Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Soal Beriman Kepada Malaikat

1. Malaikat Allah Swt, termasuk makhluk gaib artinya…a. Makhluk yang halus sifatnya
b. Makhluk yang tidak jelas wujudnya
c. Makhluk yang tidak nampak

d. Makhluk yang tercipta dari cahaya
e. Makhluk yang jelas
Jawaban: C (Makhluk yang tidak nampak), Penjelasan Gaib Yaitu Ada tapi tidak terlihat,
 
2. Berikut yang termasuk hikmah beriman  kepada malaikat adalah….
a. Enggan melakukan Maksiat

b. Lebih tenang melakukan Maksiat
c. Hidup menjadi lebih sulit
d. Menyadari bahwa Allah Swt, ternyata perlu bantuan
e. Menjadikan kita lebih optimis menjalani hidup
Jawaban: A (Enggan melakukan Maksiat) Penjelasannya, Karena setiap tingkah laku kita baik atau buruknya akan di catat dan dipertanggung Jawabkan di akhirat.
 
3. Setiap manusia akan menemui ajalnya, malaikat yang mencabut nyawa manusia adalah…
a. Malaikat Malik
b. Malaikat Rajin
c. Malaikat Ridwan
d. Malaikat Izrail

c. Malaikat Israfil
Jawaban: D (Malaikat Izrail)
 
4. Agar kita selamat dunia dan akhirat, kita senantiasa beribadah dan beramal saleh, amal kita dicatat oleh…
a. Malaikat Izrail
b. Malaikat Arif
c. Malaikat Rakib

d. Malaikat Naksir
e. Malaikat Munkar
Jawaban: C (Malaikat Rakib)
 
5. Seseorang hendaknya percaya pada  yang gaib atas dasar petunjuk …
a. Ijtihad
b. Al-Qur’an
c. Ulama
d. Ilmu pengetahuan
e. Al-Qur’an dan Hadis
Jawaban: b (Al-Qur’an) penjelasan karena hadis, mengambil sumber dari Al-Qur’an.
 
6. Iman kepada malaikat termasuk rukun iman yang…
a. Pertama
b. Kedua

c. Ketiga
d. Keempat
e. Kelima
Jawaban: B (kedua) Iman kepada malaikat-malaikat Allah.
 
7. Setiap manusia ada malaikat yang mengawasi. Hal ini terdapat dalam …
a. Q.S Qaf ayat 18

b. Q.S Qaf ayat 19
c. Q.S Qaf ayat 20
d. Q.S Qaf ayat 21
e. Q.S Qaf ayat 22
Jawaban: A (Q.S Qaf ayat 18) ” Ingatlah Ketika Mencatat dua (malaikat) yang mencatat, duduk disebelah kanan dan di sebelah kiri, tidaklah diucapkan suatu perkataan, melainkan ada disisinya (malaikat) pengawas yang hadir”. 

8. Di antara perbedaan manusia dengan malaikat adalah…
a. Keduanya makhluk Allah Swt,
b. Malaikat senantiasa taat, sedangkan manusia kadang taat kadang bermaksiat

c. Keduanya penghuni surga
d. Memilik nafsu yang tidak terkendali
e. Malaikat dari cahaya, sedangkan manusia dari tulang
Jawaban: B 
 
9. Malaikat yang bertugas menanyai manusia di alam kubur adalah….
a. Malaikat Jibril dan Mikail
b. Malaikat Israfil dan Izrail
c. Malaikat Rakib dan Arus
d. Malaikat Munkar dan Bakir

e. Malaikat Malik dan Ridwan
Jawban: D
 
10. Malaikat yang bertugas meniup sangkakala adalah…
a. Malaikat Rakib
b. Malaikat Atid
c. Malaikat Izrail
d. Malaikat Israfil

e. Malaikat Ridwan
Jawaban: D
 
11. Untuk memahami segala sesuatu yang gaib hendaknya dilandasi dengan..
a. Islam
b. Alquran
c. Ihsan
d. Takwa
e. Iman

Jawaban: E
 
12. Malaikat yang bertugas menjaga surga dan neraka adalah…
a. Malaikat Rakib dan Atid
b. Malaikat Munkar dan Nakir
c. Malaikat Jibril dan Mikail
d. Malaikat Ridwan dan Malik

e. Malaikat Izrail dan Israfil
Jawaban: D
 
13. Jumlah Malaikat Allah Swt, yang wajib diketahui umat Islam adalah…
a. Terbatas
b. Tidak terhingga
c. 10

d. 20
e. 25
Jawaban: C
 
14. Ciri-ciri yang benar tentang malaikat adalah…
a. Memiliki sifat-sifat Tuhan
b. Diciptakan dari cahaya

c. Memiliki sifat pemberontak
d. Dapat berkembang biak
e. Sangat benci kepada manusia
Jawaban: B
 
15. Berikut yang bukan merupakan sifat malaikat adalah…
a. Melaksanakan perintah Allah Swt.
b. Tidak mempunyai nafsu
c. Senantiasa bertasbih kepada Allah Swt
d. Dapat berubah bentuk
e. Senantiasa takabur

Jawaban: E

Soal Materi Zina

1. Dosa dalam ajaran Islam ada dua yaitu..
A. Dosa berat dan ringan
B. Dosa besar dan panjang
C. Dosa besar dan kecil
D. Dosa hitam dan putih
E. Dosa kecil dan sedang
Jawaban: C

2. Salah satu dampak negatif pergaulan bebas adalah perbuatan…
A. Syirik
B. Zina
C. Terpuji
D. Riba
E. Ria
Jawaban: B

3. Perzinaan yang dapat dituntut berdasarkan KUHP adalah apabila dilakukan oleh…
A. Orang yang pernah menikah
B. Pelajar
C. Karyawan
D. Janda dan duda
E. Semua Jawaban benar
Jawaban: A

4. Hukum bagi penzina Muhsan adalah..
A. Dicambuk 100x
B. Dirajam
C. Diasingkan
D. Dipukul
E. Dipenjara
Jawaban: B

5. Dibawah ini yang tidak termasuk cara-cara untuk menghindari perbuatan dosa besar adalah…
A. Menghindari akhlak mahmudah
B. Menanamkan keimanan di dalam hati
C. Memperbanyak berzikir kepada Allah Swt
D. Memulai membiasakan diri menghindari perbuatan dosa
E. Memperbanyak aktivitas yang positif
Jawaban: A

6. Q.s Al-Isra ayat 32 mengandung larangan untuk tidak…
A. Syirik
B. Berjudi
C. Ria
D. Berzina
E. Membunuh
Jawaban: B

7. Dibawah ini yang bukan merupakan syarat saksi orang yang menuduh zina adalah…
A. Dewasa
B. Jujur
C. Sehat jasmani dan rohani
D. Islam
E. Adil
Jawaban: C

8. Saksi zina dapat diterima apabila jumlah saksi sebanyak…
A. 1 orang
B. 2 orang
C. 3 orang
D. 4 orang
E. 5 orang
Jawaban: D

9. Menuduh orang lain berbuat zina tanpa ada saksi dan bukti-bukti yang membenarkan tuduhan disebut..
A. Rujuk
B. Zina Muhsan
C. Zina ghair Muhsan
D. Qazaf
E. Li’an
Jawaban: D

10. Perbuatan zina yang dilakukan oleh seseorang yang masih lajang dan belum Pernah menikah disebut zina…
A. Ghair Muhsan
B. Ghair Ahsan
C. Haram
D. Muhsan
E. Ahsan
Jawaban: A

11. Menurut macamnya, zina terbagi menjadi…
A. Tiga macam
B. Empat macam
C. Lima macam
D. Dua macam
E. Enam macam
Jawaban: D

12. Melakukan zina hukumnya
A. Sunah
B. Mubah
C. Haram
D. Makruh
E. Boleh
Jawaban: C

13. Pelaku zina akan kehilangan … Dirinya di masyarakat.
A. Teman
B. Keliatan
C. Anak
D. Kehormatan
E. Kekayaan
Jawaban: D

14. Perbuatan zina merupakan salah satu dosa besar sehingga para pelakunya akan mendapatkan murka dari …
A. Manusia
B. Allah Swt
C. Malaikat
D. Jin
E. Setan
Jawaban: B

15. Pada saat hari penghitungan amal(yaumul-hisab), para pelaku zina akan…
A. Bahagia
B. Biasa saja
C. Terkejut
D. Bangga
E. Menyesal
Jawaban: E

Soal Al-Qur’an Dan Hadis; PG, Essay dan Jawaban

1. Segala sesuatu yang dijadikan dasar ajaran Islam disebut
A. Al-Qur’an
B. Hadis
C. Ijtihad
D. Hukum Islam
E. Sumber hukum Islam
Jawaban: E

2. Sumber hukum yang pertama bagi umat Islam adalah…
A. Al-Qur’an
B. Hadis
C. Ijtihad
D. Al-Qur’an dan Hadit
E. Al-Qur’an, Hadis, dan Ijtihad
Jawaban: A

3. Sumber hukum Islam yang telah disepakati para ulama adalah…
A. Al-Qur’an
B. Hadis
C. Ijtihad
D. Al-Qur’an dan Hadit
E. Al-Qur’an, Hadis dan Ijtihad
Jawaban: C

4. Al-Qur’an berisi tentang hukum-hukum
I’tiqadiyah, artinya…
A. Al-Qur’an berisi hukum-hukum akhlak manusia
B. Al-Qur’an berisi tentang keimanan
C. Al-Qur’an berisi tentang kisah kehidupan kaum terdahulu
D. Al-Qur’an berisi tentang ibadah dan muamalah
E. Al-Qur’an berisi tentang kabar gembira dan peringatan
Jawaban: A

5. Sebagian diantara ayat-ayat Al-Qur’an masih bersifat global (garis besar) yang masih perlu penjelasan. Penjelasan tersebut diperoleh dari…
A. Hadis qudsi
B. Wahyu Allah Swt
C. Tafsir
D. Ayat-ayat yang lain
E. Hadis Nabi Muhammad Saw
Jawaban: C

6. Hadis merupakan sumber hukum Islam yang…
A. Pertama
B. Kedua
C. Ketiga
D. Keempat
E. Kelima
Jawaban: B

7. Allah SWT berfirman:
.. .. وَمَاۤ اٰتٰٮكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰٮكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا
Potongan ayat di atas anjuran untuk…
A. Menerima apa yang disampaikan malaikat
B. Menerima apa yang disampaikan orang
C. Menerima nasihat dari orang lain
D. Menerima apa yang diberikan Nabi Saw.
E. Menolak apa yang diberikan Nabi Saw.
Jawaban: D

8. Hadis yang tidak boleh digunakan sebagai landasan hukum yaitu hadis…
A. Mutawatir
B. Hasan
C. Sahih
D. Daif
E. Masyhur
Jawab: D

9. Hadis memberikan batasan-batasan terhadap hal-hal belum ada batasannya. Dalam hal ini berfungsi sebagai….
A. Takhsisul ‘ammi
B. Al-bayyan
C. Taqidul mutlaqi
D. Bayanul Jami
E. Al-furqan
Jawaban: C

10. Hadis memberikan penjelasan terhadap Al-Qur’an yang baru disebutkan secara garis besar atau memerinci dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Dalam hal ini fungsi hadis sebagai…
A. Taqidul mutlaqi
B. Takhsisul’ammi
C. Bayinul Jumli
D. Al-furqan
E. Ikmal
Jawaban: C

11. Pengen Ijtihad menurut Bahasa adalah..
A. Memeras pikiran
B. Bekerja
C. Kesepakatan
D. Berusaha keras
E. Kelompok
Jawaban: D

12. Berikut syarat melakukan Ijtihad, Kecuali…
A. Paham seluruh bahasa
B. Paham terhadap Al-Qur’an
C. Paham ulama salaf
D. Dapat menetapkan hukum
E. Paham terhadap hadis
Jawaban: A

13. Berdasarkan hukum taklifi, makan, minum dan tidur hukumnya…
A. Mubah
B. Sunah
C. Makruh
D. Wajib
E. Haram
Jawaban: D

14. Menurut hukum Islam, suatu perbuatan yang apabila dikerjakan atau ditinggalkan pelakunya tidak mendapat pahala atau dosa disebut
A. Wajib
B. Sunah
C. Haram
D. Makruh
E. Mubah
Jawaban: D

15. Berikut hukum yang tidak berkaitan dengan muamalah adalah hal-hal yang berhubungan dengan…
A. Kehidupan keluarga
B. Perjanjian
C. Jinayat
D. Hak asasi
E. Gugat-menggugat
Jawaban: D
Soal Materi Dakwah Nabi Muhammad Periode Madinah

1. Kota Madinah terletak di sebelah utara Hijaz, atau 300 mil (± ... ) sebelah utara kota Makkah.
A. 445 Km
B. 455 Km
C. 465 Km
D. 475 Km
E. 485 Km
Jawab: E. 485 K

2. Sebelum kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, kota Madinah dulu bernama ...
A. Hijaaz
B. Yatsrib
C. Makkah
D. Habasyah
E. Al-Munawwarah
Jawab: B. Yatsrib

3. Kata Yatsrib menurut kamus Lisanul 'Arab berasal dari tsaraba yang artinya ...
A. memuji
B. menggembirakan
C. memotivasi/menyemangati
D. suka memberi pertolongan
E. mencela, mencerca, dan menjelek-jelekkan
Jawab: E. mencela, mencerca, dan menjelek-jelekkan

4. Di Madinah terdapat lima kelompok suku yang saling berperang. Tiga dari suku Yahudi dan dua dari suku Arab. Berikut ini yang bukan merupakan suku yang tinggal di Madinah ...
A. Bani Nadhir
B. Suku Quraisy
C. Bani Qainuqa'
D. Bani Quraidhah
E. Suku Aus dan Khazraj
Jawab: B. Suku Quraisy

5. Suku di Madinah yang menguasai wilayah yang luas dari perkebunan kurma dan menguasai kerajinan tangan adalah suku ...
A. Aus
B. Khazraj
C. Quraisy
D. Yahudi
E. Baduwi
Jawab: D. Yahudi

6. Suku di Madinah yang termasuk suku Yahudi adalah ...
A. Suku Aus dan Khazraj
B. Suku Quraisy, Aus dan Khazraj
C. Suku Aus, Bani Qainuqa', dan Bani Quraidhah
D. Bani Nadhir, Bani Qainuqa', dan Bani Quraidhah
E. Suku Khazraj, Bani Qainuqa', dan Bani Quraidhah
Jawab: D. Bani Nadhir, Bani Qainuqa', dan Bani Quraidhah

7. Suku di Madinah yang termasuk suku Arab adalah ...
A. Suku Aus dan Khazraj
B. Suku Quraisy, Aus dan Khazraj
C. Suku Aus, Bani Qainuqa', dan Bani Quraidhah
D. Bani Nadhir, Bani Qainuqa', dan Bani Quraidhah
E. Suku Khazraj, Bani Qainuqa', dan Bani Quraidhah
Jawab: A. Suku Aus dan Khazraj

8. Suku Arab di Madinah bermata pencaharian sebagai ...
A. Petani
B. Nelayan
C. Pedagang
D. Makelar Tanah
E. Tukang bangunan
Jawab: A. Petani

9. Hijrah secara bahasa artinya ...
A. Bergerak
B. Berpindah
C. Berserah diri
D. Bersungguh-sungguh
E. Berjuang sekuat tenaga
Jawab: B. Berpindah


10. Shahabat Nabi yang menemani Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Hijrah ke Madinah adalah ...
A. Abu Bakar
B. Umar bin Khattab
C. Utsman bin 'Affan
D. Ali bin Abhi Thalib
E. Zaid bin Tsabit
Jawab: A. Abu Bakar

11. Gua yang dijadikan tempat berlindung Nabi dari kejaran orang-orang kafir Quraisy ketika hijrah ke Madinah adalah ...
A. Gua Hira
B. Gua Uhud
C. Jabal Nur
D. Gua Tsur
E. Bukit Shafa
Jawab: D. Gua Tsur

12. Hewan yang membuat sarang di depan mulut gua tempat sembunyi Nabi ketika hijrah adalah ...
A. Lebah
B. Lanceng
C. Laba-laba
D. Cicak dan Tokek
E. Singa dan Harimau
Jawab: C. Laba-laba

13. Masjid yang pertama kali dibangun oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa Sallam adalah ...
A. Masjidil Haram
B. Masjid Quba
C. Masjid Nabawi
D. Masjid Aqsa
E. Masjid Agung Darussalam
Jawab: B. Masjid Quba

14. Di antara strategi dakwah Nabi di Madinah adalah dengan cara mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar. Sahabat Nabi, Abu Bakar Ash-Shiddiq dipersaudarakan dengan kaum Muhajirin yang bernama ...
A. Kharijah Ibnu Zuhair
B. Mu'adz bin Jabal
C. Ibnu bin Malik
D. Abdurrahman bin 'Auf
E. Ali bin Abi Thalib
Jawab: A. Kharijah Ibnu Zuhair

15. Pada tahun 621 M, telah datang rombongan (13 orang) yang berasal dari Madinah untuk menemui Rasulullah kemudian masuk Islam dan menyatakan sumpah setia kepada Nabi. Tempat pertemuan tersebut berada di ...
A. Bukit Shafa
B. Bukit Aqabah
C. Bukit Marwah
D. Bukit Thursina
E. Bukit Jabal Nur
Jawab: B. Bukit Aqabah

16. Setelah pertemuan yang berisi sumpah setia penduduk Madinah kepada Nabi, satu tahun kemudian (622 M) datang lagi rombongan yang lebih besar jumlahnya dari Madinah yang menemui Nabi dan bersumpah setia membela Nabi serta mengajak Nabi hijrah ke Madinah, rombongan tersebut berjumlah ...
A. 71
B. 72
C. 73
D. 74
E. 75
Jawab: C. 73

17. Sumpah setia penduduk Madinah kepada Nabi yang dilakukan pada tahun 621 M dan 622 M dikenal dengan istilah ...
A. Baiatul Aqabah
B. Baiatul Hudaibiyah
C. Baiatul Imamah
D. Baiatul Kubraa
E. Baiatul Khilafah
Jawab: A. Baiatul Aqabah

18. Nabi Muhammad melakukan hijrah ke Madinah setelah turun ayat, yaitu ...
A. QS. Al-Isra' ayat 77
B. QS. Al-Isra' ayat 78
C. QS. Al-Isra'ayat 79
D. QS. Al-Isra' ayat 80
E. QS. Al-Isra'ayat 81
Jawab: D. QS. Al-Isra' ayat 80

19. Masjid yang pertama kali dibangun Nabi di Madinah adalah ...
A. Masjidil Haram
B. Masjid Quba
C. Masjid Nabawi
D. Masjid Aqsa
E. Masjid Agung Darussalam
Jawab: C. Masjid Nabawi

20. Perang yang pertama kali terjadi setelah Nabi hijrah ke Madinah adalah
A. Perang Badar
B. Perang Uhud
C. Perang Khandaq
D. Perang Hunain
E. Perang Tabuk

Jawab: A. Perang Badar

Soal Materi Dakwah Nabi Muhammad Periode Makkah


1. Pada masa Arab pra Islam, secara geografis kota Makkah terletak di antara dua kerajaan besar, yaitu ...
A. Kerajaan Mesir dan Kerajaan Inggris
B. Kerajaan Persia dan Kerajaan Byzantium
C. Kerajaan Romawi dan Kerajaan Byzantium
D. Kerajaan Persia dan Kerajaan Sasania Barat
E. Kerajaan Persia dan Kerajaan Rum (Romawi)
Jawab: E. Kerajaan Persia dan Kerajaan Rum (Romawi)
 
2. Masyarakat Arab jahiliyyah penyembah api dikenal dengan nama pengikut agama ...
A. Tab'iin
B. Shabi'iin
C. Majusi
D. Khurafat
E. Paganisme
Jawab: C. Majusi

3. Masyarakat Arab jahiliyyah penyembah benda-benda langit (bintang dan planet) dikenal dengan nama pengikut agama ...
A. Tab'iin
B. Shabi'iin
C. Majusi
D. Khurafat
E. Paganisme
Jawab: B. Shabi'iin

4. Orang-orang yang mula-mula masuk Islam dikenal dengan sebutan ...
A. Assabiqunal Akhiruun
B. Assabiqunal Mujahiduun
C. Assabiqunat Thahiruun
D. Assabiqunal Awwaluun
E. Assabiqunal Abyadhuun
Jawab: D. Assabiqunal Awwaluun

5. Berikut ini termasuk As-Sabiqunal Awwaluun, kecuali ...
A. Abu Bakr
B. Umar bin Khattab
C. Usman bin Affan
D. Khadijah
E. Abu Thalib
Jawab: E. Abu Thalib
6. Pada saat melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi, Nabi Muhammad membuat base camp dakwah, dengan memusatkan dakwahnya di rumah ...
A. Abu Bakr
B. Usman bin Affan
C. Umar bin Khattab
D. Ali bin Abi Thalib
E. Al-Arqam bin Abil Arqam
Jawab: E. Al-Arqam bin Abil Arqam

7. Dakwah secara terang-terangan dilakukan oleh Nabi Muhammad setelah menerima wahyu Al-Quran surat ...
A. Al-Hijr ayat 92
B. Al-Hijr ayat 93
C. Al-Hijr ayat 94
D. Al-Hijr ayat 95
E. Al-Hijr ayat 96
Jawab: C. Al-Hijr ayat 94

8. Setelah menerima dakwah secara terang-terangan, Nabi Muhammad naik ke atas bukit ... untuk menyampaikan dakwah kepada masyarakat Arab secara luas
A. Shafa
B. Tursina
C. Marwah
D. Jabal Nur
E. Jabal Rahmah
Jawab: A. Shafa
9. Paman Nabi Muhammad yang selalu menjaga dan melindungi beliau dari ancaman kaum Quraisy adalah ...
A. Abu Jahal
B. Abu Lahab
C. Abu Sufyan
D. Abu Thalib
E. Abu Usamah
Jawab: D. Abu Thalib

10. Berikut ini bukan merupakan pemboikotan yang dilakukan kaum Quraisy kepada Nabi dan pengikutnya pada masa permulaan Islam ...
A. Pemboikotan Ka'bah
B. Pemboikotan jual beli
C. Pemboikotan perkawinan
D. Pemboikotan saling mengunjungi
E. Pemboikotan makanan dan minuman
Jawab: A. Pemboikotan Ka'bah

Soal Materi Jujur

1. Memberikan Informasi sesuai dengan kenyataannya disebut…
A. Tawaduk
B. Zuhud
C. Istikamah
D. Jujur
E. Kanaah
Jawab: D

2. Berikut yang tidak termasuk pengertian jujur adalah…
A. Kesesuaian antara ucapan dan perbuatan
B. Sesuatu yang tidak mengandung kedustaan
C. Kesesuaian informasi dan kenyataan
D. Kesesuaian kehendak dan hati
E. Ketegasan dan kemantapan
Jawab: E

3. Orang yang tidak Jujur disebut munafik, salah satunya ciri orang munafik adalah…
A. Jika berjanji tidak ditepati
B. Jika berbicara selalu jujur
C. Jika dipercaya amanah
D. Jika berkata ingin didengar
E. Jika bertindak selalu salah
Jawab: A

4. Allah SWT berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّا مِيْنَ
Ayat diatas berisi tentang…
A. Perintah bersikap jujur
B. Tanda-tanda orang munafik
C. Akibat jujur
D. Dampak bohong
E. Orang yang dusta akan masuk neraka
Jawab: A

5. Sesungguhnya jujur itu akan membawa…
A. Kejahatan
B. Kebaikan
C. Persaudaraan
D. Kemakmuran
E. Ketenteraman
Jawab: B

6. Rahman rajin beribadah kemasjid. Ibadah ramhan semata-mata karena Allah Swt. Sikap Rahman adalah cerminan dari…
A. Jujur dalam niat
B. Jujur dalam perkataan
C. Jujur dalam perbuatan
D. Jujur dalam sikap
E. Jujur dalam perbuatan
Jawab: A

7. Berikut contoh perilaku jujur dalam perbuatan adalah…
A. Dio mengatakan bahwa yang bersalah sebenarnya adalah Andi
B. Saat mengerjakan ulangan Beni tidak menyontek
C. Udin rajin puasa Senin kamis karena Allah Swt.
D. Pak Zanuri menjalankan ibadah haji
E. Nurul tidak pernah berbohong ketika berkata
Jawab: B

8. Allah SWT berfirman:
وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰۤى اَ لَّا تَعْدِلُوْا ۗ
Arti Q.S Al-Maidah, 5: 8 yang ditulis tebal adalah…
A. Menjadi saksi yang adil
B. Terhadap suatu kaum
C. Dan janganlah kebencianmu
D. Dan bertakwalah kepada Allah Swt
E. Dan janganlah kesenanganmu
Jawab: A

9. Nabi Muhammad Saw. Menjelaskan bahwa jujur itu membawa kebaikan dan kebaikan itu menuntun ke surga. Ungkapan tersebut mengandung arti…
A. Jujur menyebabkan orang bahagia
B. Jujur membuat pelakunya selalu gelisah
C. Jujur membawa keberkahan dalam hidup
D. Jujur menyebabkan kenyamanan dalam berperilaku
E. Jujur sangat penting dalam kehidupan sehari-hari
Jawab: A

10. Salah satu ciri orang yang berperilaku jujur yaitu…
A. Suka dipuji orang lain
B. Berbuat semaunya sendiri
C. Mematuhi perintah orang tua
D. Berani mengakui kesalahan
E. Berani berbuat
Jawab: D

11. Contoh perilaku jujur di lingkungan sekolah adalah…
A. Tidak menyontek saat ulangan
B. Meminta izin kepada ibu guru saat istirahat
C. Tidak menyembunyikan identitas diri
D. Memanfaatkan uang saku sebaik-baiknya
E. Memberitahukan nilai kepada orang tua dengan sebenarnya
Jawab: A

12. Berdasarkan Q.S Az-Zumar, 39: 33, yang dimaksud mereka itulah yang bertakwa adalah…
A. Orang-orang yang memegang teguh kebenaran dan menjatuhkan diri dari kebatilan
B. Orang yang selalu jujur dalam ucapanya dan mendengarkanya
C. Orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya
D. Orang yang tunduk kepada perintah Allah Swt. Dan menjauhi larangan-Nya
E. Orang yang taat aturan dan mengeluarkan aturan
Jawab: B

13. Berikut manfaat perilaku Jujur, Kecuali…
A. Mendapat kepercayaan dari orang lain
B. Mendapat banyak teman
C. Mendapat ketenteraman hidup
D. Dicintai Allah Swt.
E. Dibenci banyak orang
Jawab: E

14. Keimanan seseorang dan kejujuran mempunyai hubungan yang erat. Semakin kuat keimanan seseorang akan semakin…
A. Berperilaku jujur
B. Menghindari dusta
C. Menambah iman
D. Menambah takwa
E. Menambah amal ibadah
Jawab: C

15. Hikmah berperilaku jujur bagi diri sendiri adalah…
A. Mempercepat kemajuan suatu bangsa
B. Terlindung hak-haknya
C. Menumbuhkan perasaan aman dan tentram
D. Terwujudnya keadilan yang sebenarnya
E. Semakin dipercaya orang lain
Jawab: E

Soal Berbusana Muslim

1. Berikut makna aurat menurut bahaa, kecuali….
a. Aib
b. Buruk
c. Buta
d. Malu
e. Hitam
Jawaban: E
 
2. Fungsi pakaian yang paling utama adalah…
a. Melindungi badan
b. Membuat keindahan tubuh
c. Menunjukkan identitas
d. Menutup aurat
e . Sebagai hiasan tubuh
Jawaban: D
 
3. Batasan aurat bagi wanita muslimat adalah….
a. Mulai dari pusar sampai lutut
b. Mulai dari pusar sampai kaki
c. Seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan
d. Seluruh tubuh kecuali kepala dan kaki
e. Seluruh tubuh kecuali tangan dan kaki
Jawaban: C
 
4. Batasan auarat bagi laki-laki muslim adalah….
a. Mulai dari pusar sampai lutut
b. Mulai dari pusar sampai kaki
c. Seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan
d. Seluruh tubuh kecuali kepala dan kaki
e. Seluruh tubuh kecuali tangan dan kaki
Jawaban: A
 
5. Seorang Wanita muslimat tidak boleh menampakkan aurat (perhiasan) yang biasa terlihat kepada….
a. Ayahnya
b. Suaminya
c. Anak laki-lakinya
d. Saudara laki-lakinya
e. Teman laki-lakinya
Jawaban: E
 
6. Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman agar mereka menjaga…. (An-Nur, 24:31)
a. Pandangannya
b. Auratnya
c. Harta suaminya
d. Pakaiannya
e. Perhiasannya
Jawaban: A
 
7. Ayat-ayat Al-Qur’an yang mengatur tentang busana muslim adalah….
A. Q.S Al-Maidah, 5:3 dan Q.S Ali-Imran, 3:11
b. Q.S Al-ahzab, 33:60 dan Q.S An-Nur, 24:33
c. Q.S Al-ahzab, 33:59 dan Q.S An-Nur, 24:33
d. Q.S An-nisa, 4:59 dan Q.S An-Nur, 24:31
e. Q.S An-nisa, 4:31 dan Q.S Al-ahzab, 33:59
Jawaban: C
 
8. Memakai perhiasan emas dan pakaian sutra bagi laki-laki menurut sebagian ulama hukumnya adalah….
a. Mubah
b. Sunah
c. Wajib
d. Haram
e. Makruh
Jawaban: D
 
9. Berpakaian menurut ajaran Islam adalah sesuai pernyataan berikut, kecuali…
a. Pakaian yang menutup aurat
b. Tidak terlalu tipis agar tidak membentuk tubuh asli
c. Tidak terlalu ketat sehingga lekuk-lekuk tubuh tidak tampak
d. Pakaian yang modis sehingga membuat pemakainya percaya diri
e. Memanjangkan kerudung sampai ke dada
Jawaban: A
 
10. “Inahajihi Minsyiyabilkuffari Falatalbisha”
Arti potongan hadis di atas adalah….
a. Ini adalah pakaian orang-orang muslim, oleh karena itu janganlah engkau pakai
b. Ini adalah pakaian orang-orang kafir, maka pakailah
c. Ini adalah pakaian orang-orang kafir, oleh karena itu janganlah engkau pakai
d. Ini adalah pakaian orang-orang baik, oleh karena itu janganlah engkau pakai
e. Ini adalah pakaian orang-orang kafir, oleh karena itu janganlah engkau tiru
Jawaban: C
 
11. Berikut yang bukan alasan umat Islam wajib Menutup auratnya adalah…
a. Manusia makhluk yang paling mulia
b. Sebagai hamba Allah Swt, harus siap di atur oleh Allah Swt.
c. Hidup di dunia bersifat sementara
d. Menjadi Cantik dan digemari orang banyak
e. Semua perilaku manusia akan dipertanggung jawabkan kelak
Jawaban: D
 
12. Sesuai dengan Al-Hijr, 15:40 bahwa manusia mudah terbujuk oleh iblis, sehingga merasa senang ketika membuka aurat, kecuali orang yang ikhlas. Perilaku ikhlas yang dimaksud adalah….
a. Menyantuni kaum duafa
b. Melakukan salat
c. Memakai jilbab
d. Bersedekah
e. Tolong menolong
Jawaban: C
 
13. Berdasarkan Q.S Al-ahzab, 33:59 manfaat menutup aurat adalah….
a. Dijauhkan dari perbuatan maksiat
b. Terbebas dari dosa
c. Terjaga keindahannya
d. Ditutup aibnya oleh Allah Swt,
e. Mudah dikenali dan tidak diganggu
Jawaban: A
 
14. Larangan bagi laki-laki dalam berhias berpakaian adalah….
a. Memakai wangi-wangian
b. Memakai emas dan sutra
c. Memakai pakaian laki-laki
d. Menutup aurat
e. Berpakaian yang berwarna putih
Jawaban: B
 
15. Walibasut’takwa dzalika Khoir dzalika min ayatilahi la’alahum yadzakarun
Pakaian takwa yang dimaksud dalam potongan di atas adalah….
a. Memakai baju takwa yang menutup aurat
b. Selalu melaksanakan perintah Allah Swt,
c. Taat kepada perintah Allah Swt.
d. Menjauhkan diri dari larangan-Nya
e. Menjaga diri dari perbuatan maksiat
Jawaban: A

Soal Asmaul Husna; PG dan Essay dan Jawaban


1. Nama-nama berikut yang baik lagi indah yang dimiliki Allah Swt, disebut
a. Asma Allah Swt
b. Asmaul Husna

c. Al-husna
d. Al-karim
e. Al-akhir
Jawaban: B
 
2. Nama-nama Allah SWT, yang disebut Asmaul Husna berjumlah….
a. 99

b. 33
c. 44
d. 7
e. 5
Jawaban: A
 
3. اَللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ    ۗ  لَـهُ الْاَسْمَآءُ الْحُسْنٰى
Ayat tersebut menerangkan tentang…
a. Allah Swt, maha adil
b. Keesaan Allah Swt
c. Tidak ada Tuhan selain Allah Swt
d. Nama-nama terbaik Allah Swt

e. Allah Swt, memiliki Asmaul Husna
Jawaban: D
 
4. Asmaul Husna “Al-Kariim” memiliki arti…
a. Mahaadil
b. Mahaakhir
c. Mahakuku
d. Mahamulia

e. Maha pemelihara
Jawaban: D
 
5. Allah Swt, tidak terkalahkan dan tidak tergoyahkan. Tidak ada yang menandingi kekuatan Allah Swt, diseluruh jagad raya ini. Merupakan Asmaul Husna yaitu….
a. Al-karim
b. Al-akhir
c. Al-Adl
d. Al-Jami
e. Al-matin

Jawaban: E
 
6. اَللّٰهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ  ۙ  وَّ هُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ
Ayat tersebut menerangkan Asmaul Husna….
a. Al-mu’min
b. Al-karim
c. Al-Adl
d. Al-Jami’
e. Al-wakil

Jawaban: E
 
7. Berikut pengertian Al-akhir yang paling tepat Adalah….
a. Allah Swt, memilikinya sifat kekal abadi dan tidak ada sesuatupun setelah-Nya
b. Allah Swt, zat yang memiliki sifat mulia yang sempurna dan terpuji tidak ada cacat satu pun.
c. Allah Swt, yang memelihara alam semesta beserta seluruh isinya.
d. Kekuatan Allah Swt. Tidak ada yang menandingi, tidak terkalahkan, dan tidak tergoyahkan.
e. Allah Swt, memberikan balasan atas perbuatan manusia dengan adil, tidak ada yang menandingi keadilan Allah Swt.
Jawaban: A
 
8. Allah Swt, maha memberi keaamanan kepada makhluk-nya, karena Allah Swt, memiliki sifat…
a. Al-karim
b. Al-mu’min

c. Al-matin
d. Al-akhir
e. Al-Jami’
Jawaban: B
 
9. اَللّٰهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ  ۙ  وَّ هُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ
Arti lafal yang dicetak tebal adalah….
a. Pemberi rejeki semua makhluk
b. Pencipta segala sesuatu

c. Penghidup segala sesuatu
d. Pemelihara segala sesuatu
e. Yang mengumpulkan manusia
Jawaban: B
 
10. Sebagai seorang pemimpin Rahman memiliki pendirian yang teguh dalam mempertahankan dan memperjuangkan kebenaran. Sikap Rahman tersebut mencerminkan perilaku berdasarkan Asmaul Husna….
a. Al-karim
b. Al-mu’min
c. Al-matin

d. Al-akhir
e. Al-Jami’
Jawaban: C
 
11. Hakim yang tidak adil mengindikasikan bahwa mereka tidak mempercayai sifat Allah Swt, yaitu…
a. Al-matin
b. Al-Jami’
c. Al-akhir
d. Al-Adl

e. Al-karim
Jawaban: D

12. Diantara keteladanan yang dapat dicontoh dari sifat Al-Jami’ adalah….
a. Selalu berusaha untuk hadir ditengah-tengah masyarakat dengan penuh kedamaian.

b. Memberikan keleluasaan sebagai setiap orang untuk menyelesaikan kewajibannya
c. Mengajak orang untuk mau melakukan kebaikan sesuai kehendaknya
d. Selalu berkata benar dan jujur
e. Memberikan setiap orang untuk berbuat semaunya
Jawaban: A
 
13. Perilaku yang tidak termasuk keimanan terhadap Asmaul Husna adalah…
a. Mendirikan salat setiap waktu
b. Sedekah
c. Menyayangi orang tua
d. Membantu orang yang membutuhkan
e. Memiliki keris pusaka untuk kekayaan

Jawaban: E
 
14. Allah Swt, mengumpulkan dan menyatukan beberapa makhluk-Nya yang ada di sawah sehingga membentuk satu kesatuan ekosistem sawah. Hal ini membuktikan bahwa Allah Swt, bersifat…
a. Al-Wakil
b. Al-Jami’

c. Al-karim
d. Al-matin
e. Al-akhir
Jawaban: B
 
15. اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ
Q.S Az-Zariyat 51:58 di atas merupakan dalil Asmaul Husna yaitu….
a. Al-Jami’
b. Al-Wakil
c. Al-Karim
d. Al-mu’min
e. Al-matin

Jawaban: E
 
16. Arti dari Alwakilu adalah….
a. Mahamulia
b. Maha mewakili

c. Maha akhir
d. Maha menghimpun
e. Mahakukuh
Jawaban: B
 
17. Allah Swt, yang menguasai hari akhir. Allah Swt. Kekal keberadaannya tidak ada sesuatu pun setelah-Nya. Merupakan Asmaul Husna…
a. Al-mu’min
b. Al-Wakil
c. Al-Jami’
d. Al-Adl
e. Al-akhir

Jawaban: E
 
18. Dalam Q.S Al-A’raf ayat 180 setiap muslim dianjurkan menyebut Asmaul Husna sebagai….
a. Petunjuk untuk cepat kaya

b. Pengantar doa kepada Allah Swt,
c. Pelindung dari Kematian
d. Senjata untuk melawan musuh
e. Pedoman hidup
Jawaban: A
 
19. Berikut yang merupakan arti dari dia Maha pemberi Rasa Aman adalah…
A. Al-Wakil
b. Al-karim
c. Al-matin
d. Al-mu’min

e. Al-Hakim
Jawaban: D
 
20. Seseorang yang telah meneladani sifat Al-Wakil akan terlihat dari perilakunya yaitu….
a. Selalu berusaha dengan optimisme yang tinggi walau terus dihadapkan pada kegagalan
b. Berupa menjadi pemaaf segala kesalahan yang dilakukan orang lain kepadanya
c. Jujur melaksanakan amanah yang dibebankan kepadanya

d. Mampu menjaga keselamatan baik dirinya atau orang lain dari kejahatan dan kezaliman
e. Ikhlas dan bertanggung jawab dalam menjalankan kepemimpinannya
Jawaban: C

Kontrol Diri

Latihan Soal Pilihan Ganda Tentang Kontrol Diri (Mujahadah An Nafs) Lengkap Jawaban
  1. Dalam agama Islam kontrol diri diistilahkan dengan....
    a. Muhahadah fi sabilillah
    b. Mujahadah an nafs
    c. Mujahadah an gazwah
    d. Mujahadah an aqli wal ‘ilmi
  2. Mujahadah an nafs adalah....
    a. Berjihad dengan senjata
    b. Berjihad dengan akal dan ilmu pengetahuan
    c. Berjihad melawan hawa nafsu
    d. Berjihad melawan kemiskinan dan kebodohan
  3. Tawuran antarpelajar merupakan cerminan dari ketidakmampuan melakukan....
    a. Perdamaian
    b. Kontrol diri
    c. Penghargaan 
    d. Penghormatan
  4. Dapat meredam emosi adalah salah satu hikmah dari....
    a. Husnuzhan
    b. Ukhuwah
    c. Mujahadah an nafs
    d. Optimis
  5. Jihad yang paling besar menurut hadits Nabi Nabi SAW. adalah melawan....
    a. Musuh
    b. Setan
    c. Hawa nafsu
    d. Manusia
  6. An nafs artinya, kecuali
    a. Jiwa, 
    b. Nafsu, 
    c. Diri sendiri
    d. Hati
  7. Diantara hasil yang timbul dari perilaku kontrol diri, yaitu....
    a. Husnuzhan dan konflik
    b. Perselisihan dan husnuzhan
    c. Su’uzhan dan ukhuwah
    d. Husnuzhan dan ukhuwah
  8. Orang yang mampu mengendalikan diri akan selalu berusaha untuk ..... emosinya
    a. Mengendalikan
    b. Menurut
    c. Membiarkan
    d. Tersulut
  9. Salah satu hasil dari kontrol diri adalah husnuzhan, artinya....
    a. Beprasangka buruk
    b. Berprasangka baik
    c. Dengki
    d. Iri
  10. Berikut Cara melakukan kontrol diri menurut Imam al Ghazali, kecuali
    a. Menyucikan hati, 
    b. Melakukan uzlah
    c. Mengikuti kehendak hati
    d. Muraqabah
Kunci Jawaban:
  1. b. Mujahadah an nafs
  2. c. Berjihad melawan hawa nafsu
  3. c. Hawa nafsu
  4. b. Kontrol diri
  5. c. Mujahadah an nafs
  6. d. Hati
  7. d. Husnuzhan dan ukhuwah
  8. a. Mengendalikan
  9. b. Berprasangka baik
  10. c. Mengikuti kehendak hati

 Dakwah Rasulullah di Madinah


A.    SEJARAH DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MADINAH
     1.    Arti Hijrah dan Tujuan Rasulullah SAW dan Umat Islam Berhijrah
Setidaknya ada dua macam arti hijrah yang harus diketahui umat Islam. Pertama, hijrah berarti meninggalkan semua perbuatan yang dilarang dan dimurkai Allah SWT untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, yang disuruh Allah SWT dan diridai-Nya. Contohnya, semula siswa itu malas mengerjakan salat 5 waktu dan malas belajar. Kemudian dia membuang jauh sifat malasnya itu, sehingga ia menjadi siswa yang berdisiplin dalam salat lima waktu dan rajin dalam menuntut ilmu. Arti hijrah dalam pengertian pertama ini wajib dilaksanakan oleh setiap umat Islam. Rasuluilah SAW bersabda :
Artinya : “Orang berhijrah itu ialah orang yang meninggalkan segala apa yang dilarang Allah SWT” (H. R. Bukhari)
Arti kedua dari hijrah ialah berpindah dari suatu negeri kafir (non-Islam), karena di negeri itu umat Islam selalu mendapat tekanan, ancaman dan kekerasan, sehingga tidak memiliki kebebasan dalam berdakwah dan beribadah. Kemudian umat Islam di negeri kafir itu, berpindah ke negeri Islam agar memperoleh keamanan dan kebebasan dalam berdakwah dan beribadah.
Arti kedua dari hijrah ini pernah dipraktikkan oleh Rasulullah SAW dan umat Islam, yakni berhijrah dari Mekah ke Yatsrib pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijrah, bertepatan dengan tanggal 28 Juni 622 M.
Tujuan hijrahnya Rasulullah SAW dan umat Islam dari Mekah (negeri kafir) ke Yatsrib (negeri Islam) adalah :
-     Menyelamatkan diri dan umat Islam dari tekanan, ancaman, dan kekerasan kaum kafir Quraisy. Bahkan pada waktu Rasulullah SAW meninggalkan rumahnya di Mekah untuk berhijrah ke Yatsrib (Madinah), rumah beliau sudah dikepung oleh kaum kafir Quraisy dengan maksud untuk membunuhnya.
-     Agar memperoleh keamanan dan kebebasan dalam berdakwah serta beribadah, sehingga dapat meningkatkan usaha-usahanva dalam berjihad di jalan Allah SWT, untuk menegakkan dan meninggikan agama-Nya (Islam) (lihat dan pelajari Q.S. An-Nahl, 16: 41-42)
 
2.    Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah
Dakwah Rasulullah SAW periode Madinah berlangsung selama sepuluh tahun, yakni dari semenjak tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijrah sampai dengan wafatnva Rasulullah SAW tanggal 13 Rabiul Awal tahun ke-11 hijrah.
Materi dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW pada periode Madinah, selain ajaran Islam yang terkandung dalam 89 surah Makkiyah dan Hadis periode Mekah, juga ajaran Islam yang rerkandung dalam 25 surah Madaniyah dan hadis periode Madinah. Adapun ajaran Islam periode Mekah sudah dikemukakan dalam Bab 6 semester pertama buku ini. Sedangkan ajaran Islam yang rerkandung pada 25 surah Madaniyah dan hadis periode Madinah, umumnya ajaran Islam tentang masalah sosial kemasyarakatan.
Mengenai objek dakwah Rasulullah SAW pada periode Madinah adalah orang-orang yang sudah masuk Islam dan kalangan Muhajirin dan Ansar. Juga orang-orang yang belum masuk Islam seperti kaum Yahudi penduduk Madinah, para penduduk di luar kota Madinah yang termasuk bangsa Arab, dan yang tidak termasuk bangsa Arab.
Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT bukan hanya untuk bangsa Arab tetapi untuk seluruh umat manusia di dunia, Allah SWT berfirman :
Artinya: “Dan tidaklah kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi alam semesta.” (QS. Al-Anbiyã’, 21: 107)
Dakwah Rasulullab SAW yang ditujukan kepada orang-orang yang sudah masuk Islam (umat Islam) bertujuan agar mereka mengetahui seluruh ajaran Islam baik yang diturunkan di Mekah ataupun yang diturunkan di Madinah, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka betul-betul menjadi umat yang bertakwa. Selain itu Rasulullah SAW dibantu oleh para sahabatnya melakukan usaha-usaha nyata agar terwujud persaudaraan sesama umat Islam dan terbentuk masyarakar madani di Madinah. Usaha-usaha nyata Rasulullah SAW seperti tersebur akan dibahas pada sub pokok bahasan tentang strategi Rasulullah dalam membentuk masyarakat madani di Madinah.
Mengenai dakwah yang ditujukan kepada orang-orang yang belum masuk Islam bertujuan agar mereka bersedia menerima Islam sebagai agamanya, mempelajari ajaran-ajarannya dan mengamalkannya, sehingga mereka menjadi umat Islam yang senantiasa beriman dan beramal saleh, yang berbahagia di dunia serta sejahtera di akhirat.
Tujuan dakwah Rasulullah SAW yang luhur dan cara penyampaiannya yang terpuji, menyebabkan umat manusia yang belum masuk Islam banyak yang masuk Islam dengan kemauan dan kesadaran sendiri. Namun tidak sedikit pula orang-orang kafir yang tidak bersedia masuk Islam, bahkan mereka berusaha menghalang-halangi orang lain masuk Islam dan juga berusaha melenyapkan agama Islam dan umatnya dari muka bumi. Mereka itu seperti kaum kafir Quraisy penduduk Mekah, kaum Yahudi Madinah, dan sekutu-sekutu mereka.
Setelah ada izin dari Allah SWT untuk berperang, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Hajj, 22 : 39 dan Al-Baqarah, 2 : 90, maka kemudian Rasulullah SAW dan para sahabatnya menyusun kekuatan untuk menghadapi peperangan dengan orang kafir yang tidak dapat dihindarkan lagi.
Peperangan-peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para pengikutnya itu tidaklah bertujuan untuk melakukan penjajahan atau meraih harta rampasan perang, tetapi bertujuan untuk :
-      Membela diri kehormatan, dan harta.
-      Menjamin kelancaran dakwah, dan memberi kesempatan kepada mereka yang hendak menganutnya.
-      Untuk memelihara umat Islam agar tidak dihancurkan oleh bala tentara Persia dan Romawi.
Setelah Rasulullah SAW dan para pengikutnya mampu membangun suatu negara yang merdeka dan berdaulat, yang berpusat di Madinah, mereka berusaha menyiarkan dan memasyhurkan agama Islam, bukan saja terhadap para penduduk Jazirah Arabia, tetapi juga ke luar Jazirah Arabia, maka bangsa Romawi dan Persia menjadi cemas dan khawatir kekuasaan mereka akan tersaingi. Oleh karena itu, bangsa Romawi dan bangsa Persia bertekad untuk menumpas dan menghancurkan umat Islam dan agamanya. Untuk menghadapi tekad bangsa Romawi dan Persia tersebut, Rasulullah dan para pengikutnya tidak tinggal diam sehingga terjadi peperangan antara umat Islam dan bangsa Romawi, yaitu pertama Perang Mut’ah pada tahun 8 H, di dekat desa Mut’ah, bagian utara Jazirah Arabia dan kedua Perang Tabuk pada tahun 9 H di kota Tabuk, bagian utara Jazirah Arabia. Sedangkan bangsa Persia selalu mengadakan penyerangan kepada wilayah kekuasaan umat Islam.
Peperangan lainnya yang dilakukan pada masa Rasulullah SAW seperti :
(1)  Perang Badar Al-Kubra, terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun 2 H di sebuah tempat dekat Perigi Badar, yang letaknya antara Mekah dan Madinah. Peperangan ini terjadi antara Rasulullah SAW dan para pengikutnya dengan kaum kafir Quraisy yang telah mengusir kaum Muslimin penduduk Mekah untuk pindah ke Madinah dengan meninggalkan rumah dan harta benda. Mereka masih tetap bertekad untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin di Madinah. Dalam Perang Badar ini kaum Muslimin memperoleh kemenangan yang gilang-gemilang.
(2)  Perang Ubud, terjadi pada pertengahan Sya’ban tahun 3 H. Pada peperangan ini kaum Muslimin mengalami kekalahan.
(3)  PerangAhzab (Khandaq), terjadi pada bulan Syawal tahun 5 H. Ahzab artinya golongan-golongan, yaitu gabungan kaum kafir Quraisy, kaum Yahudi, Bani Salim, Bani Asad, Gathfan, Bani Murrah, dan Bani Asyja, sehingga berjumlah 10.000 lebih. Pasukan Azhab ini menyerbu Madinah untuk menumpas Islam dan umat Islam. Atas inisiatif dari Salman Al-Farisi, untuk mempertahankan kota Madinah dibuat parit yang dalam dan lebar. Berkat inisiatif itu, kekompakan umat Islam dan pertolongan Allah SWT, dalam perang Ahzab ini umat Islam memperoleh kemenangan.
Pada tahun keenam hijriah Rasulullah SAW dan para pengikutnya umat Islam penduduk Madinah yang berjumlah 1000 orang berangkat menuju Mekah untuk melakukan umrah. Agar kaum kafir Quraisy tidak menduga bahwa kedatangan kaum Muslimin ke Mekah itu untuk memerangi mereka maka jauh sebelum mendekati kota Mekah umat Islam sudah mengenakan pakaian ihram, tidak membawa alat-alat perang, kecuali pedang dalam sarungnya, sekadar untuk menjaga diri di perjalanan.
Rombongan kaum Muslimin tiba di suatu tempat yang bernama ”Al Hudaibiyah”, yang letaknya beberapa kilometer dari kota Mekah, dengan maksud selain untuk beristirahat, juga untuk melihat situasi. Sebenarnya saat itu termasuk bulan yang disucikan oleh bangsa Arab sebelum Islam. Mereka dilarang melakukan peperangan di dalamnya. Namun dalam kenyataannya, kaum kafir Quraisy telah menempatkan sejumlah bala tentara yang cukup besar di perbatasan kota Mekah, siap untuk melakukan peperangan.
Membaca situasi yang demikian, kemudian Rasulullah SAW mengutus sahabat Utsman bin Affan memasuki kota Mekah untuk menemui pimpinan kaum kafir Quraisy dan menjelaskan kepadanya, bahwa kedatangan mereka ke Mekah bukan untuk berperang, tetapi semata-mata untuk melakukan ibadah umrah. Namun kaum kafir Quraisy bersikeras tidak mengizinkan kaum Muslimin memasuki kota Mekah, dengan alasan akan menjatuhkan kewibawaan kaum kaflr Quraisy pada pandangan bangsa Arab.
Sahabat Utsman ditahan oleh kaum kafir Quraisy, bahkan tersiar kabar bahwa beliau telah dibunuh. Menyikapi kabar tersebut kaum Muslimin telah bersepakat mengadakan “sumpah setia” (baiat), untuk berperang melawan kafir Quraisy, sampai meraih kemenangan. Sumpah setia itu disebut “Baiatur Ridwan”.
Untunglab di saat-saat genting seperti itu sahabat Utsman bin Affan muncul, membawa berita akan diadakannya perundingan antara kaum kafir Quraisy dengan kaum Muslimin. Maka terjadilah perundingan antara delegasi kaum kafir Quraisy yang dipimpin oleh Suhail Ibnu Umar dan delegasi umat Islam yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW.
Perundingan tersebut melahirkan kesepakatan antara dua belah pihak, dan melahirkan sebuah perjanjian, yang dikenal dalam sejarah sebagai perjanjian Hudaibiyah (Sulhul Hudaibiyah). Isi perjanjian itu sebagai berikut :
(1)  Selama sepuluh tahun diberlakukan gencatan senjata antara kaum Quraisy penduduk Mekah dan umat Islam penduduk Madinah.
(2)  Orang Islam dari kaum Quraisy yang datang kepada umat Islam, tanpa seizin walinya hendaklah ditolak oleh umat Islam.
(3)  Kaum Quraisy tidak akan menolak orang-orang Islam yang kembali dan bergabung dengan mereka.
(4)  Tiap kabilah yang ingin masuk dalam persekutuan dengan kaum Quraisy, atau dengan kaum Muslimin dibolehkan dan tidak akan mendapat rintangan.
(5)  Kaum Muslimin tidak jadi mengerjakan umrah saat itu, mereka harus kembali ke Madinah, dan boleh mengerjakan umrah di tahun berikutnya, dengan persyaratan :
•     Kaum Muslimin memasuki kota Mekah setelah penduduknya untuk sementara keluar dari kota Mekah.
•     Kaum Muslimin memasuki kota Mekah, tidak boleh membawa senjata.
•     Kaum Muslimin tidak boleh berada di dalam kota Mekah lebih dari tiga hari-tiga malam.
Kaum kafir Quraisy mengetahui, bahwa perjanjian Hudaibiyah itu sangat menguntungkan kaum Muslimin. Umat Islam semakin kuat, karena hampir seluruh semenanjung Arab, termasuk suku-suku bangsa Arab yang paling selatan telah menggabungkan diri kepada Islam. Kaum kafir Quraisy merasa terpojok, dan mereka secara sepihak berniat membatalkan perjanjian Hudaibiyah itu, dengan cara menyerang Bani Khuza’ah yang berada di bawah perlindungan Islam. Sejumlah orang dari Bani Khuza’ah mereka bunuh dan selebihnya mereka cerai-beraikan. Bani Khuza’ah segera mengadu kepada Rasulullah SAW dan mohon keadilan.
Mendapat pengaduan seperti itu kemudian Nabi Muhammad SAW dengan sepuluh ribu bala tentaranya berangkat menuju kota Mekah untuk membebaskan kota Mekah dari para penguasa kafir yang zalim, yang telah melakukan pembunuhan secara kejam terhadap umat Islam dan Bani Khuza’ah.
Rasulullah SAW sebenarnya tidak menginginkan terjadinya peperangan, yang sudah tentu akan menelan banyak korban jiwa. Untuk itu Rasulullah SAW dan bala tentaranya berkemah di pinggiran kota Mekah dengan maksud agar kaum kafir Quraisy melihat sendiri, kekuatan besar dan bala tentara kaum Muslimin.
Taktik Rasulullah SAW seperti itu ternyara berhasil, sehingga dua orang pemimpin Quraisy yaitu Abbas (paman Nabi SAW) dan Abu Sufyan (seorang bangsawan Quraisy yang lahir tahun 567 M dan wafar tahun 652 M) datang menemui Rasulullah SAW dan menyatakan diri masuk Islam.
Dengan masuk Islamnya kedua orang pemimpin kaum kafir Quraisy itu, Rasulullah SAW dan bala tentaranya dapat memasuki kota Mckah dengan aman dan membebaskan koba itu dari para penguasa kaum kafir Quraisy yang zalim. Pembebasan kota Mekah ini terjadi pada tahun 8 H secara damai tanpa adanya pertumpahan darah.
Bahkan setelah itu, kaum Quraisy berbondong-bondong menyatakan diri masuk Islam, menerima ajakan Rasulullah dengan kerelaan hati. Kernudian bersama-sama bala tentara Islam mereka membersihkan Ka’bah dan berhala-berhala dan menghancurkan berhala-berhala itu.
Kaum Muslimin masih menghadapi kaum musyrikin, yang semula bersekutu dengan kaum kafir Quraisy yang telah masuk Islam itu, yaitu ; Bani Saqif, Bani Hawazin, Bani Nasr, dan Bani Jusyam. Kaum musyrikin tersebut bersatu di bawah pimpinan Malik bin Auf (Bani Nasr) berangkat menuju Mekah untuk menyerbu kaum Muslimin, yang telah menghancurkan berhala-berhala yang mereka sembah.
Mendengar berita bahwa kaum musyrikin itu akan menyerang umat Islam di Mekah, maka Rasulullah SAW memimpin bala tentaranya sebanyak 12000 orang menuju ke lembah Hunain tempat kaum musyrikin berkemah. Maka terjadilah pertempuran sengit antara pasukan Islam dan pasukan musyrikin, yang berakhir dengan kemenangan di pihak Islam. Perang Hunain ini terjadi dua minggu setelah peristiwa pembebasan kota Mekah.
Sisa pasukan musyrikin melarikan diri ke Thaif. Rasulullab SAW dan bala tentaranya mengejar mereka sampai ke Thaif, lalu mengadakan pengepungan selama beberapa hari lamanya sehingga pemimpin mereka Malik bin Auf dengan seluruh pasukan gabungannya, yaitu: Bani Saqif, Bani Hawazim, Bani Nasr, dan Bani Jusyam menyatakan masuk Islam.
Pada tabun ke-9 dan 10 H berbagai kabilah bangsa Arab seperti Bani Tamim, Bani Amr, Bani Sa’ad Ibnu Bakr, dan Bani Abdul Haris datang ke Madinah menghadap Rasulullah SAW untuk menyatakan dukungannya.
Dengan demikian seluruh Jazirah Arabia telah masuk Islam, dan masuk wilayah pemerintahan Islam yang berpusat di Madinah. Rasulullab SAW dan umat Islam memperoleh kemenangan yang gilang-gemilang (lihat dan pelajari Q.S. An - Nasr, 110: 1-3).
 
3.    Dakwah Islamiah Keluar Jazirah Arabia
Rasulullah SAW menyeru umat manusia di luar Jazirah Arabia agar memeluk agama Islam, dengan jalan mengirim utusan untuk menyampaikan surat dakwah Rasulullah SAW kepada para penguasa atau para pembesar mereka.
Para penguasa atau para pembesar negara yang dikirimi surat dakwah Rasulullab SAW itu  seperti :
1.    Heraclius, Kaisar Romawi Timur
Yang menenima surat dakwah Rasulullah, melalui utusannya Dihijah bin Khalifah. Heraclius tidak menenima seruan dakwah Rasulullab SAW karena tidak mendapat persetujuan dari para pembesar negara dan pendeta. Namun surat dakwah itu dibalasnya dengan tutur kata sopan,disamping mengirimkan hadiah untuk Rasulullab SAW
2.    Muqauqis, Gubernur Romawi di Mesir
Rasulullah SAW mengirim surat dakwah kepada Muqauqis melalui utusannya yang bernama Hatib. Setelah surat itu dibaca Muqauqis belum bisa menerima seruan untuk masuk Islam, namun dia menyampaikan surat balasan kepada Rasulullah SAW dan mengirim hadiah-hadiah berupa seorang budak wanita, kuda, keledai, dan pakaian-pakaian.
3.    Syahinsyah, Kaisar Persia
Syahinsyah adalah penguasa yang lalim dan sombong. Karena kesombongannya surat dakwah Rasulullah SAW itu dirobek-robeknya. Merigetahui surat dakwah itu dirobek-robek, Rasulullah menjelaskan bahwa Syahin yang sombong itu akan dibunuh oleh anaknya sendiri pada malam Selasa tanggal 10 Jumadil Awal tahun ke-7 hijrah. Apa yang diucapkan Rasulullah SAW ternyata sesuai dengan kenyataan. Syahinsyah dibunuh oleh anaknya sendiri Asv-Syirwaih karena kelalimannya.
Kemudian surat dakwah Rasulullah SAW dikirimkan pula kepada An-Najasyi (Raja Ethiopia), Al-Munzir bin Sawi (Raja Bahrain), Hudzah bin Ali (Raja Yamanah), dan Al-Haris (Gubernur Romawi di Syam). Di antara penguasa-penguasa tersebut yang menerima seruan dakwah Rasulullah, hanyalah Al-Munzir bin Sawi penguasa Bahrain yang menyatakan masuk Islam dan mengajak para pembesar negara dan rakyatnya agar masuk Islam.
 
 
B.    STRATEGI DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MADINAH
Pokok-pokok pikiran yang dijadikan strategi dakwah Rasulullah SAW periode Madinah adalah :
1.   Berdakwah dimulai dan diri sendiri, maksudnya sebelum mengajak orang lain meyakini kebenaran Islam dan mengamalkan ajarannya, maka terlebih dahulu orang yang berdakwah itu harus meyakini kebenaran Islam dan mengamalkan ajarannya.
2.   Cara (metode) melaksanakan dakwah sesuai dengan petunjuk Allah SWT dalam Surah An-Nahl, 16: 125. (Coba kalian cari dan pelajari!)
3.   Berdakwah itu hukumnya wajib bagi Rasulullah SAW dan umatnya. Dalil wajibnya: Al-Qur’an Surah Ali ‘Imrãn, 3: 104, dan Hadis Rasulullah SAW:
Artinya: “Sampaikanlah, apa yang berasal dariku (tentang Islam), walaupun hanya satu ayat.“ (H.R. Bukhari)
4.   Berdakwah dilandasi dengan niat ikhlas karena Allah SWT semata, bukan dengan niat untuk memperoleh popularitas dan keuntungan yang bersifat materi.
Umat Islam dalam melaksanakan tugas dakwahnya, selain harus menerapkan pokok-pokok pikiran yang dijadikan sebagai strategi dakwah Rasulullah SAW, juga hendaknya meneladani strategi Rasulullah SAW dalam membentuk masyarakat Islam atau masyarakat madani di Madinah.
Masyarakat Islam atau masyarakat madani adalah masyarakat yang menerapkan ajaran Islam pada seluruh aspek kehidupan sehingga terwujud kehidupan bermasyarakat yang baldatun tayyibatun wa rabbun gafur, yakni masyarakat yang baik, aman, tenteram, damai, adil, dan makmur di bawah naungan rida Allah SWT dan ampunan-Nya.
Usaha-usaha Rasulullah SAW dalam mewujudkan masyarakat Islam seperti tersebut adalah :
a.    Membangun Masjid
Masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW di Madinah ialah Masjid Quba, yang berjarak ± 5 km, sebelah barat daya Madinah. Masjid Quba ini dibangun pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijrah (20 September 622 M).
Setelah Rasulullah SAW menetap di Madinah, pada setiap hari Sabtu, beliau mengunjungi Masjid Quba untuk salat berjamaah dan menyampaikan dakwah Islam.
Masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya ada Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini dibangun secara gotong royong oleh kaum: Muhajirin dan Anshor, yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan peletakan batu kedua, ketiga, keempat, dan kelima dilaksanakan oleh para sahabat terkemuka yakni : Abu Bakar r.a., Umar bin Khattab r.a., Utsman bin Affan r.a., dan Ali bin Abu Thalib k.w.
Mengenai fungsi atau peranan masjid pada masa Rasulullah SAW adalah sebagai berikut :
Ø  Masjid sebagai sarana pembinaan umat Islam di bidang akidah, ibadah, dan akhlak.
Ø  Masjid merupakan sarana ibadah, khususnya salat lima waktu, salat Jumat Tarawih, salat Idul Fitri, dan Idul Adha. (Lihat Q.S. Al-Jinn, 72 : 18 !).
Ø  Masjid merupakan tempat belajar dan mengajar tentang agama Islam bersumber kepada A1-Qur’an dan Hadis.
Ø  Menjadikan masjid sebagai sarana kegiatan sosial. Misalnya sebagai tempat penampungan zakat, infak, dan sedekah dan menyalurkannya kepada yang berhak menerimanya, terutama para fakir miskin dan anak-anak yatim terlantar.
Ø  Masjid sebagai tempat pertemuan untuk menjalin hubungan persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah Islamiah) demi terwujudnya persatuan.
Ø  Menjadikan halaman masjid dengan memasang tenda, sebagai tempat pengobatan para penderita sakit, terutama para pejuang Islam yang menderita luka ikibat perang melawan orang-orang kafir. Sejarah mencatat adanya seorang perawat wanita terkenal pada masa Rasulullah SAW yang bernama “Rafidah”.
Ø  Rasulullah SAW menjadikan masjid sebagai tempat bermusyawarah dengan para sahahatnya. Masalah-masalah yang dimusyawarahkan antara lain ; usaha usaha untuk mengatasi kesulitan, usaha-usaha untuk memajukan umat Islam, dan strategi peperangan melawan musuh-musuh Islam agar memperoleh kemenangan, 
 
b.    Mempersaudarakan antara Kaum Muhajirin dan Ansar
Muhajirin adalah para sahahat Rasulullah SAW penduduk Mekah yang berhijrah ke Madinah. Ansar adalah para sahabat Rasulullah SAW penduduk asli Madinah yang memberikan pertolongan kepada kaum Muhajirin.
Rasulullah SAW bermusyawarah dengan Abu Bakar r.a. dan Umar bin Khattab r.a. mempersaudarakan antara Muhajirin dan Ansar, sehingga terwujud persatuan yang tangguh. Hasil musyawarah memutuskan agar setiap orang Muhajirin mencari dan mengangkat seorang dari kalangan Ansar menjadi saudaranya senasab (seketurunan), dengan niat ikhlas karena Allah SWT. Demikian juga sebaliknya orang Ansar.
Rasulullah SAW memberi contoh dengan mengangkat Ali bin Abu Thalib sebagai saudaranya. Apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dicontoh oleh seluruh sahahatnya misalnya :
Ø  Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasuluhlah SAW, pahlawan Islam yang pemberani bersaudara dengan Zaid bin Haritsah, mantan hamba sahaya, yang kemudian dijadikan anak angkat Rasulullah SAW.
Ø  Abu Bakar Ash-Shiddiq, bersaudara dengan Kharizah bin Zaid.
Ø  Umar bin Khattab bersaudara dengan Itban bin Malik Al Khazraji (Ansar).
Ø  Utsman bin Affan bersaudara dengan Aus bin Tsabit.
Ø  Abdurrahman bin Auf bersaudara dengan Sa’ad bin Rabi (Ansar).
Demikianlah seterusnya setiap orang Muhajirin dan orang Ansar, termasuk Muhajirin setelah hijrahnya Rasulullah SAW dipersaudarakan secara sepasang-sepasang, layaknya seperti saudara senasab.
Persaudaraan secara sepasang-sepasangseperti rersebut, ternyata membuahkan hasil sesama Muhajirin dan Ansar terjalin hubungan persaudaraan yang lebih baik. Mereka saling mencintai, saling menyayangi, hormat-menghormati, dan tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.
Kaum Ansar dengan ikhlas memberikan pertolongan kepada kaum Muhajirin berupa tempat tinggal, sandang pangan, dan lain-lain yang diperlukan. Namun kaum Muhajirin juga tidak diam berpangku tangan, mereka berusaha sekuat tenaga untuk mencari nafkah agar dapat hidup mandiri. Misalnya Abdurrahman bin Auf menjadi pedagang, Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Ali bin Abu Thalib menjadi petani kurma.
Kaum Muhajirin yang belum mempunyai tempat tinggal dan mata pencaharian oleh Rasulullah SAW ditempatkan di bagian Masjid Nabawi yang beratap yang disebut Suffa dan mereka dinamakan Ahlus Suffa (penghuni Suffa). Kebutuhan-kebutuhan mereka dicukupi oleh kaum Muhajirin dan Ansar secara bergotong-royong. Kegiatan Ahlus Suffa itu antara lain mempelajari dan menghafal Al-Qur’an dan Hadis, kemudian diajarkannya kepada yang lain. Sedangkan apabila terjadi perang antara kaum Muslimin dengan kaum kafir, mereka ikut berperang.
 
c.    Perjanjian Bantu-Membantu antara Umat Islam dan Umat Non-Islam
Pada waktu Rasulullah SAW menetap di Madinah, penduduknya terdiri dari tiga golongan, yaitu umat Islam, umat Yahudi (Bani Qainuqa, Bani Nazir dan Bani Quraizah), dan orang-orang Arab yang belum masuk Islam.
Rasulullah SAW membuat perjanjian dengan penduduk Madinah non-Islam dan tertuang dalam Piagam Madinah. Isi Piagam Madinah itu antara lain:
(1)  Setiap golongan dari ketiga golongan penduduk Madinah memiliki hak pribadi, keagamaan dan politik. Sehubungan dengan itu setiap golongan penduduk Madinah berhak menjatuhkan hukuman kepada orang yang membuat kerusakan dan memberi keamanan kepada orang yang mematuhi peraturan.
 (2) Setiap individu penduduk Madinah mendapat jaminan kebebebasan beragama.
(3)  Seluruh penduduk Madinah yang terdiri dan kaum Muslimin, kaum Yahudi, dan orang-orang Arab yang belum masuk Islam sesama mereka hendaknya saling membantu dalam bidang moril dan materil. Apabila madinah diserang musuh, maka seluruh penduduk Madinah harus bantu-membantu dalam mempertahankan kota Madinah.
(4)  Rasulullah SAW adalah pemimpin seluruh penduduk Madinah. Segala perkara dan perselisihan besar yang terjadi di Madinah harus diajukan kepada Rasulullah SAW untuk diadili sebagaimana mestinya.
 
d.    Meletakkan Dasar-dasar Politik, Ekonomi, dan Sosial yan Islami demi Terwujudnya Masyarakat Madani
Islam tidak hanya mengajarkan bidang akidah dan ibadah, tetapi mengajarkan juga bidang politik, ekonomi, dan sosial, yang kesemuanya bersumber pada Al Qur’an dan Hadis.
Pada masa Rasulullah, penduduk Madinah mayoritas sudah beragama Islam, sehingga masyarakat Islam sudah terbentuk, maka adanya pemerintahan Islam merupakan keharusan. Rasulullah SAW selain sebagai seorang nabi dan rasul, juga tampil sebagai seorang kepala negara (khalifah).
Sebagai kepala negara, Rasulullah SAW telah meletakkan dasar bagi sistem politik islam, yakni musyawarah. Melalui musyawarah, umat Islam dapat mengangkat wakil-wakil rakyat dan kepala pemerintahan, serta membuat peraturan peraturan yang harus ditaati oleh seluruh rakyatnya. Dengan syarat, peraturan peraturan itu tidak menyimpang dan tuntunan Al-Qur’an dan Hadis (dalil naqlinya lihat QS. An-Nisã’, 4: 59).
Dalam bidang ekonomi Rasulullah SAW telah meletakkan dasar bahwa system ekonomi Islam itu harus dapat menjamin terwujudnya keadilan sosial.
Dalam bidang sosial kemasyarakatan, Rasulullah SAW telah meletakkan dasar antara lain adanya persamaan derajat di antara semua individu, semua golongan, dan semua bangsa. Sesuatu yang membedakan derajat manusia ialah amal salehnya atau hidupnya yang bermanfaat (lihat Q.S. Al-Hujurat, 49: 13). >