Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

BANK SOAL EKONOMI

; Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

1. Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani, oikos (rumah tangga) dan nomos (aturan), adapun dalam bahasa Inggrisnya kita mengenal dengan istilah....
a. management of family
b. management of economics
c. management of discipline
d. economics control
e. management of household
Jawaban: e

2. Data-data berupa jumlah penduduk dan jumlah produksi termasuk ke dalam kelompok ilmu ekonomi....
a. teori
b. deskriptif
c. terapan
d. internasional
e. politk
Jawaban: b

3. Perbedaan antara teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro terletak sempurna pada....
a. subjeknya
b. objek formalnya
c. cara penghitungan
d. tokoh-tokohnya
e. tujuan analisis
Jawaban: b

4. Seorang jago ekonomi yang memelopori pembahasan ekonomi secara sistematis dan menguraikannya secara ilmu pengetahuan adalah....
a. Adam Smith
b. Alfred Marshall
c. J.B. Say
d. Mankiw
e. Keynes
Jawaban: a

5. Di bawah ini yang tidak berkaitan dengan ilmu ekonomi adalah....
a. kelangkaan sumber daya
b. kemakmuran
c. kebutuhan manusia
d. perpindahan penduduk
e. kemiskinan
Jawaban: d

6. Contoh lengkap persoalan yang dibahas dalam ekonomi makro adalah....
a. elastisitas permintaan
b. teori sikap konsumen
c. pendapatan nasional
d. pendapatan per orang
e. keuntungan suatu perusahaan
Jawaban: c

7. Pengertian kelangkaan dalam ilmu ekonomi adalah.....
a. tidak meratanya pendapatan
b. tidak semua kebutuhan masyarakat sanggup dipenuhi
c. kebutuhan insan beraneka ragam
d. banyak pengangguran
e. perlu menolongan pemerintah untuk mendistribusikannya
Jawaban: b

8. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini.
1. Tenaga jago kurang
2. Sumber daya melimpah
3. Penguasaan iptek rendah
4. Kebutuhan insan terbatas
5. Jumlah modal terbatas
Dari pernyataan-pernyataan di atas yang ialah faktor-faktor penyebab kelangkaan sarana pemuasa kebutuhan adalah....
a. 1, 2, dan 3
b. 1,3 dan 4
c. 1, 3 dan 5
d. 2, 3, dan 5
e. 3, 4, dan 5
Jawaban: c

9. Kelangkaan memaksa insan untuk...
a. melaksanakan pemborosan
b. mengeluarkan biaya
c. membayar untuk mendapat barang atau jasa
d. memproduksi barang dan jasa
e. membuat pilihan
Jawaban: e

10. Berikut ini tujuan mempelajari ilmu ekonomi adalah....
a. Meningkatkan kegunaan suatu barang
b. Menjaga kestabilan harga
c. mengetahui peristiwa-peristiwa ekonomi dan mengatasi masalahnya
d. membuat wirausahawan-wirausahawan baru
e. mengurangi kebutuhan hidup
Jawaban: c

Manajemen


A. Pengertian Manajemen (Definition of Management)
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
Pendapat lain menjelaskan :
Manajemen : “keahlian untuk menggerakan orang untuk melakukan suatu pekerjaan” (the art of getting thing done through people) (Lawrence A. Appley, American Management Association)

Manajemen : “seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan dari pada “human and natural resources” untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.(oey Liang Gie, Guru besar manajemen UI)

Manajemen sebagai “proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerkan dan pengawasan yang dialkukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain”. (George R. Terry, Ph.D)
Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
1. Manajemen sebagai suatu proses,
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)
Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.
Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
Selanjutnya,  manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.
Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

B. Filsafat Manajemen
Berbagai teori manajemen berdasar pada filsafat dibawah ini antara lain : filasafat idealisme (suatu keadaan yang amat sempurna yang menjadi pola dari segala sesuatu yang kita dapati didunia ini), filsafat ini diterapkan dalam manajemen marxis dan codetermination yang popular di Negara sosialis, jerman dan skandinavia.
filsafat realisme (dunia ini dan segala sesuatu yang terdapat didalamnya adalah kenyataan yang tidak dapat dibantah), filsafat ini beriringan dengan revolusi industri inggeris yang disusun Frederick W. taylor.
Filsafat neo-thomisme ( kenyataan itu rasio, keadaan, dan Tuhan sedangkan kebenaran adalah intuisi, segala sesuatu yang masuk akal dan yang diwahyukan Tuhan) banyak dipraktikan oleh manajemen katholik yang merujuk pada bible
filsafat pragmatisme (pengalaman dan segala sesuatu yang dapat dialami oleh manusia, keberanaran dapat dilihat dari pendapat umum) yang banyak merujuk pada manajemen yang berlaku umum mellaui opini public.
filsafat eksistensialisme (kenyataan adalah eksistensi atau keadaan yang menyerupai itu, kebenaran adalah pendapat yang sejalan dengan pandangan pribadi seseorang), peran manusia menjadi perhatian utama.
Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions) Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu:
  1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
  2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
  3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha
Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.
fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:
Planning
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.

Organizing
Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.

Leading
Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :
• Mengambil keputusan
• Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
• Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
Memeilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.

Directing/Commanding
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.

Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.

Coordinating
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Controlling
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.
Reporting
Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.

Staffing
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi.

Forecasting
Forecasting adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan.

Tool of Management
Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.
Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.
Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)



Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU nomor 21 tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan, yang selanjutnya disingkat OJK, adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. OJK didirikan untuk menggantikan peran Bapepam-LK dalam pengaturan dan pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan, dan menggantikan peran Bank Indonesia dalam pengaturan dan pengawasan bank, serta untuk melindungi konsumen industri jasa keuangan.



Tujuan Dibentuknya OJK

OJK dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan:
  • terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel;
  • mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil; dan
  • mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.



Tugas dan Wewenang OJK

1. OJK melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap:
  • kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan;
  • kegiatan jasa keuangan di sektor pasar modal; dan
  • kegiatan jasa keuangan di sektor perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya.


2. Untuk melaksanakan tugas pengaturan, OJK mempunyai wewenang:
  • menetapkan peraturan pelaksanaan Undang-Undang ini;
  • menetapkan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan;
  • menetapkan peraturan dan keputusan OJK;
  • menetapkan peraturan mengenai pengawasan di sektor jasa keuangan;
  • menetapkan kebijakan mengenai pelaksanaan tugas OJK;
  • menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan perintah tertulis terhadap Lembaga Jasa Keuangan dan pihak tertentu;
  • menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan pengelola statuter pada Lembaga Jasa Keuangan;
  • menetapkan struktur organisasi dan infrastruktur, serta mengelola, memelihara, dan menatausahakan kekayaan dan kewajiban; dan
  • menetapkan peraturan mengenai tata cara pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.


3. Untuk melaksanakan tugas pengawasan, OJK mempunyai wewenang:
  • menetapkan kebijakan operasional pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan;
  • mengawasi pelaksanaan tugas pengawasan yang dilaksanakan oleh Kepala Eksekutif;
  • melakukan pengawasan, pemeriksaan, penyidikan, perlindungan Konsumen, dan tindakan lain terhadap Lembaga Jasa Keuangan, pelaku, dan/atau penunjang kegiatan jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan;
  • memberikan perintah tertulis kepada Lembaga Jasa Keuangan dan/atau pihak tertentu;
  • melakukan penunjukan pengelola statuter;
  • menetapkan penggunaan pengelola statuter;
  • menetapkan sanksi administratif terhadap pihak yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan; dan
  • memberikan dan/atau mencabut: izin usaha; izin orang perseorangan; efektifnya pernyataan pendaftaran; surat tanda terdaftar; persetujuan melakukan kegiatan usaha; pengesahan; persetujuan atau penetapan pembubaran; dan penetapan lain, sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.


Sumber : Wikipedia BahasaIndonesia, Esiklopedi Bebas
cr :  http://ekonomikelasx.blogspot.com

Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB): Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya

Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank

Apa yang dimaksud dengan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)? Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan RI No. KEP-38/MK/IV/1972, pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah semua lembaga/ badan yang melakukan aktivitas keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung menghimpun dana dari masyarakata dengan menerbitkan surat-surat berharga dan menyalurkan dana tersebut untuk membiayai investasi di berbagai perusahaan.
Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) punya peranan yang penting dalam perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia. Dengan adanya LKBB, maka konsumsi domestik bergerak maju dan mendorong laju perekonomian.
Adapun beberapa kegiatan usaha LKBB di Indonesia adalah sebagai berikut:
  • Menghimpun dana dari masyarakat dengan menerbitkan surat-surat berharga.
  • Memberikan fasilitas kredit kepada perusahaan swasta dan pemerintah, baik jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
  • Berperan menjadi perantara bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, dan menjadi badan hukum pemerintah dalam pengadaan kredit dalam negeri maupun luar negeri.
  • Menyertakan modal perusahaan-perusahaan dan penjualan saham di pasar modal.
  • Menjadi perantara bagi perusahaan dalam mendapatkan tenaga ahli di bidang finansial.
  • Melaksanakan kegiatan usaha lain di bidang keuangan atas persetujuan menteri keuangan Republik Indonesia.

Fungsi dan Tujuan Lembaga Keuangan Non Bank

Sebenarnya, ada cukup banyak fungsi Lembaga Keuangan Bukan Bank di Indonesia. Secara umum, fungsi dan tujuan LKKB adalah sebagai berikut:
  • Menghimpun dana dari masyarakat dengan cara menerbitkan surat-surat berharga, lalu menyalurkan kembali dana tersebut untuk membiayai permodalan bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.
  • Menyediakan bantuan modal dalam bentuk kredit kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam hutang dengan bunga tinggi yang diterapkan oleh rentenir.
  • Membantu pemerintah dalam upaya pembangunan di berbagai bidang, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan.
  • Membantu menstimulasi penyertaan modal swasta serta memperluas sumber-sumber pembiayaan bagi kegiatan usaha.
  • Membantu mendorong pembangunan industri dan ekonomi melalui pasar modal.

Macam-Macam Lembaga Keuangan Non Bank

Jika disebutkan semua, maka akan banyak sekali lembaga keuangan bukan Bank yang ada di Indonesia. Namun, secara garis besar ada 7 LKBB yang sering kita temui, diantaranya:

1. Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi Simpan Pinjam adalah Lembaga Keuangan Non Bank yang menghimpun dana dari setiap anggota lalu menyalurkannya kembali kepada anggota maupun non-anggota. Sumber pemasukan koperasi berasal dari anggota dan juga pinjaman dari lembaga keuangan lainnya.
Tujuan utama dari koperasi simpan pinjam adalah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dan juga masyarakat pada umumnya. Beberapa contoh koperasi ini misalnya Koperasi Unit Desa (KUD), Koperasi Serba Usaha (KSU), Koperasi Pasar.

2. Perum Pegadaian

Perusahaan Umum Pegadaian adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melaksanakan kegiatan penyaluran kredit kepada masyarakat. Dasar hukum yang digunakan adalah hukum gadai sehingga masyarakat terhindar dari bunga yang terlalu tinggi.
Pegadaian cukup populer digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah karena biasanya prosesnya cenderung lebih mudah. Adapun beberapa produk layanan dari Perum Pegadaian diantaranya adalah:
  • Gadai konvensional
  • Gadai syariah
  • Gadai emas
  • Jasa taksiran dan sertifikasi logam mulia
  • Jasa penitipan barang berharga

3. Perusahaan Leasing

Perusahaan Leasing atau Multifinance adalah LKBB yang memberikan layanan pembiayaan dengan sistem kontrak sewa yang digabungkan dengan pembelian secara angsuran kepada perusahaan maupun perorangan.
Adapun beberapa perusahaan leasing yang cukup populer di Indonesia diantaranya adalah:
  • PT. BCA Finance
  • PT. BFI Finance
  • PT. Summit Oto Finance
  • PT. Indomobil Finance Indonesia
  • PT. Astra Credit Companies (ACC)
  • PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk
  • PT. Federal International Finance (FIF)

4. Perusahaan Modal Ventura

Perusahaan modal ventura adalah Lembaga Keuangan Non Bank yang menyediakan permodalan kepada perusahaan yang memiliki prospek bisnis yang menjanjikan dengan kegiatan beresiko tinggi dan membutuhkan modal besar.
Bentuk pembiayaan yang ditawarkan oleh perusahaan modal ventura adalah Obligasi hingga pinjaman yang sifatnya khusus dengan syarat pengembalian tertentu yang disepakati kedua pihak.

5. Pasar Modal

Pasar Modal adalah Lembaga Keuangan Bukan Bank yang memperdagangkan surat-surat berharga seperti saham, equitas, surat pengakuan hutang, obligasi, dan surat berharga lainnya yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta.
Pasar modal kita kenal juga dengan Bursa Efek. Di Indonesia, pasar modal diberi nama Bursa Efek Indonesia yang berlokasi di sekitar SCBD Sudirman, Jakarta.

6. Perusahaan Dana Pensiun

Perusahaan Dana Pensiun adalah badan usaha LKBB yang menyediakan layanan jaminan masa tua, yaitu dengan cara menghimpun dana yang dipotong dari gaji karyawan setiap bulannya. Dana tersebut akan diserahkan kepada masyarakat ketika sudah pensiun atau tidak bekerja lagi.
Tujuannya adalah agar karyawan memiliki dana atau uang ketika sudah tidak bekerja lagi. Dengan kata lain, dana pensiun ini merupakan tabungan jangka panjang.
Berikut beberapa contoh lembaga dana pensiun
  • PT. Taspen
  • PT. Asabri
  • BPJS Ketenagakerjaan
  • DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja)
  • DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan)

7. Perusahaan Asuransi

Perusahaan asuransi adalah Lembaga Keuangan Bukan Bank yang menghimpun dana dengan cara menarik premi setiap bulannya selama masa kontrak sesuai dengan perjanjian masing-masing pihak dan dijelaskan dalam polis asuransi.
Tujuan dari asuransi ini adalah untuk mengendalikan keuangan seseorang tetap terjaga ketika terjadi risiko yang membutuhkan biaya. Adapun beberapa jenis asuransi adalah:
  • Asuransi kesehatan
  • Asuransi jiwa
  • Asuransi pendidikan
  • Asuransi kendaraan
  • Asuransi kepemilikan rumah dan properti
  • Asuransi bisnis
Di atas tadi adalah ulasan singkat mengenai pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), serta fungsi dan tujuan LKBB. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

PASAR DALAM EKONOMI

PASAR DLAM PEREKONOMIAN
 1. Pengertian Pasar pasar adalah suatu tempat strategis yang digunakan oleh penjual (produsen) dan pembeli (konsumen) untuk melakukan interaksi atau kegiatan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Fungsi Pasar
a. Fungsi Pembentukan Harga : Fungsi pembentukan harga. artinya pasar merupakan tempat dalam menentukan harga (nilai) suatu barang karna pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli yang saling tawar menawar sehingga terjadi suatu kesepatakan harga (nilai) barang/jasa.
 b. Fungsi Distribusi : Fungsi Distribusi. artinya pasar memudahkan produsen dalam mendistribusikan suatu barang kepada konsumen atau pembeli secara langsung.
 c. Fungsi Promosi : Fungsi Promosi. artinya pasar merupakan tempat yang paling cocok bgi produsen dalam memperkenalkan atau mempromosikan barangnya kepada konsumen.

 3. Syarat terjadinya pasar
 a. adanya penjual,
b. adanya pembeli,
c. tersedianya barang yang diperjualbelikan,
 d. terjadinya kesepakatan antara penjual dan pembeli.

 4. Peranan Pasar Dalam Perekonomian
a. Peran pasar bagi produsen antara lain
 • Sebagai tempat untuk memperkenalkan barang / promosi
 • Sebagai tempat untuk menjual hasil produksi.
 • Sebagai tempat untuk memperoleh bahan produksi / faktor produksi
 b. Peranan pasar Untuk konsumen.
 • Memudahkan konsumen untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan .
 c. Peranan pasar untuk sumber daya Manusia.
 • Pasar dapat membuka peluang untuk masyarakat dalam memperoleh pekerjaan dan berwiraswasta . d. Peranan Pasar untuk Pembangunan.
 • Pasar yang berkembang akan membawa dampak Positif bagi kehidupan masyarakat. Masyarakat akan semakin sejahtera .
  • Kebutuhan akan pembangunan juga diperoleh di pasar . 
  • Selain itu Negara memperoleh pemasukan dari aktifitas pasar melalui pajak dan retribusi . Penerimaan tersebut dapat digunakan sebagai salah satu sumber pembangunan daerah maupun pemangunan Nasional. 
5.  BENTUK-BENTUK PASAR
 I. PASAR BARANG DAN JASA ( OUTPUT)
A. Bentuk Pasar menurut Sifat/Wujudnya
 a. Pasar konkret
 • Pasar konkret adalah pasar di mana barang yang diperjualbelikan benar-benar ada serta penjual dan pembeli bertemu langsung.
 Ciri-ciri pasar konkret:
1) transaksi dilakukan secara tunai,
2) barang dapat dibawa/diambil saat itu juga,                                                                                        3) barang yang diperjualbelikan benar-benar ada/nyata,
 4) penjual dan pembeli bertemu langsung.
 b. Pasar abstrak
• Pasar abstrak, yaitu pasar di mana barang yang diperjualbelikan tidak tersedia secara langsung serta antara penjual dan pembelinya tidak bertemu secara langsung.
 Ciri-ciri pasar abstrak:
1) penjual dan pembeli berada di tempat yang berbeda dan berjauhan jaraknya,
2) transaksi dilandasi oleh rasa saling percaya,
3) barang yang diperjualbelikan tidak tersedia, hanya contoh saja,
 4) transaksi dilakukan dalam partai besar.
 B. Bentuk Pasar menurut Luas Wilayah Kegiatannya
 a. Pasar lokal
 • Pasar lokal adalah pasar yang daerah pemasarannya hanya meliputi daerah tertentu, dan pada umumnya menawarkan barang yang dibutuhkan masyarakat di sekitarnya.
 b. Pasar nasional
 • Pasar nasional adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi wilayah satu negara. Pasar ini menjual barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat negara tersebut.
 c. Pasar regional
• Pasar regional adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi beberapa negara pada wilayah tertentu. Pasar ini biasanya di bawah naungan wadah kerja sama regional, misalnya di kawasan Asia Tenggara dibentuk AFTA.
 d. Pasar internasional
 • Pasar internasional adala pasar yang daerah pemasarannya mencakup seluruh kawasan dunia. Pasar ini juga disebut pasar dunia, karena menjual produk-produk yang dibutuhkan oleh semua masyarakat dunia, misalnya pasar kopi di Brasil, pasar wol di Sidney, Australia.
C. Bentuk Pasar menurut Organisasi Pasar atau Hubungan antara jumlah Pembeli dan Penjual
 a. Pasar persaingan sempurna (perfect competition market)
 • Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang terdapat banyak penjual dan pembeli, sehingga harga tidak bisa ditentukan oleh masing-masing penjual/pembeli
 Ciri-ciri pasar persaingan sempurna yaitu:
1) penjual dan pembeli bebas keluar masuk pasar tanpa hambatan,
 2) pengetahuan penjual dan pembeli tentang pasar sempurna,
3) penjual dan pembeli banyak,
4) barang yang diperjualbelikan bersifat homogen.
 5) harga ditentukan oleh pasar
 Kebaikan pasar sempurna
1) Tidak memerlukan adanya iklan
2) Tidak tampak kegiatan saling menyaingi antara penjual
3) Adanya satu harga
4) Kepuasan konsumen maksimal karena bebas melakukan pilihan penjual
 5) Keuntungan produsen maksimal karena bisa menjual barang sebanyak-banyaknya
 6) Biaya produksi minimum karena persaingan produsen
 Kelemahan pasar sempurna
1) Harga tidak bisa ditawar lagi
2) Konsumen tidak bisa memilih barang lain karena semua barang sejenis/homogen
b. Pasar persaingan tak sempurna (imperfect competition market)
 • Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar di mana jumlah pembeli tidak sebanding dengan jumlah penjualnya, sehingga pasar dikuasai oleh satu atau beberapa penjual saja atau sebaliknya dikuasai satu atau beberapa pembeli saja.
 Bentuk pasar yang termasuk pasar persaingan tidak sempurna, di antaranya:
 1. Pasar monopoli
• Pasar monopoli ialah pasar yang dikuasai sepenuhnya oleh satu penjual.
 Ciri-ciri pasar monopoli, antara lain:
 1) terdapat satu penjual dan banyak pembeli,
2) harga ditentukan secara sepihak oleh penjual,
3) tidak ada barang lain yang dapat menggantikan barang yang dijualbelikan dengan sempurna,
 4) ada halangan yang kuat bagi penjual baru untuk masuk dalam pasar.
 Kebaikan pasar monopoli antara lain sebagai berikut.
 1) Industri-industri yang berkembang banyak yang bersifat monopoli.
 2) Mendorong untuk adanya inovasi baru agar tetap terjaga monopolinya.
 3)Tidak akan mungkin timbul perusahaan-perusahaan yang kecil sehingga perusahaan monopoli akan semakin besar.
 kelemahan pasar monopoli sebagai berikut.
 1) Timbul ketidakadilan karena keuntungan banyak dinikmati oleh produsen.
 2)Tidak efisiensinya biaya produksi, karena perusahaan monopoli tidak memanfaatkan secara penuh penghematan ongkos produksi atau sering disebut timbulnya pemborosan.
3) Konsumen merasa berat karena harus membeli barang dengan harga sangat tinggi oleh perusahaan monopoli.
 4) Adanya unsur eksploitasi terhadap konsumen dan pemilik faktor-faktor produksi.
 Contoh Pasar Monopoli
1) Pertamina
2) PT. POS INDONESIA
3) Telkom
4) PT. KAI
5) PT. PLN
 2. Pasar duopoli
 • Pasar duopoli, yaitu pasar di mana penawaran suatu barang dikuasai oleh dua perusahaan. Contoh: penawaran minyak pelumas yang dikuasai oleh Caltex dan Pertamina.
Ciri-ciri pasar duopoli, yaitu:
 1) terdapat dua penjual dan banyak pembeli,
2) harga ditentukan secara sepihak oleh kedua penjual.
 3. . Pasar oligopoli
• Pasar oligopoli ialah pasar di mana beberapa perusahaan menguasai penawaran satu jenis barang. Beberapa perusahaan yang menguasai pasar ini saling memengaruhi satu sama lain. Sifat ini menyebabkan satu perusahaan harus mengambil keputusan secara hati-hati dalam mengubah harga, mengubah desain produk atau mengubah teknik produksi. Contoh: penawaran sepeda bermotor yang dikuasai oleh beberapa perusahaan di antaranya Honda, Suzuki, Yamaha, dan Kawasaki.
 Ciri-ciri pasar oligopoli, yaitu:
1) terdapat banyak pembeli di pasar,
2) hanya ada beberapa penjual,
 3) produk yang dijual bersifat,
4) terdapat hambatan untuk memasuki pasar bagi perusahaan baru,
 5) adanya saling ketergantungan,
 6) penggunaan iklan sangat intensif.
 Kebaikan pasar oligopoli antara lain sebagai berikut.
1) Industri-industri oligopoly bisa mengadakan inovasi dan penerapan teknologi baru yang paling pesat,
2) berlomba penemuan proses produksi baru dan penurunan ongkos produksi, 3) Lebih mampu menyediakan dana untuk pengembangan dan penelitian.
 Adapun kelemahannya antara lain sebagai berikut.
1) Kemungkinan adanya keuntungan yang terlalu besar yang dinikmati produsen.
2) Tidak efisiensi karena produsen tidak beroperasi pada biaya rata-rata yang minimum.
3) Kemungkinan adanya eksploitasi konsumen maupun buruh. 4) Terdapat kenaikan harga (inflasi) yang merugikan masyarakat secara makro.
 Contoh Pasar Oligopoli:
1) Perusahaan Rokok
2) Perusahaan mobil
3) Perusahaan air mineral
4) Perusahaan Sepatu
5) Perusahaan Elektronik
 4. Pasar monopolistik
 • Pasar monopolistik adalah suatu struktur pasar di mana terdapat banyak produsen yang menjual produk yang sama, tetapi dengan berbagai macam variasi. Contoh: produsen elektronik seperti handphone, smartphone, atau laptop.
 Ciri-ciri pasar monopolistik
 1) Terdapat banyak produsen.
2) Produk yang dijualbelikan sama (homogen), tetapi dengan berbagai macam variasi.
 Kebaikan pasar monopolistik antara lain sebagai berikut.
1) Konsumen memiliki banyak pilihan barang.
 2) Produsen dapat menentukan harga sendiri-sendiri dalam satu pasar karena tidak ada persaingan.
3) Masing-masing monopolistik mempunyai keuntungan sendiri-sendiri karena memiliki pasar (konsumen) sendirisendiri.
Sementara itu, kelemahannya antara lain sebagai berikut.
 1) Tidak efisiennya produksi karena produsen tidak berproduksi dengan biaya rata-rata (AC) yang minimum.
2) Terlalu banyak perusahaan kecil.
3) Konsumen masih harus membayar harga produk yang lebih tinggi dari biaya produksi untuk menghasilkan produk tersebut.
 Contoh pasar persaingan monopolistik
 1) Persaingan perusahaan shampoo diantaranya Emeron dengan Dove.
2) Persaingan perusahaan ditergen diantaranya Surf dengan Daia.
3) Persaingan perusahaan motor diantaranya Honda dengan Yamaha.
 4) Persaingan perusahaan computer diantaranya Acer dengan Toshiba.
5) Persaingan perusahaan handphone diantaranya Nokia dengan Sony.
 D. Menurut Waktu Penyelenggaraannya
 a. Pasar harian
• Pasar harian adalah pasar yang dilakukan setiap hari.
 Contohnya pasar-pasar tradisional di lingkungan rumah yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, pasar Horas di pematangsiantar dan lain-lain.
 b. Pasar mingguan
• Pasar mingguan adalah pasar yang dilakukan hanya setiap seminggu sekali. Biasanya nama pasar ini diambil dari nama hari pelaksanaan, contohnya Pasar Senin, Pasar Minggu,Pasar Rebo, dan lain-lain.
 c. Pasar bulanan
• Pasar bulanan adalah pasar yang dilakukan sebulan sekali. Pasar bulanan biasanya terdapat di sekitar pabrik dan dibuka setiap kali karyawan pabrik tersebut menerima gaji.
 d. Pasar tahunan
• Pasar tahunan adalah pasar yang dilakukan setahun sekali. Pasar ini diselenggarakan berkaitan dengan acara atau kegiatan dan sering digunakan sebagai ajang pameran atau promosi. Contohnya Pekan Raya Jakarta (PRJ), medan Fair di Sumatera Utara yaitu ajang pameran karya daerah kabupaten/Kota
 E. Menurut Jenis Barang yang Diperjualbelikan
 a. Pasar barang produksi
• Pasar barang distribusi adalah pasar yang menjual faktorfaktor produksi. Misalnya bursa tenaga kerja, pasar modal, pasar mesin-mesin produksi, dan lain-lain.
 b. Pasar barang konsumsi
 • Pasar barang konsumsi adalah pasar yang menjual barangbarang yang secara langsung dapat dikonsumsi/dipakai. Contohnya pasar buah, pasar ikan, pasar pakaian, dan lain-lain.

 PASAR INPUT
A. Pengertian Pasar input adalah suatu pasar yang melakukan kegiatan penawaran atas faktor-faktor produksi perusahaan.

B. Faktor produksi

 1) Pasar Input Tanah
 Teori tentang pasar input tanah:
 a) Teori Kesuburan Asli tanah Maksudnya, harga sewa tanah semakin mahal apabila tingkat kesuburan asli tanah semakin tinggi.
 b) Teori Perbedaan Kesuburan Tanah Maksud teori perbedaan kesuburan tanah ini cenderung menitikberatkan pada keterbatasan jumlah tanah yang subur karena ketersediaanya yang langka.
 c) Teori Lekak Tanah Maksudnya, harga sewa tanah dipengaruhi letak tanah.Letak tanah yang strategis memungkinkan timbulnya peluang ekonomi yang lebih besar dalam berusaha dan meraih keuntungan.
 d) Teori Harga Derivasi Tanah Maksud teori harga derivasi tanah menyatakan bahwa harga sewa tanah ditentukan pada perubahan permintaan barang yang dihasilkan oleh tanah sebagai faktor produksi.

 2) Pasar Input Tenaga Kerja Adalah pasar yang menyediakan atau mempertemukan para pencari kerja (faktor produksi berupa tenaga kerja) dengan perusahaan.

 a) Upah tenaga kerja Adalah imbalan yang diterima para pekerja atas jasa yang diberikan dalm menggerakan proses produksi barang atau jasa.

 b) Teori Upah Tenaga kerja
1) Teori upah normal Upah diberikan sesuai dengan kebutuhan hidup minimum tenaga kerja beserta keluarganya
2) Teori Upah Besi Besarnya upah rata-rata tenga kerja sama dengan biaya minimum buruh.
3) Teori Dana Upah Pemberian upah bergantaung pada kemampuan keuangan perusahaan. Jika keuntungan yang diperoleh perusahaan tinggi, upah yang diberikan kepada tenaga kerja akan bertambah.
 4) Teori Upah Etika Besar upah bergantung pada besar biaya pemeliharaan hidup dan produktivitas kerja buruh.

3) Pasar Input Modal
Modal adalah segala sesuatu yang digunakan dalam proses produksi lanjutan pada perusahaan.

 a) Bunga Modal Bunga modal merupakan balas jasa yang diterima investor (pemilik modal) atas modal yang disertakannya pada proses produksi perusahaan.

 b) Teori Bunga Modal
1) Teori Produktivitas Maksudnya, modal pinjaman bisa digunakan untuk kegiatan usaha produktif. 2) Teori Abstinence Maksudnya, bunga modal diberikan sebagai balas jasa pemilik modal atas investasi yang tidak digunakan oleh orang atau perusahaan lain.
3) Teori Agio Maksudnya, bunga modal diberikan kepada pemilik modal atas kerugian akibat perbedaan nilai.
 4) Teori Liquidity Preference Maksudnya, bunga modal diberikan sebagai ganti rugi atas pengorbanan karena tidak menggunakan uang liquid akibat dipinjam orang lain.
5) Teori Bunga Dinamis Maksudnya, barang modal yang digunakan dalam proses produksi akan menghasilkan laba usaha.

c) Fungsi Pasar Input Modal
1) Memudahkan pengusaha memperoleh modal jangka pendek atau jangka panjang.
 2) Memperlancar kegiatan pengembangan kegiatan usaha.
3) Membantu perusahaan atau masyarakat untuk memanfaatkan dananya dalam kegiatan produktif pada suatu perusahaan.
3) Membantu pemerintah membiayai pembangunan.

 4) Pasar Input Kewirausahaan Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk berpikir kreatif dan berperiaku inovatif guna menghadapi tantangan usaha.

a. Laba wirausaha Laba wirausaha adalah balas jasa yang diterima wirausaha dalam menjalankan kegiatan usahanya.

b. Teori laba wirausaha
 1) Teori inovasi Maksudnya, laba wirausaha merupakan balas jasa atas kemampuan pengusaha dalam mengadakan kombinasi baru atau inovasi baru dalam proses produksinya.
2) Teori nilai lebih Maksudnya, wirausaha harus membayar kegiatan tenaga kerja untuk memperoleh produktivitas tenaga kerja.
3) Teori keuntungan Maksudnya, laba yang diperoleh wirausaha akan ditentukan dari keahlian wirausaha dalam memimpin perusahaan dan mampu mengatasi resiko yang akan dihadapinya
4) Teori resiko usaha Maksudnya, wirausaha akan menanggung resiko kerugian jika usaha yang dikelolanya mengalami kerugian.
5) Teori residu Maksudnya, wirausaha memperoleh laba jika ada kelebihan penerimaan perusahaan.

c. Unsur-unsur laba wirausaha
1) Upah wirausaha diartikan balas jasa wirausah atas kemampuannya dalam mengelola perusahaan. 2) Bunga modal diartiakan balas jasa wirausaha karena menginvestasikan modal di suatu perusahaan. 3) Sewa tanah diartikan balas jasa wirausaha sebagai pemilik faktor produksi tanah atau lahan.
 4) Premi resiko diterima wirausaha atas kemungkinan terjadinya resiko kerugian.

d. Fungsi kewirausahaan
1) Wirausaha akan memikirkan ide.
2) Menentukan keputusan
3) Menanggung resiko selama pelaksanakan proes produksi dan pemasaran berlangsung.
4) Wirausaha akan mengatur dan mengawasi proses produksi agar perusahaan dapat berjalan sesuai rencana yang diharapkan.
5) MenEntukan cara yang paling efisien dalam rangka menjalankan proses prosuksi guna menghasilkan dan menyediakan barang kebutuhan masyarakat.

MEKANISME PASAR: PERMINTAAN DAN PENAWARAN (Elastisitas Permintaan)


1.      Dalam  mekanisme pasar terdapat elastisitas permintaan. Bagaimana definisi dari elastisitas permintaan tersebut dan apa contohnya :


Elastisitas permintaan adalah Elastisitas permintaan mengukur seberapa besar kepekaan perubahan jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga. Ketika harga sebuah barang turun, jumlah permintaan terhadap barang tersebut biasanya naik —semakin rendah harganya, semakin banyak benda itu dibeli. Elastisitas permintaan ditunjukan dengan rasio persen perubahan jumlah permintaan dan persen perubahan harga. Ketika elastisitas permintaan suatu barang menunjukkan nilai lebih dari 1, maka permintaan terhadap barang tersebut dikatakan elastis di mana besarnya jumlah barang yang diminta sangat dipengaruhi oleh besar-kecilnya harga. Sementara itu, barang dengan nilai elastisitas kurang dari 1 disebut barang inelastis, yang berarti pengaruh besar-kecilnya harga terhadap jumlah-permintaan tidak terlalu besar. Sebagai contoh, jika harga sepeda motor turun 10% dan jumlah permintaan atas sepeda motor itu naik 20%, maka nilai elastisitas permintaannya adalah 2; dan barang tersebut dikelompokan sebagai barang elastis karena nilai elastisitasnya lebih dari 1. Perhatikan bahwa penurunan harga sebesar 1% menyebabkan peningkatan jumlah permintaan sebesar 2%, dengan demikian dapat dikatakan bahwa jumlah permintaan atas sepeda motor sangat dipengaruhi oleh besarnya harga yang ditawarkan.

koefisien
Elastisitas
n = 0
Inelastis sempurna
0 < n < 1
Inelastis
n = 1
Elastis uniter
1 < n < ∞
Elastis
n = ∞
Elastis sempurna

  • Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung koefisien elastisitas permintaan adalah


  • atau menggunakan kalkulus differensial:
            


  • atau bisa juga:

  • dimana:
P = harga

= jumlah

Qd = jumlah permintaan

Pd  = harga permintaan

Qd = Qd baru - Qd lama
Pd = Pd baru - Pd lama



Contoh Soal :
1.       Request tables of rice in an area in one month:
---------------------------------------------
Price Per Kg               Amount of Request
---------------------------------------------
Rp. 4.000,00                  10 ton
Rp. 4.500,00                    8 ton
---------------------------------------------
Pursuant to request tables of rice above, what kind of request type including.....?
Jawab :
Dari soal diatas diperoleh data-data sebagai berikut :
P1 = 4.000   Q1 = 10 ton
P2 = 4.500   Q2 = 8 ton
Langkah pertama kita menghitung perubahan jumlah barang dan harga...
∆Q      = Q2 - Q1 = 8 - 10 = -2
∆P       = P2 - P1  = 4.500 - 5000= -500
Langkah selanjutnya kita masukan data diatas kedalam rumus elastisitas permintaan:
Ed = (P1/Q1) x (∆Q/∆P)
Ed = (4000/10) x (-2/-500)
Ed = (400) x (0,004)
Ed = 1,6

Nilai Ed > 1, Jadi permintaan bersifat elastis.
 
cr : http://tazkaniadika.blogspot.com

Peran Pelaku Ekonomi dalam Kegiatan Ekonomi


KEGIATAN EKONOMI PRODUKSI
Pengertian Produksi
Produksi adalah upaya atau kegiatan untuk menambah nilai pada suatu barang. Arah kegiatan ditujukan kepada upaya-upaya pengaturan yang sifatnya dapat menambah atau menciptakan kegunaan (utility) dari suatu barang atau mungkin jasa.
Faktor-faktor Produksi
Faktor-faktor yang memengaruhi produksi sebagai berikut:
1.      Faktor Produksi Alam (Sumber Daya Alam) yaitu faktor produksi yang dapat diambil langsung dari alam untuk dimanfaatkan manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Contoh: tanah, air, pasir, batu, tumbuh-tumbuhan, hewan, sinar matahari, iklim, tenaga alam, barang tambang, dan lain-lain.
2. Faktor Produksi Tenaga Kerja (Sumber Daya Manusia) yaitu segala kegiatan manusia (baik fisik maupun psikis) yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menciptakan atau menambah nilai guna barang atau jasa. Faktor produksi tenaga kerja (sumber daya manusia, disingkat SDM) memegang peranan penting dalam proses produksi. Tanpa SDM, sumber daya alam (SDA) yang melimpah tidak akan ada gunanya.
Berdasarkan kemampuannya SDM dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.
a.       Tenaga kerja terdidik (skilled labout) adalah tenaga kenja yang memerlukan pendidikan khusus sehingga memilih keahlian tertentu. Contoh: dokter, dosen, guru, insinyur, akuntan, pengacara, dan lain-lain.
b.      Tenaga kerja terlatih (trained labou) adalah tenaga kerja yang memerlukan latihan dan pengalaman kerja yang mencukupi sebelum melakukan pekerjaannya. Contoh: sopir, montir mobil, penjahit pakaian, juru masak, dan lain-lain.
c.       Tenaga kerja yang tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja yang tidak memiliki pendidikan, pengalaman, maupun pelatihan khusus. Contoh: buruh bangunan, tukang parkir, kuli pelabuhan, dan pembantu rumah tangga.
Berdasarkan sifatnya, tenaga kerja dapat dibedakan menjadi tenaga kerja jasmani dan tenaga kerja rohani.
1.      Tenaga kerja jasmani adalah tenaga kerja yang lebih banyak menggunakan tenaga kerja fisik dalam melakukan proses produksi. Contoh: tukang kayu, buruh bangunan, kuli pelabuhan, dan lain-lain.
2.      Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang lebih banyak menggunakan kemampuan berpikir dalam melakukan proses produksi. Contoh: akuntan dan pengacara.
3. Faktor Produksi Modal
Modal adalah suatu hasil kerja manusia yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang lain.Yaitu segala benda atau alat buatan manusia yang dapat digunakan untuk memperlancar proses produksi dalam menghasilkan barang atau jasa. Contoh: uang, mesin-mesin produksi, dan lain-lain.
Faktor produksi modal dapat dikelompokkan menjadi modal konkret dan modal abstrak.
MODAL KONKRET ATAU NYATA
Modal konkret atau nyata adalah modal yang telah digunakan dalam proses produksi. Contoh: bangunan pabrik, mesin pemintal, traktor, dan sebagainya.
Menurut bentuknya
Modal uang adalah modal yang berbentuk daya beli dari sejumlah uang, yang nantinya dapat digunakan untuk membentuk modal barang. Contohnya: uang kas dan simpanan di bank.
Modal barang adalah modal yang berbentuk barang atau selain uang, yang digunakan untuk memperlancar proses produksi. Contohnya: bajak/traktor untuk mengolah tanah.
Menurut sifatnya
Modal tetap (Fixed Capital) adalah modal yang sifatnya tetap atau tahan lama dalam proses produksi/dapat digunakan berkali-kali dalam proses produksi. Contohnya: lahan pertanian, gedung, mesin-mesin, mobil, komputer, lemari arsip, sepeda motor, dan mesin ketik.
Modal lancar (Variable Capital) adalah modal yang sifatnya tidak tahan lama atau habis sekali pakai dalam proses produksi. Contohnya: bahan baku (misalnya: kayu dalam proses produksi lemari pakaian), bahan mentah, bahan bakar, alat tulis kantor, pupuk urea, dan lain-lain.
Menurut sumbernya
Modal sendiri adalah modal yang berasal dari si pemilik sendiri. Contohnya: uang kas dan mobil.
Modal utang/pinjaman adalah modal yang berasal dari pinjaman pihak lain. Contohnya: utang dari bank atau lembaga keuangan lainnya.
Menurut tujuannya
Modal individu adalah modal yang bertujuan untuk memberikan keuntungan bagi si pemilik modal. Contohnya: simpanan di bank, tanah yang disewakan, dan saham pada perusahaan.
Modal publik adalah modal yang bertujuan untuk memberikan keuntungan bagi masyarakat luas atau publik. Contohnya: gedung sekolah, rumah sakit, dan sebagainya.
Menurut risikonya
Modal sendiri adalah barang-barang modal yang dimiliki dan menanggung risiko penuh jika perusahaan jatuh pailit.
Modal asing yaitu modal pinjaman yang risikonya ringan, jika perusahaan jatuh pailit, karena dipertanggung jawabkan oleh beberapa orang pendiri perusahaan. Semua modal yang diperoleh dari pinjaman digolongkan sebagai modal asing.
MODAL ABSTRAK
Modal abstrak adalah barang modal yang masih merupakan persediaan dan belum akan segera digunakan dalam proses produksi. Contohnya: persediaan kulit untuk perusahaan sepatu, persediaan karet untuk perusahaan ban, dan lain-lain.
4. Faktor Produksi Kewirausahaan atau Enterpreneurship
Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan intelektual seorang pengusaha untuk mengelola atau menyatukan ketiga faktor produksi (alam, tenaga kerja, dan modal) di atas dalam suatu proses produksi. Seseorang disebut pengusaha yang memiliki jiwa wirausaha jika ia mampu merencanakan (planning), menggerakkan (actuating), mengorganisasi (organizing), mengkoordinir (coordinating) , dan mengawasi (controlling) kegiatan produksi dengan baik.
Tiga macam kemampuan (skill) yang harus ada pada faktor produksi kewirausahaan adalah:
1.      Keahlian mengatur (managerial skill) adalah kemampuan cara kerja yang lebih efisien dan lebih produktif, serta kemampuan mengadakan inovasi (penemuan barang baru).
2.      Keahlian bidang teknis ekonomis (technological skill) adalah kemampuan mengombinasikan faktor-faktor produksi sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih etektif dan efisien.
3.      Keahilan mengorganisasi (organizing skill) adalah kemampuan mengorganisasi berbagai usaha, baik dalam perusahaan maupun dalam lembaga masyarakat.
Menurut Mc. Clelland, agar perusahaan dapat berhasil, seorang wirausahawan harus mempunyai sifat-sifat, antara lain selalu mencari peluang, ulet, memegang janji, berani mengambil risiko, selalu berorientasi pada kualitas dan efisiensi, mampu membuat perencanaan dan pengawasan yang efektif, mampu menentukan tujuan, mampu mencari informasi, mampu meyakinkan dan mengatur, percaya diri.
Teori Perilaku Produsen
Teori Perilaku Produsen adalah teori yang menjelaskan tentang bagaimana tingkah laku produsen dalam menghasilkan produk yang selalu berupaya untuk mencapai efesiensi dalam kegiatan produksinya. Produsen berusaha untuk menghasilkan produksi seoptimal mungkin dengan mengantur penggunaan faktor produksi yang paling efisien.
Produksi adalah setiap kegiatan yang dapat meningkatkan nilai guna suatu barang. Dimana bentuk kegiatannya meliputi:
1.      From Changing activitie, yaitu kegiatan mengubah bentuk dari suatu barang.
2.      Transportation, yaitu kegiatan memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat lain.
3.      Storage, yaitu kegiatan menyimpan suatu barang yang akan digunakan di masa yang akan datang.
4.      Merchandishing, yaitu kegiatan memperdagangkan suatu barang agar sampai ke tangan konsumen yang membutuhkan.
5.      Personal service, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang yang orang lain mengakui keberadaannya.
Biaya Produksi
Biaya dalam pengertian Produksi ialah semua “beban” yang harus ditanggung oleh produsen untuk menghasilkan suatu produksi.
Biaya produksi  adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan oleh perusahaan tersebut.
Dua jenis biaya produksi:
1.      Biaya eksplisit  adalah pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan perusahaan.
2.      Biaya implisit  adalah perkiraan pengeluaran (biaya) atas faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.
Biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
1.      Bahan baku atau bahan dasar termasuk bahan setengah jadi.
2.      Bahan-bahan pembantu atau penolong.
3.      Upah tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga direktur.
4.      Penyusutan peralatan produksi.
5.      Uang modal, sewa.
6.      Biaya penunjang seperti biaya angkut, biaya administrasi, pemeliharaan, biaya listrik, biaya keamanan dan asuransi.
7.      Biaya pemasaran seperti biaya iklan.
8.      Pajak
Macam-Macam Biaya Produksi
1.      Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost/FC)
Biaya Tetap Total adalah biaya yang tetap harus dikeluarkan walaupun perusahaan tidak berproduksi yaitu dari penurunan rumus menghitung biaya total. Penurunan rumus tersebut, adalah:
TC = FC + VC
FC = TC – VC
Keterangan: 
TC = Biaya total (Total Cost)
FC = Biaya tetap (Fixed Cost)
VC = Biaya Variabel (Variable Cost)
2.      Biaya Variabel Total (Total Variabel Cost/VC)
Biaya Variabel Total adalah biaya yang dikeluarkan apabila berproduksi dan besar kecilnya tergantung pada banyak sedikitnya barang yang diproduksi. Biaya variabel rata-rata dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut, yaitu:
VC = TC – FC
3.      Biaya Total (Total Cost/TC)
Biaya total merupakan jumlah keseluruhan biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya total dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
TC = FC + VC
4.       Biaya Tetap Rata-Rata (Average Fixed Cost/AFC)
Biaya Tetap Rata-Rata  adalah hasil bagi antara biaya tetap total dan jumlah barang yang dihasilkan. Rumus  :
AFC =  FC/Q
Keterangan:
FC       = Biaya Tetap Total
Q         = Kuantitas
5.      Biaya Variabel Rata-Rata (Average Variabel Cost/AVC)
Biaya variabel rata-rata adalah biaya variable satuan unit produksi. Rumusnya:   
 AVC = VC/Q
Keterangan:
VC =  Biaya Variabel Total
Q   = Kuantitas
6.      Biaya Total Rata-Rata (Average Cost/AC)
Average Cost adalah biaya total rata-rata yang dapat dihitung dari Total Cost dibagi banyaknya jumlah barang tertentu (Q). Nilainya dihitung menggunakan rumus di bawah ini:
AC= TC /Q  atau  (VC+FC)/Q
AC= AVC+AFC
7.      Biaya Marginal (Marginal Cost/MC)
Biaya Marginal adalah tambahan biaya yang disebabkan karena tambahan satu unit produksi. Biaya marginal diperoleh dari selisih Total Cost dan selisih kuantitas dari barang yang diproduksi. Sehingga dapat dirumuskan:
MC = dTC/dQ Atau MC = TCn – TCn-1
8.   Biaya Pabrikasi
a.       Biaya Langsung : Biaya yang langsung dalam proses produksi suatu barang, bahan baku, dll.
b.      Biaya Tidak Langsung : Biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi
9.   Biaya Non-pabrikasi
a.       Biaya Pemasaran yaitu biaya yang diperlukan untuk memperoleh pesanan dan menyediakan produk bagi pelanggan
b.      Biaya Administrasi yaitu biaya yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi dan menyediakan dukungan bagi karyawan Departemen.
c.       Common Cost (Biaya bersama) yaitu biaya yang berasal dari penggunaan fasilitas atau jasa oleh dua departemen atau lebih.
d.      Joint Cost (Biaya Gabungan) yaitu biaya yang terjadi dalam proses produksi yang menghasilkan dua atau lebih produk jadi.
Penerimaan
Penerimaan (Revenue) adalah total pendapatan yang diterima oleh produsen berupa uang yang diperoleh dari hasil penjualan barang yang diproduksi.
Beberapa konsep penerimaan adalah sebagai berikut
Penerimaan Total atau Total Revenue (TR)
TR adalah penerimaan seluruhnya yang diterima oleh produsen dari hasil penjualan. Secara matematis dapat diumuskan sebagai berikut:
    TR = P × Q
Penerimaan Rata-Rata atau Average Revenue (AR)
AR adalah penerimaan produsen per unit barang yang dijualnya. Secara matematis dapat diumuskan sebagai berikut:
    AR = TR / Q
Penerimaan Marjinal (MR)
MR adalah kenaikan penerimaan total yang disebabkan oleh tambahan penjualan sebesar 1 unit. Secara matematis dapat diumuskan sebagai berikut:
    MR = TR/Q
Laba Maksimum
Dalam memproduksi suatu produk kadang Produsen akan selalu memilih produksi dimana bias memperoleh keuntungan yang paling besar (maksimum). Bila telah mencapai posisi ini, produsen dikatakan telah berada di posisi ekuilibrium. Dikatakan posisi ekuilibrium karena pada posisi ini tidak ada kecenderungan baginya untuk mengubah tingkat harga dan produksi, sebab jika dilakukan perubahan pada salah satu komponen tersebut maka total keuntungan justru menurun. Untuk mengetahui produk yang mencapai posisi ekuilibrium atau labamaksimum dapat dilakukan dengan cara :
1.      Pendekatan total penerimaan (TR) dan total biaya (TC), dicariselisihantara TR dan TC yang paling besar. 
2.      Dengan pendekatan hasil penerimaan marginal (MR) danbiaya marginal (MC) dimana MR = MC (penerimaan marginal sama dengan biaya marginal)
Terdapat tiga pendekatan perhitungan laba maksimum (Rahardja, Manurung) yaitu :
1.      Pendekatan Totalitas (totality approach)
Pendekatan totalitas membandingkan pendapatan total (TR) danbiaya total (TC). Jika harga jual per unit output (P) danjumlah unit output yang terjual (Q), maka TR = P.Q. Biaya total adalah jumlah biaya tetap (FC) ditambah biaya variable per unit(v) dikali biaya variable per unit, sehingga:
π = P.Q – (FC + v.Q)
Implikasi dari pendekatan totalitas adalah perusahaan menempuh strategi penjualan maksimum (maximum selling). Sebab semakin besar penjualan makin besar laba yang diperoleh. Hanya saja sebelum mengambil keputusan, perusahaan harus menghitung berapa unit output yang harus diproduksi untuk mencapai titik impas. Kemudian besarnya output tadi dibandingkan dengan potensi permintaan efektif.
2.      Pendekatan Rata-rata (average approach)
Dalam pendekatan ini perhitungan laba per unit dilakukan dengan membandingkan antara biaya produksi rata-rata (AC) dengan harga jual output (P) kemudian laba total dihitung darilaba per unit dikali dengan jumlah output yang terjual.
π = (P - AC).Q
Dari persamaan ini, perusahaan akan mencapai laba bila harga jual per unit output (P) lebih tinggi dari biaya rata-rata (AC). Perusahaan akan mencapai angka impas bila P samadengan AC.
Keputusan untuk memproduksi atau tidak didasarkan perbandingan besarnya P dengan AC. Bila P lebih kecil atau sama dengan AC, perusahaan tidak mau memproduksi. Implikasi pendekatan rata-rata adalah perusahaan atau unit usaha harus menjual sebanyak-banyaknya (maximum selling) agar laba (π) makin besar.
3.   Pendekatan Marginal (marginal approach)
Perhitungan laba dilakukan dengan membandingkan biaya marginal (MC) dan pendapatan marginal (MR). Laba maksimum akan tercapai pada saat MR = MC.
π = TR – TC
Laba maksimum tercapai bila turunan pertama fungsi π(δ π /δQ) sama dengan nol dan nilainya sama dengan nilai turunan pertama TR (δTR/δQ atau MR) dikurangi nilai turunan pertama TC (δTC/δQatau MC). Sehingga MR – MC = 0. Dengan demikian, perusahaan akan memperoleh laba maksimum bila ia berproduksi pada tingkat output di mana MR = MC.
KEGIATAN EKONOMI DISTRIBUSI
·         Pengertian distribusi
Distribusi adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk menyalurkan barang dan/atau jasa dari produsen ke konsumen. Orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.
Fungsi Distribusi Pokok
Yang dimaksud dengan fungsi pokok adalah tugas-tugas yang mau tidak mau harus dilaksanakan. Dalam hal ini fungsi pokok distribusi meliputi:
1) Pengangkutan (Transportasi)
2) Penjualan (Selling)
3) Pembelian (Buying)
4) Penyimpanan (Stooring)
5) Pembakuan Standar Kualitas Barang
6) Penanggung Risiko
·         Faktor-faktor yang memengaruhi
Faktor-faktor yang memengaruhi kegiatan distribusi ialah:
1) Faktor Pasar
Dalam lingkup faktor ini, saluran distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian
konsumen, yaitu jumlah konsumen, letak geografis konsumen, jumlah pesanan
dan kebiasaan dalam pembelian.
2) Faktor Barang
Pertimbangan dari segi barang bersangkut-paut dengan nilai unit, besar dan
berat barang, mudah rusaknya barang, standar barang dan pengemasan.
3) Faktor Perusahaan
Pertimbangan yang diperlukan di sini adalah sumber dana, pengalaman dan
kemampuan manajemen serta pengawasan dan pelayanan yang diberikan.
4) Faktor Kebiasaan dalam Pembelian
Pertimbangan yang diperlukan dalam kebiasaan pembelian adalah kegunaan
perantara, sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, volume
penjualan dan ongkos penyaluran barang.
·         Mata rantai Distribusi
Saluran distribusi atau perantara distribusi adalah orang atau lembaga yang kegiatannya menyalurkan barang dari produsen sampai ke tangan konsumen dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Saluran distribusi dapat kita bedakan menjadi dua golongan lembaga distribusi, yaitu pedagang dan perantara khusus.
1) Pedagang
Pengertian pedagang adalah seseorang atau lembaga yang membeli dan
menjual barang kembali tanpa mengubah bentuk dan tanggung jawab sendiri
dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.
Pedagang dibedakan menjadi:
a) Pedagang Besar (Grosir atau Wholesaler) adalah pedagang yang membeli
barang dan menjualnya kembali kepada pedagang yang lain. Pedagang
besar selalu membeli dan menjual barang dalam partai besar.
b) Pedagang Eceran (Retailer) adalah pedagang yang membeli barang dan
menjualnya kembali langsung kepada konsumen. Untuk membeli biasa
partai besar, tetapi menjualnya biasanya dalam partai kecil atau persatuan.
2) Perantara Khusus
Sama halnya dengan pedagang, kegiatan perantara khusus juga menyalurkan
barang dari produsen sampai ke tangan konsumen. Bedanya perantara khusus
tidak bertanggung jawab penuh atas barang yang tidak laku terjual. Perantara
khusus meliputi:
a) Agen (Dealer) adalah perantara pemasaran atas nama perusahaan. Menjualkan barang hasil produksi perusahaan tersebut di suatu daerah tertentu. Balas jasa yang diterima berupa pengurangan harga dan komisi.
b) Broker (Makelar) adalah perantara pemasaran yang kegiatannya mempertemukan penjual dan pembeli untuk melaksanakan kontrak atau transaksi jual beli. Balas jasa yang diterima disebut kurtasi atau provisi.
c) Komisioner adalah perantara pembelian dan penjualan atas nama dirinya sendiri dan bertanggungjawab atas dirinya sendiri. Balas jasa yang diterima disebut komisi.
d) Eksportir adalah pedagang yang melakukan aktivitasnya dengan menyalurkan barang ke luar negeri.
e) Importir adalah pedagang yang melakukan aktivitasnya dengan menyalurkan barang dari luar negeri ke dalam negeri. 
Jika dibuatkan bagan, maka hubungan antara produsen, saluran distribusi dan konsumen sebagai berikut.

Gambar 2.5 bagan hubungan antara produsen, saluran distribusi dan konsumen
1.      KONSUMSI
·         Pengertian konsumsi
Konsumsi mempunyai pengertian kegiatan mengurangi atau menghabiskan nilai guna atau manfaat suatu barang atau jasa.
·         Tujuan konsumsi
Terdapat empat tujuan kegiatan konsumsi dan ini juga merupakan pola perilaku dari konsumen yaitu:
a. Mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap, contohnya ialah seperti memakai pakaian, kendaraan dan sepatu.
b. Menghabiskan nilai guna barang sekaligus, contoh adalah makan dan minum.
c. Memuaskan kebutuhan secara fisik, contohnya ialah mengenakan pakaian yang bagus agar penampilannya bertambah baik.
d. Memuaskan kebutuhan rohani, contohnya ialah membeli kitab suci untuk kebutuhan religiusitas/rohaninya.
·         Faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi
Besarnya konsumsi seseorang akan dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut:
1. Kemampuan masyarakat dalam menyediakan barang-barang konsumsi.
2. Besarnya penghasilan, khususnya yang tersedia untuk dibelanjakan.
3. Tingkat harga barang-barang.
·         Teori perilaku konsumen
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang harus melakukan pilihan.
Pilihan tersebut harus dilakukan agar pemenuhan kebutuhan dapat mencapai pilihannya.
Pengambilan keputusan atas berbagai pilihan yang ada akan membentuk pola perilaku konsumen. Dalam teori perilaku konsumen, ada dua pendekatan yang digunakan,
yaitu sebagai berikut.
a. Pendekatan Utilitas Kardinal (Cardinal Approach)
Pendekatan utilitas kardinal menyatakan bahwa utilitas dapat diukur secara langsung melalui angka-angka. Oleh karena itu, pendekatan ini disebut juga dengan pendekatan kardinal (cardinal approach).
Hukum Gossen I
Berdasarkan pola konsumsi manusia dalam mengonsumsi satu jenis barang untuk mencapai utilitas maksimum, yang dikemukakan oleh Hermann Heinrich Gossen. Hukum ini menyatakan:
Jika pemenuhan kebutuhan akan satu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, utilitas yang dinikmati konsumen akan semakin tinggi, tetapi
setiap tambahan konsumsi satu unit barang akan memberikan tambahan utilitas yang semakin kecil.”
Hukum Gossen II
Tidak dapat dipungkiri, manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. H.H. Gossen mengemukakan lagi teorinya, yang dikenal dengan hukum Gossen II, yang menyatakan: “Jika konsumen melakukan pemenuhan kebutuhan akan berbagai jenis barang dengan tingkat pendapatan dan harga barang tertentu, konsumen tersebut akan mencapai tingkat optimisasi konsumsinya pada saat rasio marginal utility (MU) berbanding harga sama untuk semua barang yang dikonsumsinya.”
2. Pendekatan Utilitas Ordinal (Ordinal Approach)
Teori ini dikenal dengan teori utilitas ordinal, yang menyatakan bahwa utilitas tidak dapat dihitung, melainkan hanya dapat dibandingkan. Jadi, menurut teori ini yang berlaku adalah apakah seorang konsumen lebih menyukai kombinasi barang tertentu daripada kombinasi barang lainnya. Dalam teori utilitas ordinal digunakan pendekatan kurva utilitas sama (indifference curve) dan garis anggaran (budget line).
1) Kurva Indiferen (Indifference Curve)
Dalam teori ini terdapat asumsi yang menyatakan bahwa konsumen dapat memilih kombinasi konsumsi tanpa harus mengatakan bagaimana ia memilihnya.
2) Garis Anggaran (Budget Line)
Jika dilihat perilaku konsumen dalam mengonsumsi suatu barang dibedakan menjadi dua macam, yaitu perilaku konsumen rasional dan perilaku konsumen tidak rasional.
a) Perilaku Konsumen Rasional
Suatu konsumsi dapat dikatakan rasional jika memerhatikan hal-hal berikut:
1) barang tersebut dapat memberikan kegunaan optimal bagi konsumen;
2) barang tersebut benar-benar diperlukan konsumen;
3) mutu barang terjamin;
4) harga sesuai dengan kemampuan konsumen.
b) Perilaku Konsumen tidak Rasional
Suatu perilaku dalam mengonsumsi dapat dikatakan tidak rasional jika konsumen tersebut membeli barang tanpa dipikirkan kegunaannya terlebih dahulu. Contohnya, yaitu:
1) Tertarik dengan promosi atau iklan baik di media cetak maupun elektronik;
2) Memiliki merek yang sudah dikenal banyak konsumen;
3) Ada bursa obral atau bonus-bonus dan banjir diskon;
4) Prestise atau gengsi.
PELAKU EKONOMI
a.      Rumah Tangga Konsumen
Rumah tangga konsumen adalah kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kelompok rumah tangga konsumen berperan melakukan kegiatan sebagai berikut:
1.      Menyediakan faktor-faktor produksi (alam, tenagakerja, modal dan skill) dan menjualnya kepada Rumah Tangga Produksi.
2.      Memperoleh imbalan (kompensasi) atas factor produksi yang telah diberikan.
3.      Bertindak mengkonsumsi (membeli) barang dan jasa.
4.      Membayar pajak kepada pemerintah.
5.      Membelanjakan penghasilan untuk membeli barang/jasa yang dihasilkan produsen
b.      Rumah Tangga Produsen
Rumah tangga produsen adalah rumah tangga ekonomi yang melakukan kegiatan produksi barang dan jasa dalam hal ini perusahaan sebagai produsen. Adapun peran rumah tangga perusahaan pada umumnya dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut:
1.      Perusahaan menjual hasil produksinya kepada rumah tangga konsumen,
2.      Rumah tangga pemerintah, dan masyarakat luarnegeri.
3.      Membayar kompensasi/balasjasa atas penggunaan faktor-faktor produksi.
4.      Memproduksi barang dan jasa yang diperoleh dari faktor-faktor produksi.
5.      Berkewajiban membayar pajak kepada pemerintah.
c.       Rumah Tangga Pemerintah
Pemerintah merupakan pihak yang mempunyai peranan penting dalamperkonomian. Di dalam perkonomian pemerintah bertugas untuk mengatur, mengendalikan, serta mengadakan kontrol terhadap jalannya rodaperekonomian agar negara dapat maju dan rakyat dapat hidup layak dandamai. Adapun Peran rumah tangga pemerintah yaitu :
1.      Membelanjakan penerimaannegarauntukmembelibarangbarangkebutuhanPemerintah
2.      Menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat luas dengan melakukan produksi barang dan jasa melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
3.      Menciptakan iklim yang kondusif dan sehat bagi dunia usaha
4.      Menjaga stabilitas ekonomi dengan kebijakan-kebijakan ekonomi
d.      Masyarakat Luar Negeri
Peranan masyarakat luar negeri dalam perekonomian sangat penting. Masyarakat luar negeri terlibat dalam perekonomian apabila suatu negara melakukan perdagangan internasional. Adapun peran masyarakat luar negeri yaitu:
1.      Masyarakat luar negeri sebagai konsumen
2.      Masyarakat luar negeri sebagai produsen (melakukan impor)
3.      Masyarakat luar negeri sebagai investor
4.      Sumber tenaga kerja ahli
1.      Peran pelaku ekonomi
Model diagram interaksi antar pelaku ekonomi (circular flow diagram)
 a. Hubungan Rumah Tangga Konsumen dengan Rumah Tangga Produsen (Model 2 sektor)
     
Gambar diatas merupakan hubungan antara Rumah Tangga Konsumen (RTK) dengan Rumah Tangga Produsen (RTP). Atau juga dikenal sebagai model 2 sektor.
1.      Dalam proses produksi, dibutuhkan faktor-faktor produksi, yaitu sumber daya alam berupa tanah, sumber daya manusia, modal dan skill. Faktor-faktor produksi, bersumber dari RTK ke  RTP yang ditunjukkan oleh panah nomor 1.
2.      Sebagai timba lbaliknya, ada arus pendapatan dari RTP ke RTK yaitu berupa : sewa, upah, bunga dan profit yang ditunjukkan oleh panah nomor 2.
3.      Untuk memenuhi, kebutuhan Rumah Tangga Konsumen membeli barang dan jasa dari Rumah Tangga Produsen (ditunjukkan panahke 3)
4.      Kemudian sebagai timbal baliknya, ada arus pengeluaran dari RTK atau berupa laba bagi RTP (ditunjukkan panah ke 4).
b.      Hubungan Rumah Tanggan Konsumen, Rumah Tangga Produsen dan Pemerintah (Model 3 sektor)
 
(sumber : Buku Ekonomi untuk SMA dan MA kelas X, Sri Mulyani, dkk)
Adapun penjelasan dari bagan diatas adalah sebagai berikut:
1.      Perusahaan memperoleh faktor-faktor produksi berupa SDA, SDM, Modal & Skill dari sektor Rumah Tangga untuk kemudian melakukan proses-proses produksi & menghasilkan barang & jasa hasil produksi yang kemudian dipergunakan oleh sektor rumah tangga untuk konsumsi sehari-hari dengan cara membelinya dari perusahaan.
2.      Penghasilan yang diterimaperusahaan dari penjualan barang & jasa hasil produksi dipakai untuk membiayai sewa, membayar gaji buruh & memperoleh laba.
3.      Perusahaan menghasilkan barang dan jasa untuk kemudian ikonsumsi oeh rumah tangga konsumen. Agar kegiatan ekonomi bias berjalan makadiperlukan peran pemerintah untuk memberikan subsidi kepada masyarakat atau bantuan kepada perusahaan.
4.      Rumah tangga konsumen melakukan pembelian kepada rumah tangga produsen., sehingga produsen menerima timbal balik berupa laba.
5.      Ketika rumah tangga mendapat kelebihan pendapatan, rumah tangga konsumen menabung di lembaga keuangan.
6.      Perusahaan meminjam uang ke lembaga keuangan sebagai tambahan modal untuk memperluas usaha.
7.      Lembaga keuangan memutar kembali uang tersebut, untuk kemudian di pinjamkan ke rumah tangga produsen (investasi di perusahaan)
c.       Hubungan Rumah Tanggan Konsumen, Rumah Tangga Produsen,  Pemerintah dan Masyarakat Luar Negeri (Model 4 sektor)

Adapun penjelasan bagan diatas adalah :
1.      Rumah tangga konsumen sebagai penyedia faktor produksi. RTK menjual faktor produksi tersebut kepada rumah tangga produsen.
2.      Perusahaan memberikan balas jasa terhadap faktor produksi yaitu berupa sewa, gaji, bunga dan laba.
3.      Perusahaan sebagai produsen yang menghasilkan barang dan jasa
4.      Rumah tangga konsumen membeli barang dan jasa dari produsen
5.      Rumah tangga menabung di lembaga keuangan.
6.      Lembaga keuangan meberikan pinjaman ke perusahaan.
7.      Perusahaan melakukan pinjama ke Bank/lembaga keuangan untuk menambah modal perusahaan.
8.      Perusahaan membayar pajak ke pemerintah.
9.      Individu atau perusahaan membayar pajak kepemerintah.
10.  Rumah tangga konsumen mengimpor barang dan jasa dari luar negeri rumah tangga produsen mengekspor barang dan jasa ke luar negeri.