (penudukung konidia)
  • Reproduksi seksual : Pembentukan spora seksual yang dihasilkan secara singami (penyatuan sel/hifa yang berbeda jenis)
  • Klasifikasi berdasarkan cara reproduksi seksualnya :
a)       Zigomycota :
§  Hifa tak bersekat
§  Hifa berdiferensiasi membentuk sporangium
§  Alat reproduksi seksual : Zigosporangium yang berdinding tebal dan bewarna kehitaman
§  Tidak memiliki tubuh buah
§  Habitatnya :
1.        Merupakan jamur terestrial (daratan)
2.        Saprofit pada makanan/pada sisa tumbuhan dan hewan
3.        Parasit pada manusia dan tumbuhan
4.        Bersimbiosis saling menguntungkan dengan organisme lain
§  Reproduksi aseksualnya : Fragmentasi miselium atau pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) yang dihasilkan oleh sporangium
§  Peranannya :
1.        Rhizopus oryzae : Pembuatan tempe
2.        Mucor javanicus : Pembuatan tape
3.        Rhizopus stolonifer, Rhizopus nigricans, Mucor mucedo, Pilobolus : Pengurai saproba sisa organisme/bahan yang terbuat dari produk organism
b)       Ascomycota :
§  Sebagian besar multiseluler, uniseluler (Saccaromyces cerevisiae)
§  Yang multiseluler hifanya bersekat
§  Alat reproduksi aseksualnya : Hifa yang berdiferensiasi membentuk konidiofor
§  Alat reproduksi seksualnya : Askus
§  Tubuh buah pada Ascomycota : Askokarp
§  Peranannya :
§  Saccharomyces cerevisiae : Pembuatan roti dan minuman beralkohol (mengubah gula menjadi alkohol (etanol) dan karbon dioksida)
§  Saccharomyces ellipsoideus : Pembuatan wine dari buah anggur
§  Saccharomyces tuac : Pembuatan tuak dari air nira
§  Neurospora crassa : Oncom
§  Morchella esculenta dan Sarcoscypha coccinea : Tubuh buahnya dapat dimakan
§  Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum : Antibiotik
§  Penicilliumcamembertz dan Penicillium roqueforti : Keju
c)        Basidiomycota :
§  Jamur multiseluler hifanya bersekat
§  Tubuh buah pada Basidiomycota : Basidiokarp
§  Alat reproduksi seksualnya : Basidiospora
§  Reproduksi aseksualnya : Membentuk spora konidia
§  Peranannya :
-          Jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur merang (Volvariella volvacea), dan jamur shitake (Lentinula edodes) : Dapat dimakan tubuh buahnya
-          Jamur kayu (Ganoderma) : Obat/makanan suplemen
Yang merugikan :
-          Jamur karat (Puccinia graminis) : Parasit pada daun tanaman pertanian
-          Punnicinia arachidis : Parasit pada tanaman kacang
-          Ustilago maydis : Parasit pada jagung
-          Amanita ocreata dan Amanita phalloides : Beracun dan mematikan bila dimakan
-          Amanita muscaria : Menyebabkan halusinasi bila dimakan
d)       Deuteromycetes :
§  Bukan kelompok jamur sebenarnya dalam klasifikasi jamur
§  Setiap jenis jamur sudah diidentifikasi tetapi belum diketahui reproduksi seksualnya dikelompokkan dalam deuteromycetes (jamur tidak sempurna)
§  Jika cara reproduksi suatu jenis jamur Deuteromycetes diketahui, jamur tersebut akan dikelompokkan ulang menjadi anggota salah satu divisi jamur Zygomycota, Ascomycota, atau Basidiomycota
  • Lumut kerak :
1.        Bentuk kehidupan saling menguntungkan antara jamur dan organisme fotosintetik
2.        jamur dalam lumut kerak umumnya adalah Ascomycota dan Basidiomycota, sedangkan organisme fotosintetiknya adalah Cyanobacteria/ganggan hijau uniseluler
3.        Jamur memperoleh hasil fotosintesis dari Cyanobacteria
4.        Jamur bertugas menjaga ketersediaan air bagi Cyanobacteria
5.        Cyanobacteria memperoleh nutrien untuk fotosintesis yang diserap oleh jamur dari lingkungan
6.        Reproduksi aseksual : Fragmentasi badan vegetatif (talus) atau dengan soredia
7.        Reproduksi seksualnya : Jika yang bersimbiosis adalah Ascomycota dan Basidiomycota yang menghasilkan askospora dan basidiospora
  • Mikoriza :
1.        Simbiosis mutualisme antara jamur dan akar tumbuhan tingkat tinggi
2.        Jamur memperoleh senyawa organik
3.        Tumbuhan memperoleh air dan mineral (terutama fosfor) yang diserap oleh jamur dari dalam tanah, jamur juga menyediakan hormon pertumbuhan tertentu yang melindungi akar tumbuhan terhadap infeksi mikroorganisme