; Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia
1. Persebaran agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia diduga untuk pertama kalinya berlangsung di kalangan ....
a. Pedesaan
b. Rakyat biasa
c. Petani
d. Nelayan
e. Kerajaan
Jawaban :D
2. Hubungan
dagang antara India dan Indonesia lebih dahulu berkembang dibanding
hubungan perdagangan antara Indonesia dan Cina. Pernyataan menurut ....
a. Van Leur dan Wolters
b. N.J. Krom Dan F.D. Bosch
c. Van Leur dan Majumdar
d. Nehru dan N.J. Krom
e. Nehru dan Wolters
Jawaban :A
3. Teori Sudra tentang proses masuknya Hindu ke Indonesia memiliki kelemahan, yaitu ....
a. Tidak ada bukti pendukung teori tersebut
b. Kaum sudra orang yang sangat miskin
c. Tidak ada kitab yang menyebutnya
d. Indonesia terlalu jauh untuk dijangkau
e. Sulitnya komunikasi dalam bahasa sansekerta
Jawaban :B
4. Proses masuk dan berkembangnya pengaruh kebudayaan dan agama Hindu ke Indonesia disebut ....
a. Akulturasi
b. Amalgamansi
c. Hinduisme
d. Indiaisme
e. Asimilasi
Jawaban :A
5. Perpaduan kebudayaan antara bangsa Arya dan kebudayaan asli India menghasilkan kebudayaan baru yang disebut kebudayaan ....
a. India baru
b. Arya
c. Shindu
d. Hindu
e. Hindi
Jawaban : D
6. Agama Hindu merupakan sinkretisme budaya ....
a. Dravida-Melayu
b. Arya-Kaukasus
c. Dravida-Mongolia
d. Arya-Dravida
e. Arya-Negroid
Jawaban :D
7. Teori Brahmana dipakai sebagai analisis penyebar kebudayaan India ke Indonesia disampaikan oleh ....
a. Majumdar
b. Dubois
c. Van Leur
d. Sartono
e. N.J. Krom
Jawaban : C
8. Kitab yang berisikan tentang rumusan upacara kurban dewa dan berisi mengenai doa-doa dalam bentuk puisi dan prosa adalah ....
a. Regweda
b. Yayurwedha
c. Samawedha
d. Tripitaka
e. Weda
Jawaban :B
9. Hipotesa yang menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh para prajurit adalah penjelasan teori ....
a. Brahmana
b. Arus balik
c. Ksatria
d. Sudra
e. Waisya
Jawaban : C
10. Agama Hindu berkembang sejak ....
a. 1000 SM
b. 1500 SM
c. 2000 SM
d. 2500 SM
e. 3000 SM
Jawaban : B
11. Kebudayaan hindu merupakan perpaduan antara dua kebudayaan yaitu ….
A. Harappa dan Mohenjo Daro
B. Dravida dan Harappa
C. Arya dan Mohenjo daro
D. Harappa dan Arya
E. Dravida dan Arya Jawaban : E
12. Agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang India. Pernyataan tersebut sesuai dengan teori ….
A. Brahmana
B. Ksatria
C. Waisya
D. Sudra
E. PariaJawaban : C
13. Salah satu bagian dari kitab weda yang berisi syair puji-pujian kepada dewa yaitu ….
A. regweda
B. samaweda
C. yajurweda
D. atharwaweda
E. upanishadJawaban : A
14. Berikut merupakan pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-Budha bagai masyarakat Indonesia, kecuali ….
A. berkembangnya teknologi pembuatan candi
B. dikenalnya sistem kasta pada masyarakat Hindu
C. mulai dikenalnya konsep raja dan kerajaan
D. dikenalnya sistem kasta pada masyarakat Budha
E. mulai dikenalnya aksara dan kesusastraanJawaban : D
15. Aswawarman disebuat sebagai wangsakarta dari kerajaan Kutai karena ….
A. raja pertama Kutai yang beragama Hindu
B. pembentuk kebudayaan Hindu
C. pembentuk silsilah keluarga
D. pembentuk pemerintahan kerajaan
E. pembentuk kerajaan Kutai yang bercorak HinduJawaban : C
16. Kerajaan Mataram Kuno yang terpecah dapat disatukan kembali pada masa pemerintahan ….
A. Raja Samaratungga
B. Rakai Pikatan
C. Dyah Balitung
D. Rakai Panangkaran
E. Raja WisnuJawaban : B
17. Perdagangan di Kerajaan Sriwijaya mengalami kemajuan yang pesat terutama karena ….
A. runtuhnya peranan pelabuhan Malaka
B. ramainya perdagangan di selat Malaka
C. letaknya strategis di tepi Malaka
D. daerah kekuasaannya sangat luas
E. menjadi pusat penghasil ladaJawaban : C
18. Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan raja ….
A. Kertanegara
B. Raden Wijaya
C. Jayawardhana
D. Hayam Wuruk
E. Tribuanatunggadewi
Jawaban : D
19. Kitab Sutasoma dikarang oleh seorang pujangga Kerajaan majapahit yang bernama ….
A. Mpu Tantular
B. Mpu Sedah
C. Mpu Prapanca
D. Mpu Panuluh
E. Mpu DharmajaJawaban : A
20. Runtuhnya kerajaan Majaphit disebabkan oleh peristiwa ….
A. pemberontakan Sadeng
B. perang Paregreg
C. pemberontakan Kuti
D. perang Bubat
E. pemberontakan semiJawaban : B
BANK SOAL SEJARAH
;Konsep Berpikir dalam Sejarah
Latihan Soal Pilihan Ganda Tentang Berpikir Sejarah Lengkap Jawaban
Berikut ini yang bukan merupakan ruang lingkup sejarah, yaitu....
a. Peristiwa
b. Seni
c. Kisah
d. Cerita
Berikut ini merupakan cara berpikir sejarah, kecuali....
a. Diakronik
b. Sinkronik
c. Kausalitas
d. Sosiologis
Secara etimologis kata diakronik diambil dari bahasa.....
a. Inggris
b. Belanda
c. Yunani
d. Jerman
Teknik mengolah sumber-sumber sejarah kemudian menafsirkannya dinamakan...
a. Diakronik
b. Sinkronik
c. Analisis
d. Interpretasi
Di sejarah yang menyatukan berbagai sumber yang berada dalam satu kelompok atau jenis yang sama disebut....
a. Interpretasi
b. Periodisasi
c. Sintesis
d. Analisis
Sejarah adalah suatu ilmu pengatahuan, tidak kurang tidak lebih. Pernyataan ini dikemukakan oleh....
a. J.B. Burry
b. Spencer
c. Comte
d. York Powell
Sebagai suatu seni, sejarah memerlukan hal berikut, kecuali....
a. Intuisi
b. Imajinatif
c. Emosi
d. Bakat
Sejarah adalah suatu ilmu tersendiri dan tergolong dalam ilmu-ilmu sosial. Pernyataan ini dikemukakan oleh....
a. Burry
b. Spencer
c. Gottschalk
d. Notosusanto
Peristiwa sejarah merupakan suatu proses berkelanjutan karena....
a. Terjadi berbagai peristiwa silih berganti dari zaman ke zaman
b. Peristiwa dikendalikan oleh manusia
c. Suatu peristiwa yang terjadi berkelanjutan
d. Peristiwa sejarah sebagai pendorong
Tujuan pembuatan periodisasi adalah....
a. Memudahkan mempelajari sejarah
b. Memudahkan pencarian sumber sejarah
c. Adanya bukti sejarah
d. Kronologi sejarah
Kunci Jawaban:
d. Cerita
d. Sosiologis
c. Yunani
d. Interpretasi
c. Sintesis
a. J.B. Burry
d. Bakat
c. Gottschalk
a. Terjadi berbagai peristiwa silih berganti dari zaman ke zaman
a. Memudahkan mempelajari sejarah
BANK SOAL SEJARAH
;Perkembangan Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia
1. Bukti tertulis mengenai perkembangan Islam di Indonesia dapat
dilihat dari batu nisan Fatimah Binti Maimun di Leran, Gresik yang
berangka tahun ….
a. 1080
b. 1081
c. 1082
d. 1083
jawaban : C
2. Pedagang Venes ia yang pemah singgah di
Aceh tahun 1292 bernama ….
a. Marcopolo
b. Macciopolo
c. Maveopolo
d. Nicopolo
jawaban : A
3. Proses masuknya agama Islam ke Indonesia tidak dapat dilepaskan
dari peranan para pedagang yang berasal dari negara berikut ini, kecuali
….
a. Arab
b. Yunani
c. Maveopolo
d. Gujarat
jawaban : B
4. Sebutan Wali Songo ditujukan pada ….
a. para ulama yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa
b. sekelompok ulama yang menyebarkan agama Islam di Nusantara
c. kumpulan orang-orang suci dalam agama Islam
d. kumpulan pengurus masjid-masjid besar di Nusantara
jawaban : A
5. Raja Demak pertama ialah ….
a. Pati Unus
b. Trenggono
c. Benowo
d. Raden Parah
jawaban : D
6. Kerajaan bercorak Islam pertama di Indonesia adalah ….
a. Aceh
b. Samudera Pasai
c. Demak
d. Malaka
jawaban : B
7. Pernyataan berikut ini cocok untuk menggam barkan kerajaan Samudera Pasai, kecuali ….
a. terletak di Lhoksemawe, Aceh Utara
b. merupakan kerajaan maritim dan per dagangan
c. pernah mendapat kunj u ngan dari Ibnu Batutah pada 1345
d. didirikan oleh Paramisora atau Sultan Iskandar Syah
jawaban : D
8. Kesultanan Malaka mencapaipuncakkejayaannya pada masa pemerintahan ….
a. Sultan Malik as Saleh
b. Sultan Mansyur Syah
c. Sultan Malik at Tahir
d. Sultan Iskandar Syah
jawaban : B
9. Faktor utama yang menyebabkan kejayaan Malaka harus berakhir adalah ….
a. jatuhnya Mataka ke tangan Portugis pada 1511
b. pengkhianatan yang dilakukan Laksamana Hang Tuah
c. kepemimpinan Sultan Mudzafar Syah yang kurang cakap
d. pemberontakan wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Malaka
jawaban : A
10. Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa adalah kerajaan ….
a. Mataram
b. Banten
c. Cirebon
d. Demak
jawaban : D
11. Pendiri Kerajaan Demak masih keturunan Majapahit (Brawijaya) bernama ….
a. Pati Unus
b. Raden Patah
c. Paramisora
d. Sutawijaya
jawaban : B
12. Pati Unus terkenal dengan sebutan Pangeran Sabrang Lor karena keberaniannya dalam peristiwa ….
a. penyerangan terhadap kekuatan Belanda di Malaka
b. penyerangan terhadap kekuatan Portugis di Malaka
c. perluasan kerajaan ke wilayah wilayah seberang Nusantara
d penumpasan para perompakyang mengganggu perairan Nusantara
jawaban : B
13. Masjid yang sering dipergunakan oleh Wali Songo untuk memusyawarahkan syiar Islam adalah Masjid ….
a. Banten
b. Cirebon
c. Demak
d. Baiturrahman
jawaban : C
14. Kerajaan bercorak Islam yang didirikan oleh Hadiwijaya adalah kerajaan ….
a. Demak
b. Mataram
c. Pajang
d. Banten
jawaban : C
15. Perhatikanlah pernyataan-pernyataan berikut!
a. Melakukan penyerangan ke Malaka tahun 1512
b. Melakukan penyerangan ke Batavia tahun 1628
c. Melakukan penyerangan ke Batavia tahun 1629
d. Memperbaharui kalenderJ awa menyatukan dengan Kalender Hijriyah
e. Memperbaharui kalenderJ awa menyatukan dengan Kalender Masehi
Berbagai kebijakan dan langkah yang dilakukan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo selama memeritah ditunjukkan oleh huruf ….
a. a, b, dan c
b. b, c, dan d
c. a, c, dan e
d. b, c, dan e
jawaban : B
16. Perebutan kekuaasaan di kalangan istana semakin memudahkan
Belanda untuk menguasai Mataram, pada 1674 meletus pemberontakan
Trunojoyo terhadap penguasa Mataram ….
a. Sultan Amangkurat I
c. Sultan Agung Hanyokrokusumo
b. Sultan Amangkurat II
d. Sultan Hamengkubuwono I
jawaban : B
17. Mataram semakin terpecah belah melalui Perjanjian Giyanti pada 1755 yang membagi dua Mataram menjadi ….
a. Surakarta dan Mangkunegara
c. Mangkunegara dan Yogyakarta
b. Surakarta dan Yogyakarta
d. Mangkunegara dan Salatiga
jawaban : B
18. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis pada 1511 ternyata memberikan keuntungan bagi kemajuan kerajaan ….
a. Aceh
b. Mataram
c. Pajang
d. Ternate
jawaban : A
19. Pendiri kesultanan Banten dan Cirebon adalah salah seorang Wali Songo yang bemama ….
a. Sunan Kalijaga
b. Sunan Ampel
c. Sunan Muria
d. Sunan Gunung Jati
jawaban : D
20. Berikut ini merupakan sebutan bagi Jakarta di masa lalu, kecuali ….
a. Sunda Kelapa
b. Jayakarta
c. Batavia
d. Selayar
jawaban : D
21. Sepeninggal Panembahan Girilaya, Kesultanan Cirebon terbagi menjadi dua yaitu ….
a. Kanoman dan Kasongan
b. Kuningan dan Indramayu
c. Kasepuhan dan lndramayu
d. Kanoman dan Kasepuhan
jawaban : D
22. Kesultanan Banten mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan ….
a. Sultan lskandar Muda
b. Sultan Ageng Tirtayasa
c. Sultan lskandar Thani
d. Sultan Haji
jawaban : B
23. Kornoditas atau barang dagangan yang dibutuhkan oleh pasaran dunia terdapat di Kesultanan Banten. Komoditas itu adalah ….
a. Tembakau dan Rotan
b. Tembakau dan lada
c. Beras dan Lada
d. Kayu manis dan rotan
jawaban : B
24. Politik adu domba ( devide at impera) VOC di Banten berhasil memecah belah hubungan ayah dan anak, yaitu …
a. Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji
b. Sultan Ageng Tirta yasa dengan Sultan Iskandar Muda
c. Panembahan Girilaya dengan Sultan Iskandar Muda
d. Panernbahan Senopati dengan Sultan Haji
jawaban : A
25. Alasan utama Belanda ingin menguasai Kerajaan Makassar adalah ….
a pertanian di Makassar sangat menguntungkan
b. letak Makassar sangat strategis bagi per dagangan dan pelayaran
c. kekayaan alam Makassar merupakan komoditas dunia
d. ingin menjadikan Makassar sebagai pusat kekuasaan VOC di Indonesia
jawaban : B
26. Waiau sebagai musuh, namun kekaguman Belanda terhadap keberanian
Sultan Hasanuddin diungkapkan melalui julukan mereka terhadap pemimpin
perlawanan rakyat Makassar ini. Julukan itu adalah ….
a. De Oosten van de Haan
b. De Haan van de Oosten
c. De Cock van de Haan
d. De Haan van de Cock
jawaban : B
27. Makassar harus mengakui kemenangan Belanda melalui perjanjian yang ditandatangani pada tahun 1667, yaitu perjanjian ….
a. Sombaupu
b. Sao Paulo
c. Barombong
d. Bongaya
jawaban : D
28. Munculnya persekutuan daerah Uli Lima dan Uli Siwa didaerah Maluku disebabkan oleh …
a. kepentingan penguasaan perdagangan rempah-rempah
b. kelancaran dalam perdagangan dan pelayaran
c. pengaturan adat istiadat penduduk setempat
d. mencegah persaingan perdagangan rotan
jawaban : D
29. Dia adalah seorang Sultan dari Maluku. Setelah berhasil mengusir
kekuasaan Portugis dari tanah kelahirannya, dia berhasil memperluas
wilayah kekuasaannya sehingga dijuluki “Tuan dari Tujuh Puluh Dua
Pulau”. Nama tokoh ini ialah ….
a. Sultan Hairun
b. Sultan Nuku
c. Sultan Jamaluddin
d. Sultan Baabullah
jawaban : D
30. Keraton merupakan salah satu peninggalan bangunan bercorak Islam
di Indonesia. Berikut yang bukan merupakan fungsi keraton adalah ….
a. tempat tinggal raja
b. tempat tinggal kekuarga raja
c. pusat pemerintahan
d. makam keluarga raja
jawaban : D
BANK SOAL SEJARAH
; Masyarakat Indonesia Masa Praaksara
1. Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, alat-alat yang digunakan manusia purba terbuat dari ...
(A) batu dan tulang
(B) besi dan perunggu
(C) logam
(D) campuran batu
(E) lilin
2. Kehidupan makhluk hidup diperkirakan sudah ada pada zaman ...
(A) palaeozoikum
(B) sekunder
(C) kwartier
(D) kenozoikum
(E) tersier
3. Kemahiran membuat alat-alat dan logam oleh manusia purba belangsung pada masa ...
(A) berburu dan meramu
(B) bermukim dan berladang
(C) bercocok tanam
(D) berburu dan berpindah tempat
(E) perundagian
4. Kehidupan masyarakat masa bercocok tanam ditandai oleh ...
(A) bercocok tanam di ladang
(B) tinggal di gua-gua
(C) mengumpulkan makanan di hutan
(D) memilki tempat tinggal tetap
(E) mengenal perdangan
5. Kepercayaan terhadap makhluk-makhluk halus dikenal dengan sebutan ...
(A) ma’na
(B) totem
(C) tatoisme
(D) dinamisme
(E) animisme
6. Alat-alat yang terbuat dan kayu sukar diambil bukti-bukti peninggalanya, karena ...
(A) alat itu tidak pernah dibuat
(B) alat itu tidak memberi bukti yang meyakinkan
(C) alat itu tidak dapat bertahan lama
(D) alat-alat itu sukar dibuat
(E) alat-alat itu suka dibakar
7. Ciri utama kehidupan sosial ekonomi manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan adalah ...
(A) bersawah
(B) menetap
(C) menangkap ikan
(D) berhuma
(E) mencetak gerabah
8. Ditemukanya telapak tangan di Gua Leang Patta, Sulawesi Selatan menandakan masyarakat ...
(A) mulai dikenal kepercayaan
(B) mulai dikenal pembagian kerja
(C) sudah mengenal astronomi
(D) sudah mengenal dukun
(E) mulai mengenal tulisan
9. Manusia
purba pada masa lalu diperkirakan sudah memakan siput dan kerang. Hal
itu terlihat dengan ditemukannya bukit yang dibentuk dan kulit kerang
dan cangkang siput. Bukit tersebut disebut ...
(A) abrissousrosche
(B) kjokkenmoddinger
(C) menhir
(D) sarkofagus
(E) dolmen
10. Manusia purba sudah mulai hidup menetap dilakukan pada masa ...
(A) neolitikum
(B) perundagian
(C) bersawah
(D) bercocok tanam
(E) berburu dan mengumpulkan makanan
PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA DAN KEBUDAYAAN ISLAM SERTA WUJUD AKULTURASINYA DI INDONESIA
Islam dalam seni bangunan, seni rupa, aksara dan sastra, sistem
pemerintahan dan sistem kalender serta filsafat.
Islam merupakan salah satu agama yang masuk dan berkembang di
Indonesia. Hal ini tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi Anda, karena
di mass media mungkin Anda sudah sering mendengar atau membaca bahwa
Indonesia adalah negara yang memiliki penganut agama Islam terbesar di
dunia.
Agama Islam masuk ke Indonesia dimulai dari daerah pesisir pantai,
kemudian diteruskan ke daerah pedalaman oleh para ulama atau penyebar
ajaran Islam. Mengenai kapan Islam masuk ke Indonesia dan siapa
pembawanya terdapat beberapa teori yang mendukungnya. Untuk lebih
jelasnya silahkan Anda simak uraian materi berikut ini.
Proses Masuk dan Berkembangnya Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia
Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia menurut Ahmad
Mansur Suryanegara dalam bukunya yang berjudul Menemukan Sejarah,
terdapat 3 teori yaitu teori Gujarat, teori Makkah dan teori Persia.
Ketiga teori tersebut di atas memberikan jawaban tentang permasalah
waktu masuknya Islam ke Indonesia, asal negara dan tentang pelaku
penyebar atau pembawa agama Islam ke Nusantara.
Untuk mengetahui lebih jauh dari teori-teori tersebut, silahkan Anda simak uraian materi berikut ini.
1. Teori Gujarat
Teori berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad 13
dan pembawanya berasal dari Gujarat (Cambay), India. Dasar dari teori
ini adalah:
1. Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam
penyebaran Islam di Indonesia.
2. Hubungan dagang Indonesia dengan India telah lama melalui jalur Indonesia –
Cambay – Timur Tengah – Eropa.
3. Adanya batu nisan Sultan Samudra Pasai yaitu Malik Al Saleh tahun 1297 yang
bercorak khas Gujarat. Pendukung teori Gujarat adalah Snouck Hurgronye, WF
Stutterheim dan Bernard H.M. Vlekke. Para ahli yang mendukung teori
Gujarat, lebih memusatkan perhatiannya pada saat timbulnya kekuasaan
politik Islam yaitu adanya kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga
bersumber dari keterangan Marcopolo dari Venesia (Italia) yang pernah
singgah di Perlak ( Perureula) tahun 1292. Ia menceritakan bahwa di
Perlak sudah banyak penduduk yang memeluk Islam dan banyak pedagang
Islam dari India yang menyebarkan ajaran Islam.
Demikianlah penjelasan tentang teori Gujarat.
2. Teori Makkah
Teori ini merupakan teori baru yang muncul sebagai sanggahan terhadap teori lama yaitu teori Gujarat. Teori Makkah berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 dan pembawanya berasal dari Arab (Mesir).
Dasar teori ini adalah:
1. Pada abad ke 7 yaitu tahun 674 di pantai barat Sumatera sudah terdapat
perkampungan Islam (Arab); dengan pertimbangan bahwa pedagang Arab sudah
mendirikan perkampungan di Kanton sejak abad ke-4. Hal ini juga sesuai dengan
berita Cina.
2.Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafi’i, dimana pengaruh mazhab
Syafi’i terbesar pada waktu itu adalah Mesir dan Mekkah. Sedangkan Gujarat/India
adalah penganut mazhab Hanafi.
3. Raja-raja Samudra Pasai menggunakan gelar Al malik, yaitu gelar tersebut berasal
dari Mesir. Pendukung teori Makkah ini adalah Hamka, Van Leur
dan T.W. Arnold. Para ahli yang mendukung teori ini menyatakan bahwa
abad 13 sudah berdiri kekuasaan politik Islam, jadi masuknya ke
Indonesia terjadi jauh sebelumnya yaitu abad ke 7 dan yang berperan
besar terhadap proses penyebarannya adalah bangsa Arab sendiri.
Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah memahami? Kalau sudah paham simak teori berikutnya.
3. Teori Persia
Teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad 13 dan
pembawanya berasal dari Persia (Iran). Dasar teori ini adalah kesamaan
budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia seperti:
1. Peringatan 10 Muharram atau Asyura atas meninggalnya Hasan dan
Husein cucu Nabi Muhammad, yang sangat di junjung oleh orang Syiah/Islam
Iran. Di Sumatra Barat peringatan tersebut disebut dengan upacara
Tabuik/Tabut. Sedangkan di pulau Jawa ditandai dengan pembuatan bubur
Syuro.
2. Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syaikh Siti Jennar dengan sufi dari Iran yaitu Al – Hallaj.
3. Penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda tanda bunyi Harakat.
4. Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim tahun 1419 di Gresik.
5. Adanya perkampungan Leren/Leran di Giri daerah Gresik. Leren
adalah nama salah satu Pendukung teori ini yaitu Umar Amir Husen dan
P.A. Hussein
Jayadiningrat.
Ketiga teori tersebut, pada dasarnya masing-masing memiliki kebenaran
dan kelemahannya. Maka itu berdasarkan teori tersebut dapatlah
disimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai pada abad ke – 7 dan mengalami perkembangannya pada abad 13. Sebagai pemegang peranan dalam penyebaran Islam adalah bangsa Arab, bangsa Persia dan Gujarat (India). Proses masuk dan berkembangnya Islam ke Indonesia pada dasarnya dilakukan dengan jalan damai melalui beberapa jalur/saluran yaitu melalui perdagangan seperti yang dilakukan oleh pedagang Arab, Persia dan Gujarat.
Pedagang tersebut berinteraksi/bergaul dengan masyarakat Indonesia. Pada kesempatan tersebut dipergunakan untuk menyebarkan ajaran Islam. Selanjutnya diantara pedagang tersebut ada yang terus menetap, atau mendirikan perkampungan, seperti pedagang Gujarat mendirikan perkampungan Pekojan.
Dengan adanya perkampungan pedagang, maka interaksi semakin sering bahkan ada yang sampai menikah dengan wanita Indonesia, sehingga proses penyebaran Islam semakin cepat berkembang.
Perkembangan Islam yang cepat menyebabkan muncul tokoh ulama atau
mubaliqh yang menyebarkan Islam melalui pendidikan dengan mendirikan
pondok-pondok pesantren.
Pondok pesantren adalah tempat para pemuda dari berbagai daerah dan
kalangan masyarakat menimba ilmu agama Islam. Setelah tammat dari pondok
tersebut, maka para pemuda menjadi juru dakwah untuk menyebarkan Islam
di daerahnya masing-masing.
Di samping penyebaran Islam melalui saluran yang telah dijelaskan di
atas, Islam juga disebarkan melalui kesenian, misalnya melalui
pertunjukkan seni gamelan ataupun wayang kulit. Dengan demikian Islam
semakin cepat berkembang dan mudah diterima oleh rakyat Indonesia.
Untuk menguji tingkat pemahaman Anda, silahkan Anda diskusikan dengan
teman-teman Anda, mencari alasan mengapa Islam mudah diterima oleh
masyarakat Indonesia. Selanjutnya dapat Anda simak uraian materi
berikutnya.
Di pulau Jawa, peranan mubaligh dan ulama tergabung dalam kelompok
para wali yang dikenal dengan sebutan walisongo yang merupakan suatu
majelis yang berjumlah sembilan orang. Majelis ini berlangsung dalam
beberapa periode secara bersambung, mengganti ulama yang wafat / hijrah
ke luar Jawa. Dari penjelasan tersebut apakah Anda sudah paham, kalau
sudah paham simak uraian materi berikutnya tentang periode penyebaran
islam oleh para ulama/wali tersebut.
1. Periode I :
Penyebaran Islam dilakukan oleh Maulana Malik Ibrahim*, Maulana
Ishaq(-), Ahmad Jumadil Qubra, Muhammad Al-Magribi, Malik Israil*,
Muhammad Al-Akbar*, Maulana Hasannudin, Aliyuddin*, dan Syeikh Subakir
(-).
2. Periode II :
Penyebaran Islam digantikan oleh Raden Rahmat (Sunan Ampel Denta),
Ja’far Shiddiq (Sunan Kudus), Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).
3. Periode III :
hijrahnya Maulana Ishaq dan Syeikh Subakir, dan wafatnya Maulana
Hassanudin dan Aliyuddin maka penyebar Islam pada periode ini dilakukan
oleh Raden Paku (Sunan Giri), Raden Said (Sunan Kalijaga), Raden Makhdum
Ibrahim (Sunan Bonang) dan Raden Qashim (Sunan Drajat).
4. Periode IV :
Penyebar Islam selanjutnya adalah Jumadil Kubra dan Muhammad
Al-Maghribi dan kemudian digantikan oleh Raden Hasan (Raden Patah) dan
Fadhilah Khan (Falatehan).
5. Periode V :
Untuk periode ini karena Raden Patah menjadi Sultan Demak maka yang menggantikan posisinya adalah Sunan Muria.
Demikianlah penyebaran tentang periode penyebaran Islam di Indonesia,
mudah-mudahan Anda dapat memahami dengan mudah, selanjutnya Anda simak
uraian materi berikutnya.
Para wali / ulama yang dikenal dengan sebutan walisongo di Pulau Jawa terdiri dari :
1. Maulana Malik Ibrahim dikenal dengan nama Syeikh Maghribi menyebarkan Islam
di Jawa Timur.
2. Sunan Ampel dengan nama asli Raden Rahmat menyebarkan Islam di daerah
Ampel Surabaya.
3. Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel memiliki nama asli Maulana Makdum
Ibrahim, menyebarkan Islam di Bonang (Tuban).
4. Sunan Drajat juga putra dari Sunan Ampel nama aslinya adalah Syarifuddin
menyebarkan Islam di daerah Gresik/Sedayu.
5. Sunan Giri nama aslinya Raden Paku menyebarkan Islam di daerah Bukit Giri
(Gresik).
6. Sunan Kudus nama aslinya Syeikh Ja’far Shodik menyebarkan ajaran Islam di
daerah Kudus.
7. Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Mas Syahid atau R. Setya menyebarkan
ajaran Islam di daerah Demak.
8. Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Umar Syaid
menyebarkan islamnya di daerah Gunung Muria.
9. Sunan Gunung Jati nama aslinya Syarif Hidayatullah, menyebarkan Islam di Jawa
Barat (Cirebon).
Sembilan wali yang sangat terkenal di pulau Jawa, Masyarakat Jawa
sebagian memandang para wali memiliki kesempurnaan hidup dan selalu
dekat dengan Allah, sehingga dikenal dengan sebutan Waliullah yang
artinya orang yang dikasihi Allah.
Wujud Akulturasi Kebudayaan Indonesia dan Kebudayaan Islam
Sebelum Islam masuk dan berkembang, Indonesia sudah memiliki corak
kebudayaan yang dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha seperti yang
pernah Anda pelajari pada modul sebelumnya.
Dengan masuknya Islam, Indonesia kembali mengalami proses akulturasi
(proses bercampurnya dua (lebih) kebudayaan karena percampuran
bangsa-bangsa dan saling mempengaruhi), yang melahirkan kebudayaan baru
yaitu kebudayaan Islam Indonesia. Masuknya Islam tersebut tidak berarti
kebudayaan Hindu dan Budha hilang.
Bentuk budaya sebagai hasil dari proses akulturasi tersebut, tidak
hanya bersifat kebendaan/material tetapi juga menyangkut perilaku
masyarakat Indonesia.
Untuk lebih memahami wujud budaya yang sudah mengalami proses akulturasi dapat Anda simak dalam uraian materi berikut ini.
1. Seni Bangunan
Wujud akulturasi dalam seni bangunan dapat terlihat pada bangunan
masjid, makam, istana. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda simak gambar
berikut ini.
Masjid Demak
Wujud akulturasi dari masjid kuno seperti yang tampak pada gambar 1 memiliki ciri sebagai berikut:
1. Atapnya berbentuk tumpang yaitu atap yang bersusun semakin ke atas semakin
kecil dari tingkatan paling atas berbentuk limas. Jumlah atapnya ganjil 1, 3 atau 5.
Dan biasanya ditambah dengan kemuncak untuk memberi tekanan akan
keruncingannya yang disebut dengan Mustaka.
2.Tidak dilengkapi dengan menara, seperti lazimnya bangunan masjid yang ada di
luar Indonesia atau yang ada sekarang, tetapi dilengkapi dengan kentongan atau
bedug untuk menyerukan adzan atau panggilan sholat. Bedug dan kentongan
merupakan budaya asli Indonesia.
3. Letak masjid biasanya dekat dengan istana yaitu sebelah barat alun-alun atau
bahkan didirikan di tempat-tempat keramat yaitu di atas bukit atau dekat dengan
makam.
Mengenai contoh masjid kuno selain seperti yang tampak pada gambar 1
Anda dapat memperhatikan Masjid Agung Demak, Masjid Gunung Jati
(Cirebon), Masjid Kudus dan sebagainya.
Apakah di daerah Anda terdapat bangunan masjid kuno ? Kalau ada,
silahkan Anda mengkaji sendiri ciri-cirinya, apakah sesuai dengan uraian
dalam modul ini? Selanjutnya silahkan Anda menyimak uraian materi seni
bangunan berikutnya.
Selain bangunan masjid sebagai wujud akulturasi kebudyaan Islam, juga
terlihat pada bangunan makam. Untuk itu silahkan Anda simak gambar 2
makam Sendang Duwur berikut ini.
Makam Sendang Duwur2. Seni Rupa
Tradisi Islam tidak menggambarkan bentuk manusia atau hewan. Seni
ukir relief yang menghias Masjid, makam Islam berupa suluran
tumbuh-tumbuhan namun terjadi pula Sinkretisme (hasil perpaduan dua
aliran seni logam), agar didapat keserasian, misalnya ragam hias pada
gambar 3 ditengah ragam hias suluran terdapat bentuk kera yang distilir.
Gambar Kera yang disamarkan3. Aksara dan Seni Sastra
Tersebarnya agama Islam ke Indonesia maka berpengaruh terhadap bidang
aksara atau tulisan, yaitu masyarakat mulai mengenal tulisan Arab,
bahkan berkembang tulisan Arab Melayu atau biasanya dikenal dengan
istilah Arab gundul yaitu tulisan Arab yang dipakai untuk menuliskan
bahasa Melayu tetapi tidak menggunakan tanda-tanda a, i, u seperti
lazimnya tulisan Arab.
Di samping itu juga, huruf Arab berkembang menjadi seni kaligrafi
yang banyak digunakan sebagai motif hiasan ataupun ukiran dan gambar
wayang
Sedangkan dalam seni sastra yang berkembang pada awal periode Islam
adalah seni sastra yang berasal dari perpaduan sastra pengaruh Hindu –
Budha dan sastra Islam yang banyak mendapat pengaruh Persia.
Dengan demikian wujud akulturasi dalam seni sastra tersebut terlihat
dari tulisan/aksara yang dipergunakan yaitu menggunakan huruf Arab
Melayu (Arab Gundul) dan isi ceritanya juga ada yang mengambil hasil
sastra yang berkembang pada jaman Hindu.
Bentuk seni sastra yang berkembang adalah:
1. Hikayat yaitu cerita atau dongeng yang berpangkal dari peristiwa
atau tokoh sejarah. Hikayat ditulis dalam bentuk peristiwa atau tokoh
sejarah. Hikayat ditulis dalam bentuk gancaran (karangan bebas atau
prosa). Contoh hikayat yang terkenal yaitu Hikayat 1001 Malam, Hikayat
Amir Hamzah, Hikayat Pandawa Lima (Hindu), Hikayat Sri Rama (Hindu).
2. Babad adalah kisah rekaan pujangga keraton sering dianggap sebagai
peristiwa sejarah contohnya Babad Tanah Jawi (Jawa Kuno), Babad
Cirebon.
3. Suluk adalah kitab yang membentangkan soal-soal tasawwuf contohnya
Suluk Sukarsa, Suluk Wijil, Suluk Malang Sumirang dan sebagainya.
4. Primbon adalah hasil sastra yang sangat dekat dengan Suluk karena
berbentuk kitab yang berisi ramalan-ramalan, keajaiban dan penentuan
hari baik/buruk.
Bentuk seni sastra tersebut di atas, banyak berkembang di Melayu dan
Pulau Jawa. Dari penjelasan tersebut, apakah Anda sudah memahami, kalau
sudah paham silahkan diskusikan dengan teman-teman Anda, untuk mencari
contoh bentuk seni sastra, seperti yang tersebut di atas yang terdapat
di daerah Anda.
4. Sistem Pemerintahan
Dalam pemerintahan, sebelum Islam masuk Indonesia, sudah berkembang
pemerintahan yang bercorak Hindu ataupun Budha, tetapi setelah Islam
masuk, maka kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu/Budha mengalami
keruntuhannya dan digantikan peranannya oleh kerajaan-kerajaan yang
bercorak Islam seperti Samudra Pasai, Demak, Malaka dan sebagainya.
Sistem pemerintahan yang bercorak Islam, rajanya bergelar Sultan atau
Sunan seperti halnya para wali dan apabila rajanya meninggal tidak lagi
dimakamkan dicandi/dicandikan tetapi dimakamkan secara Islam.
Demikianlah penjelasan wujud akulturasi dalam salah satu hal sistem pemerintahan.
5. Sistem Kalender
Sebelum budaya Islam masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia sudah
mengenal Kalender Saka (kalender Hindu) yang dimulai tahun 78M. Dalam
kalender Saka ini ditemukan nama-nama pasaran hari seperti legi, pahing,
pon, wage dan kliwon. Apakah sebelumnya Anda pernah mengetahui/mengenal
hari-hari pasaran?
Setelah berkembangnya Islam Sultan Agung dari Mataram menciptakan
kalender Jawa, dengan menggunakan perhitungan peredaran bulan (komariah)
seperti tahun Hijriah (Islam).
Pada kalender Jawa, Sultan Agung melakukan perubahan pada nama-nama
bulan seperti Muharram diganti dengan Syuro, Ramadhan diganti dengan
Pasa. Sedangkan nama-nama hari tetap menggunakan hari-hari sesuai dengan
bahasa Arab. Dan bahkan hari pasaran pada kalender saka juga
dipergunakan.
Kalender Sultan Agung tersebut dimulai tanggal 1 Syuro 1555 Jawa,
atau tepatnya 1 Muharram 1053 H yang bertepatan tanggal 8 Agustus 1633
M.
BAB III, PERKEMBANGAN AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU DAN BUDDHA DI INDONESIA
A. Teori masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu dan Buddha di Indonesia
Teori
masuknya Hindu Budha ke Indonesia yang dikemukakan para ahli sejarah
umumnya terbagi menjadi 2 pendapat. Pendapat pertama menyebutkan bahwa
dalam proses masuknya kedua agama ini, bangsa Indonesia hanya berperan
pasif. Bangsa Indonesia dianggap hanya sekedar menerima budaya dan agama
dari India. Ada 3 teori yang menyokong pendapat ini yaitu teori
Brahmana, teori Waisya, dan teori Ksatria. Pendapat kedua menyebutkan
bahwa banga Indonesia juga bersifat aktif dalam proses penerimaan agama
dan kebudayaan Hindu Budha. Dua teori yang menyokong pendapat ini adalah
teori arus balik dan teori Sudra.
1. Teori Brahmana oleh Jc.Van Leur
Teori
Brahmana adalah teori yang menyatakan bahwa masuknya Hindu Budha ke
Indonesia dibawa oleh para Brahmana atau golongan pemuka agama di India.
Teori ini dilandaskan pada prasasti-prasasti peninggalan kerajaan Hindu
Budha di Indonesia pada masa lampau yang hampir semuanya menggunakan
huruf Pallawa dan bahasa Saksekerta. Di India, aksara dan bahasa ini
hanya dikuasai oleh golongan Brahmana. Selain itu, teori masuknya Hindu
Budha ke Indonesia karena peran serta golongan Brahmana juga didukung
oleh kebiasaan ajaran Hindu. Seperti diketahui bahwa ajaran Hindu yang
utuh dan benar hanya boleh dipahami oleh para Brahmana. Pada masa itu,
hanya orang-orang golongan Brahmana-lah yang dianggap berhak menyebarkan
ajaran Hindu. Para Brahmana diundang ke Nusantara oleh para kepala suku
untuk menyebarkan ajarannya pada masyarakatnya yang masih memiliki
kepercayaan animisme dan dinamisme.
2. Teori Waisya oleh NJ. Krom Teori
Teori
Waisya menyatakan bahwa terjadinya penyebaran agama Hindu Budha di
Indonesia adalah berkat peran serta golongan Waisya (pedagang) yang
merupakan golongan terbesar masyarakat India yang berinteraksi dengan
masyarakat nusantara. Dalam teori ini, para pedagang India dianggap
telah memperkenalkan kebudayaan Hindu dan Budha pada masyarakat lokal
ketika mereka melakukan aktivitas perdagangan. Karena pada saat itu
pelayaran sangat bergantung pada musim angin, maka dalam beberapa waktu
mereka akan menetap di kepulauan Nusantara hingga angin laut yang akan
membawa mereka kembali ke India berhembus. Selama menetap, para pedagang
India ini juga melakukan dakwahnya pada masyarakat lokal Indonesia.
3. Teori Ksatria oleh C.C. Berg, Mookerji, dan J.L. Moens
Dalam
teori Ksatria, penyebaran agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
pada masa lalu dilakukan oleh golongan ksatria. Menurut teori masuknya
Hindu Budha ke Indonesia satu ini, sejarah penyebaran Hindu Budha di
kepulauan nusantara tidak bisa dilepaskan dari sejarah kebudayaan India
pada periode yang sama. Seperti diketahui bahwa di awal abad ke 2
Masehi, kerajaan-kerajaan di India mengalami keruntuhan karena perebutan
kekuasaan. Penguasa-penguasa dari golongan ksatria di kerajaan-kerajaan
yang kalah perang pada masa itu dianggap melarikan diri ke Nusantara.
Di Indonesia mereka kemudian mendirikan koloni dan kerajaan-kerajaan
barunya yang bercorak Hindu dan Budha. Dalam perkembangannya, mereka pun
kemudian menyebarkan ajaran dan kebudayaan kedua agama tersebut pada
masyarakat lokal di nusantara.
4. Teori Arus Balik (Nasional) oleh F.D.K Bosch
Teori
arus balik menjelaskan bahwa penyebaran Hindu Budha di Indonesia
terjadi karena peran aktif masyarakat Indonesia di masa silam. Menurut
Bosch, pengenalan Hindu Budha pertama kali memang dibawa oleh
orang-orang India. Mereka menyebarkan ajaran ini pada segelintir orang,
hingga pada akhirnya orang-orang tersebut tertarik untuk mempelajari
kedua agama ini secara langsung dari negeri asalnya, India. Mereka
berangkat dan menimba ilmu di sana dan sekembalinya ke Indonesia, mereka
kemudian mengajarkan apa yang diperolehnya pada masyarakat Nusantara
lainnya.
5. Teori Sudra oleh van Faber
Teori
Sudra menjelaskan bahwa penyebaran agama dan kebudayaan Hindu Budha di
Indonesia diawali oleh para kaum sudra atau budak yang bermigrasi ke
wilayah Nusantara. Mereka menetap dan menyebarkan ajaran agama mereka
pada masyarakat pribumi hingga terjadilah perkembangan yang signifikan
terhadap arah kepercayaan mereka yang awalnya animisme dan dinamisme
menjadi percaya pada ajaran Hindu dan Budha. Dari kelima teori tersebut,
teori Brahmana yang dikemukakan oleh Jc.Van Leur dianggap sebagai teori
terkuat karena ditunjang oleh bukti-bukti yang nyata.
B. Pengaruh Hindu Buddha di Indonesia
Pengaruh
Hindu Budha Di Indonesia dalam Beberapa Aspek Kehidupan Pengaruh Hindu
Budha Di Indonesia dalam Beberapa Aspek Kehidupan Administrator.
Masuknya agama Hindu dan Budha sejak awal abad ke 2 Masehi sedikit
banyak telah berpengaruh terhadap beberapa aspek kehidupan masyarakat
Nusantara di masa silam. Pengaruh Hindu Budha di Indonesia tersebut
bahkan dapat kita lihat dan rasakan hingga saat ini, baik itu pengaruh
yang mutlak berasal dari ajaran dan kebudayaan Hindu-Budha, maupun
pengaruh yang berakultursi dengan kepercayaan dan kebudayaan lokal di
masa silam. Berikut ini akan kami jelaskan mengenai pengaruh Hindu Budha
di Indonesia tersebut sebagai pembelajaran bagi kita semua. Pengaruh
Hindu Budha di Indonesia dapat kita rasakan pada beberapa aspek dan
bidang kehidupan seperti ajaran agama dan kepercayaan, sistem
pemerintahan, ilmu arsitektur, bahasa, sastra, seni, dan keterampilan.
Pengaruh Hindu Budha Di Indonesia
1. Bidang Agama
Salah
satu pengaruh Hindu Budha di Indonesia yang paling kentara terdapat
pada bidang agama dan kepercayaan. Sebelum ajaran Hindu-Budha masuk,
mula-mula masyarakat Indonesia sebelumnya sudah menganut kepercayaan
animisme dan dinamisme, namun karena masuknya ajaran Hindu dan Budha
yang dibawa oleh para pedagang dan pendeta, kepercayaan animisme dan
dinamisme yang dianut oleh masyarat nusantara tempo dulu kemudian
melebur dan berakulturasi dengan ajaran agama Hindu-Budha. Kepercayaan
baru ini secara beriringan kemudian membawa kebudayaan baru dalam hal
beragama, misalnya dalam hal upacara pemujaan, tata krama, dan tempat
peribahadan.
2. Politik dan Pemerintahan
Sistem
politik dan pemerintahan kerajaan juga muncul dari pengaruh Hindu Budha
di Indonesia. Sistem ini diperkenalkan oleh orang-orang India dan
membuat masyarakat yang awalnya hidup dalam kelompok-kelompok kecil
menjadi bersatu dan membentuk sebuah kekuasaan yang lebih besar dengan
pemimpin tunggal yang terwujud sebagai seorang raja. Karena pengaruh
inilah di Indonesia terlahir beberapa kerajaan Hindu Budha seperti
kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Kerajaan Tarumanegara, Kutai, dan lain
sebagainya.
3. Arsitektur
Tradisi
megalitikum punden berudak-undak yang menjadi peninggalan nenek moyang
bangsa Indonesia di masa silam juga diyakini telah berakulturasi dengan
ilmu arsitektur yang dibawa dari India bersamaan dengan penyebaran agama
Hindu Budha di Nusantara. Punden berundak-undak berpadu dengan budaya
India dan mengilhami gaya arsitektur pembuatan bangunan candi
peninggalannya. Contoh nyata dari perpaduan ini dapat kita lihat
misalnya pada arsitektur candi Borobudur yang berbentuk limas dan
berundak-undak. Pengaruh Hindu Budha Di Indonesia
4. Bahasa dan Aksara
Huruf
pallawa dan bahasa Sanskerta yang digunakan pada beberapa prasasti
kerajaan-kerajaan Nusantara di masa silam menandakan bahwa pengaruh
Hindu Budha di Indonesia juga bersinggungan dengan aspek bahasa dan
aksara. Dalam perkembangannya, penggunaan aksara palawa mungkin sudah
tidak populer lagi, namun penggunaan bahasa Sansekerta justru berlanjut
dengan sangat pesat. Ini dibuktikan dengan adanya beberapa kata atau
frase Bahasa Indonesia yang sebetulnya berasal dari bahasa sansekerta,
misalnya Pancasila, Kartika Eka Paksi, Dasa Dharma, Parasamya Purnakarya
Nugraha, dan lain sebagainya. Pengaruh Hindu Budha Di Indonesia
5. Sastra
Berkembangnya
pengaruh Hindu Budha di Indonesia juga membawa kemajuan besar pada
bidang sastra. Karya sastra yang mereka bawa, yakni kitab Ramayana dan
Mahabarata telah memperkaya khasanah epos dalam pewayangan Indonesia.
Adanya kedua kitab itu juga memacu beberapa pujangga nusantara untuk
menghasilkan karyanya sendiri. Beberapa karya sastra yang muncul setelah
adanya pengaruh Hindu Budha di Indonesia antara lain :
a.Kitab Smaradhahana, karya Empu Dharmaja dari kerajaan Kediri
Isinya
mengisahkan sepasang suami istri yang hilang secara misterius setelah
terkena api yang keluar dari mata ketiga Dewa Syiwa. Suami-istri
tersebut adalah Dewa Kama dan Dewi Ratih
b.Kitab Bharatayuda, karya Empu Sedah dan Empu Panuluh dari kerajaan Kediri
Isinya
menceritakan tentang kisah perjuangan kepahlawanan raja Jayabhaya
sebaga raja Jenggala yang berhasil menaklukkan kerajaan Panjalu
c.Kitab Kresnayana, karya Empu Triguna pada masa kerajaan Kediri
Isinya
riwayat hidup seorang anak yang bernama Kresna, anak tersebut memiliki
kekuatan luar biasa tetapi suka menolong orang lain yang membuat ia
disukai oleh orang-orang, walaupun ia seorang anak yang nakal.
d.Kitab Gatotkacasraya, karya Empu Panuluh pada masa kerajaan Kediri
Isinya
menceritakan tentang kepahlawanan Gatotkaca yang berjasa menyatukan
cinta antara Abimanyu putera Arjuna dengan Siti Sundari.
e.Kitab Arjuna Wijaya, Empu Tantular pada masa kerajaan Majapahit
Kitab
ini mengisahkan Raja Arjuna Sasrabahu dan Patih Sumantri melawan
Raksasa Rahwana. Kisah tersebut menggambarkan kemenangan Raden Wijaya
pada awal berdirinya kerajaan Majapahit.
f.Kirab Lubdaka, karya Empu Tanakung pada masa kerajaan Kediri
Isinya
tentang seorang pemburu bernama Lubdaka. Ia sudah banyak membunuh, pada
suatu ketika ia mengadakan pemujaan yang istimewa terhadap dewa Syiwa,
sehingga rohnya yang semestinya masuk neraka, menjadi masuk surga
g.Kitab Arjunawiwaha karya Mpu Kanwa, pada masa pemerintahan Airlangga
Kitab ini menceritakan sang Arjuna ketika ia bertapa di gunung Mahameru untuk mendapatkan senjata guna mengalahkan Kurawa.
h.Kitab Sotasoma karya Mpu Tantular kerajaan Majapahit
i.Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca. Kerajaan Majapahit
C. Perkembangan Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia
Kerjaan
kerjaan di Indonesia berdasarkan agama yang dianut, maka dikelompokkan
menjadi 2 yaitu: Kerajaan yang bercorak Hindu dan bercorak Buddha. Pada
awal mula penganut agama hinddu dan Buddha terpisah, namun pada
perkembangan selanjutnya penganut agama hindu dan Buddha hidup
berdampingan dalam suatu kerajaan. Kerajaan yang menganut agama Hindu
antara lain :
1.Kerajaan Kutai
Merupakan
kerajaan tertua di Indonesia berkembang pada abad-5, yang terletak di
tepi sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Raja-raja yang memerintah
berdasarkan bukti sejarah yang ada antara lain: Kudungga, Aswawarman,
dan Mulawarman. Yang menunjukkan bahwa kerajaan tersebut menganut agama
Hindu adalah dalam prasasti/ yupa disebutkan bahwa raja Mulawarman
mempersembahkan 1000 ekor lembu kepada para pendeta.
2.Kerajaan Tarumanegara
Adalah
kerajaan hindu yang tumbuh dan berkembang di Jawa Barat pada abad ke
5-6. Beberapa prasasti yang menjadi bukti sejarah kerajaan tersebut
adalah, prasasti Ciaruteun, prasasti Muara Cianten, prasasti
Kebon kopi, prasasti Tugu, prasasti Pandeglang, prasasti Jambu, dan
prasasti Pasir Awi. Sumber sejarah lainnya adalah berita Cina yang
ditulis oleh I Tsing seorang musafir dari Cina yang pernah singgah di
kerajaan tersebut. Bukti yang menunjukkan bahwa kerajaan tersebut adalah
gambar tapak kaki gajah, kendaraan dewa Wisnu, yang terdapat di
prasasti Kebon Kopi. Kerajaan tersebut juga telah memperkenalkan sistem
pertanian modern waktu itu, yang dibuktikan dengan adanya prasasti Tugu.
Dijelaskan pada prasasti tersebut bahwa raja Purnawarnan meresmikan
penggalian Sungai Gomati dan sungai Candrabaga, yang akan dimanfaatkan
sebagai sarana irigasi.
Kerajaan tersebut wilayah kekuasaannya mencapai Sumatera bagian selatan.
3.Kerajaan Mataran Kuno (Wangsa Sanjaya)
Kerajaan
Mataram kuno memiliki silsilah kerajaan yang cukup panjang, dimulai
dari raja Sana hingga Raja Balitung. Disebut wangsa Sanjaya, karena yang
menjadi raja besar pertama adalah Sanjaya, kemudian digantikan oleh
anak dan cucunya hingga sampai raja Balitung. Silsilah raja tersebut
terdapat pada prasasti Mantyasih ( prasasti Kedu).
4.Kerajaan Medang
Kerajaan
Medang merupakan kelanjutan dari kerajaan Mataram kuno, diperkirakan
pada masa pemerintahan Mpu Sindok di Mataram terjadi bencana gunung
berapi kemudian pusat kerajaan dipindah ke Medang, Jawa Timur. Di
sanalah Mpu Sindok mendirikan kerajaan baru dengan menamakan wangsa
Isyana. Namun kerajaan tersebut akhirnya runtuh karena diserang raja
Wora wari pada masa pemerintahan Dharmawangsa. Meskipun kerajaan Medang
runtuh menantu Dharmawangsa yang bernama Airlangga berhasil
menyelamatkan diri dan mendirikan kembali kerajaannya, kemudian kerajaan
terpecah menjadi dua yaitu kerajaan Kediri dan Panjalu, dimana kerajaan
Panjalu akhirnya tumbuh dan berkembang menjadi kerajaan Singasari pada
masa.
Peninggalan/
bangunan kuno yang bercorak Hindu antar lain: Candi Prambanan, candi
Sewu, candi Gedongsongo, candi Dieng, dan lain-lain.
Kerajaan di Indonesia yang menganut agama Buddha antara lain :
1.Kerjaan Sriwijaya
Kerajaan
tersebut adalah kerajaan terbesar kedua di nusantara setelah kerajaan
Majapahit. Sering dijuluki sebagai kerajaan Maritim, karena memiliki
armada laut yang kuat. Kerajaan Sriwijaya menganut agama Buddha, bahkan
dijadikan sebagai pusat perguruan agama Buddha. Beberapa prasasti yang
menjadi bukti sejarah kerajaan Sriwijaya antara lain : Kadukan bukit,
Kota Kapur, Karangbrahi, Talangtuo, Telaga Batu. Kerajaan Sriwijaya
dimungkinkan pusatnya terletak di Palembang, dibuktikan dengan banyaknya
prasasti yang ditemukan di sekitar kota Palembang. Rajanya yang
termashur bernama Balaputeradewa, ia adalah keturunan dari raja Mataram
Kuno (Wangsa Syailendra) yang menganut agama Buddha, karena perang
saudara akhirnya Balaputeradewa menyingkir ke Sriwijaya. Kerajaan
tersebut mengalami keruntuhan ketika mendapat serangan dari raja
Colamandala (Cola-cola) dari India. Salah satu faktor yang menjadi
penyebab Sriwijaya menjadi kerajaan besar di Asia Tenggara, karena
Sriwijaya memiliki armada kuat yang menguasai selat Malaka.
2.Kerajaan Kalingga
Kerajaan
Kalingga/ Kaling adalah kerajaan yang berkembang di Jawa bagian utara,
berdasarkan berita Cina dijelaskan bahwa di Jawa bagian utara terdapat
seorang raja perempuan yang adil dan bijaksana. Ia bernama Ratu Sima. Tetapi perkembangan selanjutnya tidak diketahui keberadaan kerajaan tersebut.
3.Kerajaan Mataram kuno dari wangsya Syailendra
Selain
dari wangsa Sanjaya, di kerajaan Mataram kuno terdapat raja-raja yang
menganut agama Buddha. Raja-raja tersebut dinamakan wangsa Syailendra.
Pada masa pemerintahan Rakai Pikatan kedua wangsa tersebut disatukan
Rakai Pikatan berasal dari wangsa Sanjaya dikawinkan dengan
Pramodawardani dari wangsa Syailendra.
Peninggalan
/ bangunan kuno yang bercorak Buddha antara lain : candi Borobudur,
candi Mendut, candi Kalasan, candi Plaosan, candi Pawon, candi Sewu.
Dalam
perkembangan selanjutnya agama hindu dan Buddha hidup berdampingan
dalam suatu kerajaan. Semenjak pemerintahan Rakai Panangkaran antara
umat hindu dan umat budha hidup rukun. Candi hindu dan candi Buddha
dibangun berdampingan, hal tersebut menunjukkan kesan bahwa raja sangat
menghargai dan menghormati pemeluk agama lain. Bahkan raja Panangkaran
yang menganut agama hindu membangun tempat ibadah bagi umat Buddha,
yaitu candi Kalasan yang dibangun pada tahun 778 M. Sejak saat itulah
kehidupan beragama berdampingan berlanjut hingga kerajaan Singasari dan
Majapahit. Pada masa kerajaan Majapahit kerukunan hidup beragama
ditegaskan melalui kitab Sutasoma karya Empu Tantular, dengan judul “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa”.
Mpu
Tantular mengajarkan kepada bangsa Indonesia sejak zaman kerajaan
Majapahit agar mau bersatu, saling menghormati, saling menghargai,
mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki keanekaragaman
agama, budaya, dan adat istiadat. Tanpa adanya kebersamaan dan persatuan
maka tidak akan pernah terwujud cita-cita masyarakat adil makmur.
Konflik politik berkepanjangan, perselisihan antar kelompok, adat
istiadat, atau konflik lainnya selama ini hanya akan memperlemah bangsa
Indonesia sendiri. Kerajaan
Singasari dibawah pemerintahan Kertanegara sebenarnya telah berambisi
menjadi kerajaan besar di Asia Tenggara, namun sayang kerajaan tersebut
justru runtuh karena penghianatan bangsanya sendiri, yaitu Jayakatwang
sebagai upaya balas dendam kerajaan Kediri yang pernah ditaklukkan oleh
Ken Arok (raja Singasari pertama kali). Cita-cita kerajaan Singasari
baru terwujud setelah menantu Kertanegara yang bernama Raden Wijaya
mendirikan kembali kerajaan dengan nama kerajaan Majapahit. Pada puncak
kejayaannya kerajaan Majapahit berhasil mempersatukan nusantar, dimana
daerah kekuasaannya mencapai semenanjung Melayu. Kerajaan tersebut
mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dan Patih
Gajah Mada. Apabila dibandingkan dengan kerajaan Sriwijaya maka Wilayah
Majapahit jauh lebih luas. Kebesaran kerajaan Majapahit pun akhirnya
mengalami keruntuhan, faktor yang menjadi penyebab runtuhnya kerajaan
Majapahit adalah adanya perang saudara yang berkepanjangan, untuk
memperebutkan kekuasaan, bahkan akhirnya kerajaan Majapahit lenyap
setelah berkembangnya agama Islam di nusantara.